Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Oleh: Alya Rahma Falasifah (Bendahara)

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beranekaragaman suku, bahasa, budaya serta agama. Sebagai negara yang memiliki ragam perbedaan, Indonesia perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai harmoni yang menyatukan satu sama lain. Moderasi menjadi upaya penting untuk perwujudan peradaban dan perdamaian dunia yang bermartabat.

Perlu kita ketahui prinsip moderasi adalah sikap atau cara pandang perilaku yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mempertimbangkan kemaslahatan bersama. Dengan kata lain berupaya menghadirkan manfaat dan mencegah mudarat.

Moderasi tersebut ditekankan atas dasar pengakuan terhadap orang lain, wujud toleransi, menghormati pendapat orang lain, serta tidak memaksakan kehendak orang lain. Sehingga dalam hal tersebut kajian moderasi sosio-religius menjadi salah satu wujud untuk mengintegrasi ajaran agama dan kondisi masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya membutuhkan kesadaran masyarakat, hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang menyadari realita bangsa Indonesia untuk seluruh pihak.

Gambaran moderasi beragama. Sumber: thecolumnist.id

Seluruh dunia tengah dihadapkan dengan fenomena tantangan dari aksi intoleran yang berdampak terhadap perpecahan bangsa. Faktornya juga seringkali mengatasnamakan kelompok tertentu bahkan agama. Hal tersebut tentunya harus diantisipasi sejak dini melalui bangku sekolah.

Sekolah yang merupakan sumber informasi yang digunakan generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan. Sekolah juga seringkali dikatakan sebagai ruang yang tidak bertuan. Hal tersebut berarti sekolah menjadi ruang untuk bertukar ideologi, sehingga dalam hal ini bisa mempengaruhi pola pikir peserta didik, salah satunya pemahaman kebangsaan maupun agama.

Sehingga dalam aspek ini lembaga pendidikan menjadi sebuah wadah yang sangat tepat dalam mewujudkan laboratorium moderasi beragama. Laboratorium beragama disini diartikan sebagai sebuah institusi untuk mengembangkan ideologi yang tidak menyimpang dengan ideologi bangsa. Hal tersebut berguna untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan menumbuhkan toleransi dalam beragama.

Pendidikan dalam hal ini menjadi pondasi untuk memahamkan peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. Hal tersebut tentunya didasari atas dasar kasih sayang sesama dan kemanusiaan berperadaban. Lembaga pendidikan merupakan sarana yang tepat digunakan untuk penyebaran sensitivitas peserta didik dalam beberapa perbedaan. Dalam hal ini pula membuat adanya pembuka ruang dialog berupa guru yang terlibat dalam pemberian pemahaman terkait kajian agama membawa risalah romantisme perdamaian.

Dijelaskan dalam karya Maarif Institute berjudul “Menjaga Benteng Kebhinekaan di Sekolah” dipaparkan terdapat tiga pilar utama mengenai pemahaman radikalisme dan intoleransi dalam mengupas penetrasi di lingkungan sekolah; pertama, melalui adanya ekstrakurikuler. Kedua, peranan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Ketiga, adanya kebijakan sekolah dalam control informasi radikalisme di sekolah.

Sekolah menjadi tatanan ruang tumbuhnya gagasan kebangsaan, penanaman budaya multikulturalisme, pembawa ranah agama yang damai, serta jalan meresapnya cinta kemanusiaan. Hal tersebut tentunya tertuang melalui kurikulum berbasis moderasi beragama.

Romantisme moderasi beragama memiliki beberapa langkah strategis dalam upaya penerapannya oleh pemerintah; pertama, moderasi beragama sebagai upaya perhatian pemerintah untuk membuat perencanaan pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN). Kedua, pelibatan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal untuk meningkatkan rasa kepeduliaan dan kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan umat dalam beragama, serta romantisme moderasi  beragama. Ketiga, pengembangan adanya kajian literasi beragama serta pendidikan lintas iman. Keempat, perlu adanya peningkatan pelatihan dan praktik pengalaman pembelajaran lintas agama agar lebih paham tentang toleransi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOBI Selenggarakan Seminar Bisnis Penuh Motivasi di Era Society 5.0

    KOBI Selenggarakan Seminar Bisnis Penuh Motivasi di Era Society 5.0

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 55
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Bisnis (KOBI) dari FEBI UIN Walisongo menyelenggarakan Seminar Nasional pada Kamis, (24/11/2022) yang dilaksanakan di Audit 1 Kampus 1. Mengangkat tema “Membangun Jiwa Bisnis Inovatif dan Kreatif di Era Society 5.0”, Seminar Nasional ini membahas tentang Society 5.0 serta tentang bagaimana memulai sebuah bisnis. Hal tersebut disampaikan oleh […]

  • PUISI: KORUPSI DIBAWA MATI

    PUISI: KORUPSI DIBAWA MATI

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Korupsi Dibawa Mati Oleh: Nabilla Baitul Izza Pernah dengar kata korupsi? Perbuatan tercela itu agaknya amat populer di kanal-kanal televisi Kolusi dan nepotisme adalah salah dua dari keluarga korupsi yang juga terkenal di telinga masyarakat Korupsi tidak mengenal zaman, tidak mengenal waktu dan Tuhan Korupsi hanya mengenal situasi dan keadaan Jika ada celah untuk menyelewengkan […]

  • Budaya Penjemputan Wisuda Versi Teater

    Budaya Penjemputan Wisuda Versi Teater

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 56
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Usai prosesi wisuda yang ke-76 ini, aktivis mahasiswa baik intra maupun ekstra berkumpul di sekitar Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Hal ini untuk melangsungkan tradisi penjemputan wisuda dengan mengarak wisuda dan wisudawati dari pintu keluar audit menuju jalan-jalan utama kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (20/11/2019). “Ini kami lakukan untuk mengapresiasi para […]

  • Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 71
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) bekerja sama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Bulu, Karang Taruna daerah setempat dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) menggelar acara Gerebek Pasar. Bertempat di Pasar Bulu Semarang, tepatnya di lantai tiga, pengadaan pengobatan gratis dan bazar UMKM digelar sebagai rangkaian acara Gerebek Pasar. Acara yang dimulai sejak Sabtu, […]

  • Wujud Serambi FEBI, Hasil Pengelolaan Dana Infak dan Wakaf

    Wujud Serambi FEBI, Hasil Pengelolaan Dana Infak dan Wakaf

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 56
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dengan tujuan utama untuk meningkatkan kajian keislaman, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo tengah menjalankan proses pembangunan serambi. Serambi atau bisa juga disebut student center ini terletak di depan mushola FEBI. Minggu, (16/2/2020). “Karena kita sebagai universitas Islam, yang di situ harus memiliki ciri Islami yang mendalam maka kita harus memfasiltasi untuk […]

  • Keseruan Penampilan Expo UKM Universitas diPBAK 2023

    Keseruan Penampilan Expo UKM Universitas diPBAK 2023

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 40
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Expo UKM Universitas (Expo UKM-U) merupakan orientasi dan deskripsi unit kegiatan mahasiswa kepada mahasiswa baru untuk memperdalam keterampilan dan pengetahuan sesuai passion mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada setiap tahun ajaran baru. Expo UKM-U kali ini dilaksanakan pada hari Minggu, (6/8/2023) dengan menampilkan 18 UKM-U, antara […]

expand_less