Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 867
  • comment 0 komentar

Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  bukanlah langkah berani dalam pengelolaan keuangan negara melainkan tindakan ceroboh yang dapat menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.

Mengapa saya berpendapat demikian? Mari kita lihat faktanya.

Pertama, kelas menengah adalah motor utama konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jumlah kelas menengah menyusut sementara kelompok “menuju kelas menengah”  membengkak. Artinya banyak orang yang dulunya mapan kini turun kasta. Mereka bukan orang miskin yang mendapat bansos tetapi mereka juga bukan konglomerat yang menikmati Tax Holiday (pembebasan pajak). Mereka adalah kelompok yang menanggung beban hidup sendirian.

Kedua, kebijakan fiskal kita belakangan ini terasa tidak peka terhadap realitas ini. Kenaikan PPN menjadi 12% (jika diterapkan atau sedang berjalan) ditambah dengan wacana iuran-iuran baru (seperti Tapera atau asuransi wajib) merupakan pukulan telak. Logikanya sederhana ketika pendapatan yang bisa dibelanjakan  tergerus oleh pajak dan inflasi harga pangan masyarakat akan menahan belanja.

Contoh nyatanya sudah terlihat di depan mata. Lihatlah sepinya pusat perbelanjaan di kota-kota besar atau fenomena “makan tabungan” (mantab) yang tercermin dari penurunan rasio tabungan masyarakat di perbankan. Ketika kelas menengah berhenti belanja kopi, berhenti membeli baju baru, atau menunda ganti kendaraan, dampaknya langsung menghantam sektor riil. UMKM kehilangan pelanggan, pabrik mengurangi produksi, dan ujung-ujungnya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini adalah lingkaran setan yang diciptakan oleh kebijakan yang terlalu fokus pada angka penerimaan negara tetapi lupa pada subjek pembayar pajaknya.

Tentu saya memahami bahwa negara butuh dana untuk pembangunan dan membayar utang. Argumen pemerintah bahwa “pajak adalah gotong royong” memiliki dasar yang valid. Pembangunan infrastruktur dan hilirisasi memang membutuhkan biaya besar. Namun memeras spons yang sudah kering tidak akan menghasilkan air. Memaksakan pungutan tinggi di saat ekonomi lesu justru kontraproduktif karena akan mematikan daya beli yang menjadi basis penerimaan pajak itu sendiri.

Oleh karena itu pemerintah harus mengubah haluan. Solusinya bukan dengan menambah beban melainkan memberikan insentif. Pertama tunda atau batalkan kenaikan tarif PPN dan pajak konsumsi lainnya sampai indikator daya beli membaik secara signifikan. Kedua fokuskan anggaran pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak, karena sektor informal yang mendominasi saat ini tidak memberikan kepastian pendapatan. Ketiga kendalikan harga pangan dengan serius karena inilah pengeluaran terbesar masyarakat.

[Pengurus Invest Periode 25/26]

  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandataris DEMA-U Luncurkan Nota Keberatan JKN-KIS

    Mandataris DEMA-U Luncurkan Nota Keberatan JKN-KIS

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 750
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Syarifudin Fahmi, selaku Mandataris Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-U) 2018 meluncurkan Nota Keberatan atas Jaminan Kesehatan Nasional yang ditujukan  kepada pihak birokrasi UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (5/01/2018). Peluncuran nota ini merupakan tindak lanjut pasca proses audiensi terkait penjelasan teknis JKN-KIS bagi mahasiswa UIN Walisongo bersama tim BPJS kota Semarang yang dilaksanakan di Ruang Sidang […]

  • Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

    Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 809
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu (14/8/2021), kelompok 37 KKN MIT-DR 12 UIN Walisongo mengadakan pelatihan pembuatan dan cara pemasaran minuman herbal rasa original dan rasa manis madu di era pandemi. Acara ini diadakan beserta protokol kesehatan yang ketat di Desa Gebanganom, Rowosari, Kendal dengan Ayu Rahmawati sebagai tutornya. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan minuman sehat sebagai alternatif usaha […]

  • Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 844
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) bekerja sama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Bulu, Karang Taruna daerah setempat dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) menggelar acara Gerebek Pasar. Bertempat di Pasar Bulu Semarang, tepatnya di lantai tiga, pengadaan pengobatan gratis dan bazar UMKM digelar sebagai rangkaian acara Gerebek Pasar. Acara yang dimulai sejak Sabtu, […]

  • Berkat Air Rendaman Kurma, Shafira Raih Predikat Skripsi Terbaik Tingkat Universitas

    Berkat Air Rendaman Kurma, Shafira Raih Predikat Skripsi Terbaik Tingkat Universitas

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 916
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Shafira Abdillah, wisudawati asal Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil raih predikat skripsi terbaik tingkat universitas. Ia meraih predikat tersebut ketika diumumkan pada Sidang Senat Terbuka yang diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3. Tugas akhirnya berjudul “Analisis Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Pada Air Nabeez Kurma Ajwa (Phoenix […]

  • PENGANTIN

    PENGANTIN

    • calendar_month Jum, 16 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Kau sunting mesra ayat jihad Dengan lagu logika sesaat Dengan senyum manis Julang anganmu berpeluk bidadari sintal Mencuat payudara legit berlapis   Tepuk sorak Iblis Picukan segera pertemuan princess Segeralah kau mati sebab kunci bidadari di sini Membuka hati dan peluk pelangi mimpi surgawi Ayat jihadmu telah dikufurkan nafsumu merangkum kematian Massif dirimu dan manusia […]

  • Raih IPK 3,93; Refi Berhasil Mendapatkan Predikat Wisudawan Terbaik

    Raih IPK 3,93; Refi Berhasil Mendapatkan Predikat Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 825
    • 0Komentar

    lpminest.com- Refi Solekha Noviana berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,93 dan mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Wisuda Sarjana (S1) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ke-92. Acara ini diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3  UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (8/6/2024). Refi, sapaan akrab mahasiswa asal Pemalang ini merupakan […]

expand_less