Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 629
  • comment 0 komentar

Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  bukanlah langkah berani dalam pengelolaan keuangan negara melainkan tindakan ceroboh yang dapat menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.

Mengapa saya berpendapat demikian? Mari kita lihat faktanya.

Pertama, kelas menengah adalah motor utama konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jumlah kelas menengah menyusut sementara kelompok “menuju kelas menengah”  membengkak. Artinya banyak orang yang dulunya mapan kini turun kasta. Mereka bukan orang miskin yang mendapat bansos tetapi mereka juga bukan konglomerat yang menikmati Tax Holiday (pembebasan pajak). Mereka adalah kelompok yang menanggung beban hidup sendirian.

Kedua, kebijakan fiskal kita belakangan ini terasa tidak peka terhadap realitas ini. Kenaikan PPN menjadi 12% (jika diterapkan atau sedang berjalan) ditambah dengan wacana iuran-iuran baru (seperti Tapera atau asuransi wajib) merupakan pukulan telak. Logikanya sederhana ketika pendapatan yang bisa dibelanjakan  tergerus oleh pajak dan inflasi harga pangan masyarakat akan menahan belanja.

Contoh nyatanya sudah terlihat di depan mata. Lihatlah sepinya pusat perbelanjaan di kota-kota besar atau fenomena “makan tabungan” (mantab) yang tercermin dari penurunan rasio tabungan masyarakat di perbankan. Ketika kelas menengah berhenti belanja kopi, berhenti membeli baju baru, atau menunda ganti kendaraan, dampaknya langsung menghantam sektor riil. UMKM kehilangan pelanggan, pabrik mengurangi produksi, dan ujung-ujungnya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini adalah lingkaran setan yang diciptakan oleh kebijakan yang terlalu fokus pada angka penerimaan negara tetapi lupa pada subjek pembayar pajaknya.

Tentu saya memahami bahwa negara butuh dana untuk pembangunan dan membayar utang. Argumen pemerintah bahwa “pajak adalah gotong royong” memiliki dasar yang valid. Pembangunan infrastruktur dan hilirisasi memang membutuhkan biaya besar. Namun memeras spons yang sudah kering tidak akan menghasilkan air. Memaksakan pungutan tinggi di saat ekonomi lesu justru kontraproduktif karena akan mematikan daya beli yang menjadi basis penerimaan pajak itu sendiri.

Oleh karena itu pemerintah harus mengubah haluan. Solusinya bukan dengan menambah beban melainkan memberikan insentif. Pertama tunda atau batalkan kenaikan tarif PPN dan pajak konsumsi lainnya sampai indikator daya beli membaik secara signifikan. Kedua fokuskan anggaran pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak, karena sektor informal yang mendominasi saat ini tidak memberikan kepastian pendapatan. Ketiga kendalikan harga pangan dengan serius karena inilah pengeluaran terbesar masyarakat.

[Pengurus Invest Periode 25/26]

  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

    PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Tepat 22 Oktober 2015 Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta. Maksud dari Penetapan Hari Santri Nasional ini adalah untuk mengenang dan meneladani semangat jihad para santri yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hal ini merujuk pada sejarah resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 […]

  • Antisipasi Ancaman Covid-19, Peserta KKN RDR 75 UIN Walisongo Bagikan Hand Sanitizer dan Face Shield

    Antisipasi Ancaman Covid-19, Peserta KKN RDR 75 UIN Walisongo Bagikan Hand Sanitizer dan Face Shield

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 571
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap ancaman virus Covid-19, peserta KKN RDR 75 UIN Walisongo Kelompok 122 bagikan hand sanitizer dan face shield kepada masyarakat Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Minggu (25/10/2020). “Hand sanitizer dan face shield menjadi produk yang efektif digunakan ketika berada di tempat umum dan transportasi umum. Adapun hand sanitizer merupakan […]

  • Ini Empat Kunci Entrepreneur Menurut Arnas Andrarasmara

    Ini Empat Kunci Entrepreneur Menurut Arnas Andrarasmara

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 626
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnas Andrarasmara dan Praktisi Industri Kreatif, Shafigh Pahlevi hadiri acara Kuliah Rindu Semalam (KRS) yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Rabu, (25/9/2019). Dalam kesempatan itu, Arnas menegaskan bahwa anak muda harus berhati-hati ketika menekuni wirausaha. “Ada empat kata kunci […]

  • Kandidat Pemimpin Mahasiswa Optimis Menghidupkan Kegiatan UKM

    Kandidat Pemimpin Mahasiswa Optimis Menghidupkan Kegiatan UKM

    • calendar_month Jum, 23 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 475
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Paradigma mahasiswa menjadi masalah yang menarik untuk diperdebatkan para kandidat Dewan Mahasiawa (Dema) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) di gedung Laboratorium Dakwah (Labda). Jumat, (23/12/16). Banyaknya acara yang diselenggarakan oleh lembaga intra kampus baik Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) acap […]

  • Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 579
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelapasan atau pamitan mahasiswa calon wisudawan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) tidak seperti sebelumnya termasuk pelaksanaan kegiatannya. Seperti yang diketahui, wisuda fakultas yang dijadikan sebagai moment pamitan mahasiswa biasanya diadakan di hotel namun kali ini dilaksanakan di Joglo FEBI pada Senin, (22/5/2023) Acara pamitan mahasiswa FEBI dihadiri oleh 64 mahasiswa dari 106 mahasiswa calon […]

  • Talkshow Creativepreneur, Wirda Mansur ‘Jadilah Unik dan Kreatif’

    Talkshow Creativepreneur, Wirda Mansur ‘Jadilah Unik dan Kreatif’

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 620
    • 0Komentar

    lpminvest.com- HMJ Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang berhasil menyelenggarakan Talkshow Creativepreneur bertajuk “Set up Millenials Mind to be Creativepreneur”,(Sabtu, 10/10/2020). “Acara ini digelar dengan tujuan mengubah pola pikir generasi milenial menjadi lebih kreatif, inovatif, dan memiliki konsep yang matang serta konsistensi dalam menjalankan sebuah bisnis karena ketersediaan lapangan pekerjaan […]

expand_less