Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Siksa Manusia Tergantung Dosa dalam Film Siksa Neraka

Siksa Manusia Tergantung Dosa dalam Film Siksa Neraka

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
  • visibility 1.296
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul                           : Siksa Neraka

Genre                         : Horror, Thriler

Jadwal Tayang            : 14 Desember 2023

Durasi                         : 98 menit

Sutradara                    : Anggy Umbara

Pemain                        : Ratu Sofya, Slamet Rahardjo, Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, Nayla D. Purnama, Rizky Fachrel, Astri Nurdin.

Bahasa                         : Indonesia

Negara                        : Indonesia

Sinopsis Film

Film “Siksa Neraka” yang ditayangkan di bioskop pada 14 Desember 2023, merupakan hasil adaptasi dari komik klasik berjudul sama karya dari MB Rahimsyah. Kabarnya, biaya produksi film ini mencapai 5 miliar rupiah, yang sebagian besarnya digunakan untuk penggunaan efek visual CGI yang memukau.

Adaptasi ini membawa kisah dari halaman komik ke layar lebar, memberikan pengalaman baru bagi penonton. Dengan anggaran yang besar, film ini berhasil menciptakan efek visual yang mengesankan, membawa dunia Siksa Neraka ciptaan MB Rahimsyah menjadi hidup sehingga membuat para penonton menikmatinya.

Film ini menceritakan tentang suatu keluarga yang terdiri dari enam anggota keluarga yaitu ayah (Ariyo Wahab), ibu (Astri Nurdin), serta ke-empat anak mereka yaitu Saleh (Rizky Fachrel), Fajar (Kiesha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya), dan anak terakhirnya Azizah (Nayla Purnama). Keluarga ini digambarkan sebagai sebuah rumah tangga yang harmonis dan penuh kehangatan. Diawal cerita, Ketika berkunjung bersama kedua orang tuanya ke rumah duka, kita langsung digegerkan oleh kehadiran Tyas, seorang anak yang menarik perhatian. Tyas memperhatikan dengan seksama sekeliling rumah duka, dan terlihat kebingungan. Apa yang dilihatnya? saat menyisir rumah dengan mendebarkannya Tyas melihat seseorang yang sudah meninggal dunia itu di siksa secara langsung, lalu ia berlari dan berteriak “Dia sedang disiksa!” sontak membuat keluarga berduka semakin sedih.

Dalam menggambarkan penglihatan tidak lazim seperti itu sebenarnya terlalu berlebihan. Terlebih lagi, di tengah masyarakat kita, sangat tidak pantas seseorang mengungkapkan kesalahan, dosa, atau kekurangan orang lain, terutama yang masih hidup, di hadapan banyak orang.

Seiring berjalannya waktu Tyas menyadari penglihatan yang tak lazim tersebut, namun ayah Tyas, Ustadz Syakir, kesal dan merasa tidak suka terhadap kemampuan anak perempuannya yang pertamanya itu, karena dalam agama Islam hal itu dianggap sebagai suatu hal yang musyrik. Sikap Syakir terhadap Tyas juga digambarkan sebagai sesuatu yang terlalu keras dan cenderung ringan tangan. Terlebih lagi, ketika kemarahan Ustaz ini mencuat akibat nilai ujian Tyas yang rendah dalam satu mata pelajaran. Dengan penuh kemarahan, Syakir menampar tangan Tyas, dan menyebutnya sebagai anak yang malas.

Dalam perbandingan dengan kedua kakak laki-lakinya, yaitu Saleh dan Fajar, Saleh digambarkan sebagai kakak yang sukses, mengejar pendidikan di luar kota, aktif sebagai asisten dosen, dan sering membawa oleh-oleh saat pulang ke kampung halaman. Sementara itu, Fajar dikenal sebagai anak yang rajin, tekun dalam belajar, dan siap mengorbankan waktu untuk mendapatkan pengetahuan. Dengan sikap dan perbuatan yang dilakukan kedua kakak Tyas, ayahnya terkesan melebih-lebihkan anaknya, berbanding terbalik dengan Rika, ibu dalam cerita ini, digambarkan memiliki kesabaran yang luar biasa, tetapi terlihat pasif dan cenderung hanya mengikuti suaminya ke segala tempat.

Kisah ini melanjutkan dengan Azizah, si bungsu dalam keluarga, yang bercita-cita untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi menyanyi. Meskipun awalnya dihadang oleh ayahnya, ia berhasil memenangkan kesempatan tersebut dan bahkan maju ke babak final. Ayahnya menentang bukan karena menganggap bernyanyi itu dosa, melainkan karena khawatir akan pesona Azizah di depan banyak orang, yang bisa merangsang hasrat yang tidak sehat.

Oleh karena itu, ayahnya melarang Azizah untuk mengikuti kompetisi tersebut. Ketika orang tuanya sedang pergi mendapatkan informasi bahwa salah satu teman Azizah meninggal, sang anak sulung justru mengajak saudara-saudaranya keluar rumah untuk mengantar Azizah ke kota guna berpartisipasi dalam perlombaan.

Terlebih lagi, ketika si sulung Saleh memaksakan keputusan untuk nekat menyeberangi sungai yang deras akibat hujan, untuk menghemat waktu, meskipun permukaan air sedang naik. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Pak Harjo (Slamet Rahardjo), seorang tetua desa yang sebenarnya menginginkan anak-anak Syakir kembali ke rumah, karena memiliki perasaan buruk yang akan terjadi terhadap mereka.

Sangat mudah ditebak, keempat anak Syakir memutuskan untuk mengambil risiko yang besar, dan akhirnya mereka terjebak dalam arus sungai yang besar. Mereka terseret oleh arus yang kuat dan sesuai dugaan penonton anak-anak dari ustaz Syakir akan kehilangan nyawanya karena terbawa arus sungai.

Pesan yang bisa diambil dari adegan tersebut adalah bahwa meskipun dosa terlihat kecil, kita harus menghindarinya agar tidak menghadapi hukuman dari Tuhan. Dalam adegan siksa neraka, ditunjukkan berbagai dosa dan ancaman hukuman yang bisa dialami. Selain itu, juga diungkapkan bahwa setiap anggota keluarga ustadz memiliki dosa besar yang mereka sembunyikan dari orang tua mereka.

Namun, sangat disayangkan saat Ariyo dan Astri memerankan peran orang tua yang kehilangan anak-anak mereka dalam drama. Penampilan mereka kurang mampu menggugah emosi penonton terhadap penderitaan saat kehilangan semua anak mereka, yang sehingga penonton hanya mendapatkan rasa takut di siksa neraka.

Selama proses penggambaran siksa neraka, adegan ini dipenuhi dengan atmosfer kengerian dan berbagai bentuk penyiksaan yang diberlakukan. Penghuni neraka digambarkan mengenakan pakaian compang-camping, sebagian dari mereka terikat dengan rantai, dan ada yang menghadapi penyiksaan dengan lidah yang dipaksa dijulurkan lalu dipotong layaknya memotong daging hewan, dalam adegan ini sangat memuaskan mata dengan CGI yang begitu memukau yang hingga membuat merasa betapa menakutkannya siksa neraka tersebut.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    lpminvest.com – UIN Walisongo Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) guna mempererat kerjasama dengan 23 universitas dari China. Acara yang bertajuk “Jianngsu Education Expo 2019” itu bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (25/10/2019). ”Tujuan diadakannya Jiangsu Education Expo intinya adalah agar adanya hubungan dan kerjasama antara UIN Walisongo dengan universitas […]

  • Derma Masker Mahasiswa KKN MIT ke-11 di Tengah PPKM

    Derma Masker Mahasiswa KKN MIT ke-11 di Tengah PPKM

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 693
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu, (23/01/2021) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri dari Rumah (KKN MIT-DR) angkatan XI UIN Walisongo, melakukan aksi derma di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Seperti yang diketahui, Jawa-Bali sejak 11 Janurai 2021, memberlakukan PKM. Kota Semarang juga ikut memberlakukannya dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang ditimbulkan oleh kerumunan dari kegiatan masyarakat. PKM […]

  • Atlet Silat FEBI Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Insiden Ini

    Atlet Silat FEBI Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Insiden Ini

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 651
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Cabang olahraga (cabor) pencak silat putra berlangsung alot antar peserta. Cabor yang dipertandingkan di hari kedua Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) 2019 itu bahkan sempat menimbulkan kegaduhan antara pihak suporter dan panitia. Kamis, (20/9/2019). Kegaduhan bermula saat atlet pencak silat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Movico Eka Candra berlaga melawan atlet […]

  • Haidar Bagir; Islam Tuhan, Islam Manusia

    Haidar Bagir; Islam Tuhan, Islam Manusia

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 925
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Komunitas Rahim Bangsa kembali menggelar event bertajuk Diskusi Buku, dengan mengangkat tema “Islam Tuhan, Islam Manusia” yang bertempat di gedung A lt. 3 Kampus III,  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), UIN Walisongo Semarang.  Sabtu, (14/4/2017). Menurut Nur Hasyim, koordinator Rahim Bangsa, saat memberi sambutan, acara diskusi buku ini merupakan bagian dari upaya komunitas […]

  • Keren, UKM JQH Bawa Pulang Predikat Juara Ini dari Rembang

    Keren, UKM JQH Bawa Pulang Predikat Juara Ini dari Rembang

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 887
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) UIN Walisongo Semarang membawa pulang predikat juara aransemen terbaik pada Festival Hadroh Banjari Se-Nusantara. Perlombaan yang diadakan dalam rangka haflah Khotmil Quran, Maulid Nabi Muhammad, Rojabiyyah, dan Haul (KMRH) Pondok Pesantren An-Nurriyah Lasem, Rembang dan guna memperingati hari lahir Nahdhatul Ulama ke 93 ini […]

  • Kawal Hasil Audiensi Sampai Terealisasi; ‘Pengajuan Beasiswa dan Keringanan Angsuran UKT’

    Kawal Hasil Audiensi Sampai Terealisasi; ‘Pengajuan Beasiswa dan Keringanan Angsuran UKT’

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 644
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perwakilan aliansi mahasiswa walisongo sedang melakukan audiensi dengan Wakil Rektor II di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Rabu (07/07/2021). Aksi tersebut diikuti oleh aliansi mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UIN Walisongo Semarang. Memang untuk aksi saat itu tidak melibatkan massa yang banyak seperti biasanya. Massa dilarang masuk kampus dikarenakan khawatir akan melanggar […]

expand_less