Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
  • visibility 706
  • comment 0 komentar
sumber : google Oleh : Dwi Ari Apriliani

sumber : google
Oleh : Dwi Ari Apriliani

Sudah seyogyanya media berfungsi untuk membantu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera manusia. Media sendiri merupakan bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah. Dalam bahasa Indonesia, tepatnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televise, film, poster dan spanduk yang terletak di antara dua pihak atau golongan, dan sebagainya. Dalam konteks kali ini, media sebagai perantara informasi virus covid-19.

Sejauh ini media menginformasikan segala macam pengertian, proses, penyebab, dampak, pengendalian, pencegahan, tanda-tanda, bahkan mortalitas diberbagai penjuru dunia. Hal tersebut adalah wujud peran media terkhusus pers. Namun perlu digaris bawahi, tidak semua yang dibaca, dilihat, dan didengar masyarakat dapat mencerdaskan. Ada beberapa hal yang justru menjadi baku hantam untuk kejiwaan pembaca salah satunya yaitu informasi mortalitas.

Kenapa pewartaan di Indonesia lebih condong ke paradigma negatif? Misal saja informasi-informasi mortalitas selalu dimunculkan. Padahal justru ini dapat memicu gangguan kejiwaan yang membuat masyarakat selalu was-was dan tertekan. Sedikit menilik dari laman bbc.com, media di Cina justru memegang paradigma positif guna memberi semangat kepada sesama dan menanamkan pemikiran bahwa virus ini dapat dikendalikan, hanya informasi kesehatan yang disampaikan bukan moralitas. Tidak hanya itu, pemaparan kronologi hilangnya dua jurnalis Cina yaitu Fang Bin dan Chen Qiushi usai mengunggah video keadaan realitas di Wuhan juga sedikit dibahas.

Media di Indonesia relatif bebas? Hak asasi pers untuk menyampaikan kebenaran dan kritik sudah menjadi hal yang patut disebut kemerdekaan. Namun hal ini tidak berlaku di Cina, detik.com menyampaikan informasi dari Reporters Without Borders (bahasa Inggris)/ Reporteros Sin Fronteras (bahasa Spanyol) atau kita biasa menyebutnya Organisasi Reporter Tanpa Batas Negara, dimana tertulis bahwa dibanding negara lain Jurnalis Cina pada tahun 2019 memiliki angka tertingi yang ditahan di jeruji besi yaitu 120 pekerja media, dan lebih dari 40 persen dari mereka adalah citizen journalist. Namun tidak menyoal kebebasan jurnalis, di sini hilangnya kebebasan jurnalis di Cina dalam pandemi justru memiliki dampak positif yaitu untuk tetap menjaga kesehatan mental masyarakatnya. Bisa dibayangkan dalam kondisi yang berbahaya ditambah bermunculan tulisan, gambar atau video mortalitas dampak virus ini yang bisa diakses di media mana saja tentu berpengaruh dalam setiap aktivitas kita. Singkatnya, kita sedikit bisa meniru bagaimana media di Cina bisa memengaruhi kesehatan mental masyarakatnya yaitu dengan menyuguhkan hal-hal yang positif untuk dirangsang saraf.

Melihat data di atas, apakah media di Indonesia hanya mencari eksistensi dan meningkatkan viewers dibanding ketepatan informasi sesuai kebutuhan masyarakat? Berangkat dari pertanyaan tersebut, yang ditekankan pemerintah hanyalah penanggulangan berita hoax. Per senin lalu, (23/3/2020) dilangsir dari kompas.com ada 44 kasus yang ditangani Mebes Polri terkait berita hoax virus korona. Padahal jurnalis wajib memiliki disiplin ilmu verifikasi yang harus menjadi pegangan dalam setiap karya.

Dalam kondisi pandemi, peran media khususnya jurnalis sudah seharusnya memberi informasi yang tepat dalam memahami situasi. Pandemi adalah istilah yang menggambarkan sebuah wabah pathogen baru yang menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain di beberapa negara atau benua, serta bersifat menular dan memiliki garis infeksi berkelanjutan.

Lalu apa sebenarnya peran media dalam kondisi pandemik seperti ini? Salah satunya yaitu sebagai panduan. Dalam chanel youtube Remotivi diungkapkan bahwa dalam Journal of Theoretical Biology (2016) yang berjudul Media Coverage and Hospital Notifications: Correlations Analysis and Optimal Media Impact Duration to Manage a Pandemic menghasilkan sebuah penelitian dimana ada korelasi antara peliputan media dengan penurunan penularan. Menurut peneliti, media dalam hal ini memiliki potensi dalam memengaruhi masyarakat dalam bertindak. Setiap informasi dan panduan di media baik itu cara hidup sehat, himbauan menghindari tempat berisiko menularkan. Tentu, dalam hal ini media lebih memiliki peranan untuk memberikan rasa aman ke masyarakat daripada harus menyampaikan informasi atau isu sensasional yang jusru mengganggu kejiwaan seseorang.

Selain itu, peran media juga mampu menekan pemerintah untuk segera mengambil tindakan yang berkaitan dengan pandemik. Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah di ranah pendidikan yaitu sistem pembelajaran daring. Ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk menekan dan meminimalisasi dampak lanjutan adanya virus covid-19, lain cerita ketika sistem ini membuat pelajar ataupun mahasiswa yang mengeluhkan jaringan internet ataupun tugas yang menumpuk.

Ketika berbicara panjang lebar terkait media, mari kita sama-sama mengambil peran untuk mencerdaskan diri sendiri dan masyarakat. Bisa dimulai dari menghidupkan notifikasi media sosial yang sumbernya jelas, kita bisa merujuk pada laman idntimes.com yang menegaskan bahwa ada 43 ribu media online dan hanya 168 yang professional. Salam Pers.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelabelan Nama Ilmiah Pada Tanaman, Usaha Edukatif Mahasiswa KKN kepada Masyarakat

    Pelabelan Nama Ilmiah Pada Tanaman, Usaha Edukatif Mahasiswa KKN kepada Masyarakat

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin (2/11/2020) tetap produktif di tengah pandemi, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75  posko 117 UIN Walisongo melakukan pelabelan nama pada tanaman. Kegiatan tersebut  dilaksanakan di Dukuh Dudukan, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Kegiatan pelabelan nama ilmiah pada tanaman ini merupakan kegiatan memberikan infomasi tentang nama ilmiah, nama lokal, […]

  • Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red). Kerusuhan besar yang dipelopori oleh […]

  • Syarat Pengumpulan Persyaratan KKN Dua Hari Saja, Mahasiswa: Tidak Masuk Akal

    Syarat Pengumpulan Persyaratan KKN Dua Hari Saja, Mahasiswa: Tidak Masuk Akal

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (19/8/2020) tidak ada alasan untuk UIN Walisongo semarang libur Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah pandemi Covid-19. Pengumuman calon peserta KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75 dapat dilihat di  surat edaran Nomor B-0932/Un.10.0/L.1/PP.06/08/2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Total sementara peserta KKN yaitu 2.130 mahasiswa, dengan rincian 548 mahasiwa FITK, 379 FSH, […]

  • FEBI Komitmen Tindak Lanjuti Go Green and Smart Campus

    FEBI Komitmen Tindak Lanjuti Go Green and Smart Campus

    • calendar_month Jum, 13 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 636
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Program FEBI Go Green menjadi bagian dari rangkain acara peringatan Hari Ulang Tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang yang keenam. Program ini  ditandatangani oleh Imam Taufiq, Rektor UIN Walisongo Semarang besera Dekan dan Wakil Dekan FEBI. Jumat, (13/12/2019) “Penandatanganan FEBI Go Green adalah bentuk komitmen untuk mendukung gerakan Go Green and Smart […]

  • Duta PBS; Ajang Gali Potensi dan Jati Diri Mahasiswa

    Duta PBS; Ajang Gali Potensi dan Jati Diri Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 21 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 846
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) D3 dan S1 Perbankan Syariah (PBS) mengadakan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Perbankan Syariah bertajuk “Membangun Insan Perbankan yang Profesional”. Selasa, (21/11/2017). Acara yang bertempat di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang tersebut merupakan bagian dari Semarak Expo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 2017. Nur Huda dalam sambutannya […]

  • Mahasiswa Fisika Cetuskan Sistem Monitoring Tambak Udang Berbasis Internet

    Mahasiswa Fisika Cetuskan Sistem Monitoring Tambak Udang Berbasis Internet

    • calendar_month Rab, 17 Okt 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 833
    • 0Komentar

      lpminvest.com- Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) merupakan ajang kompetisi untuk Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) tingkat Regional UIN, dan IAIN Se-Indonesia. Salah satu cabang lomba yang diperlombakan adalah Inovasi Teknologi Tepat Guna (ITTG), dimana setiap peserta diwajibkan membuat suatu temuan baru berbasis teknologi dalam rangka meningkatkan pemberdayaan sumber daya alam. Salah satu inovasi menarik […]

expand_less