Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Makna Cinta Keluarga

Makna Cinta Keluarga

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
  • visibility 816
  • comment 0 komentar
Judul: Keluarga Cemara Jenis Film	: Drama Produser	: Anggia Kharisma, Gina S. Noer Sutradara	: Yandi Laurens Produksi	: Sinema Pictures Peresensi	: Iswatun Ulia

Sumber: google.co.id

Judul Keluarga Cemara
Jenis Film Drama
Produser Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Sutradara Yandi Laurens
Produksi Sinema Pictures
Presensi

Iswatun Ulia

Menjadi keluarga ideal merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Lantas sebenarnya citra keluarga ideal itu seperti apa? Apakah mereka yang berlimpahan materi sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan, atau bahkan sebaliknya?

Melalui film yang disutradarai oleh Yandi Laurens ini bisa menjadi salah satu contoh citra keluarga yang ideal. Meski idealitas merupakan subjektivitas bagi setiap orang dan tidak bisa diuniversalkan. Film yang menggambarkan kehidupan harmonis dalam keluarga ini diperankan oleh Ringgo Agus Rahman selaku Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT 48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara.

Dalam film tersebut, Abah adalah sosok Ayah yang sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu siap meski dalam  situasi yang sangat sulit sekalipun. Sedangkan Emak, adalah sosok perempuan yang cerdas. Emak mampu mendidik, menerima, dan menguatkan Abah dalam kondisi bagaimanapun.

Dalam film ini, rumah Abah disita oleh debt collector karena hutang perusahaan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya, Fajar. Penyitaan dilakukan pada saat pelaksanaan pesta ulang tahun Euis yang ke-13 tahun. Akibat penyitaan tersebut, Abah dan keluarga harus tinggal di kantor untuk sementara waktu. Sempat meminta bantuan advokat untuk meminta kembali hak  milik rumahnya, namun kasusnya kalah di pengadilan. Sehingga mengakibatkan keluarganya jatuh miskin, bahkan mungkin untuk selamanya.

Akibat kejadian tersebut terpaksa Abah, Emak, Euis dan Ara harus tidur di ruangan kerja Abah di kantor, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya Abah teringat akan rumah masa kecilnya yang merupakan rumah warisan peninggalan Aki (ayah Abah) yang berada di Jawa Barat.

Menempati rumah sederhana dan jauh dari perkotaan menjadi kehidupan baru yang harus dilalui oleh keluarga Abah, terutama untuk Euis dan Ara. Terlebih Euis, yang harus berpisah dari teman-temannya yang berada di Jakarta dan berpindah ke sekolah dengan fasilitas yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya. Sama halnya Ara yang saat ini juga mulai bersekolah. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru.

Abah mencoba mencari pekerjaan baru namun nahasnya, Abah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria karyawan yang dicari oleh perusahaan. Kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi memutuskan Abah untuk bekerja menjadi seorang kuli bangunan, bersama dengan kawan masa kecilnya Romli. Abah bekerja keras, pagi siang dan malam. Tidak juga beristirahat, seperti kawan-kawannya meski sebenarnya Abahpun lelah. Sampai pada akhirnya Abah terjatuh dari ketinggian saat hendak mengambil adukan semen bangunan. Akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, Abah mengalami patah kaki sebelah kanan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah peribahasa yang pantas disematkan oleh keluarga Abah. Kesulitan datang bertubi-tubi, terlebih pada saat mengetahui bahwa Emak sedang hamil. Kondisi Abah yang tidak dapat bekerja lagi, sedang harus membiayai sekolah Ara dan Euis serta kehamilan yang semakin membesar, menjadikan Emak memutuskan untuk berjualan Opak singkong. Setiap hari, Euis dengan terpaksa harus membawa dagangannya ke sekolahan untuk dijual kepada teman-temannya. Akibat cibiran dari kawan-kawannya, menjadikan Euis marah kepada Abah dengan menyalahkan kondisi yang Euis alami sekarang. Kondisi yang sangat jauh berbeda dibandingkan dulu. Euis menginginkan agar pindah ke Jakarta dan kembali hidup dengan kondisi, fasilitas, dan teman-temannya yang dulu.

Namun, untuk berpindah ke Jakarta tentu membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Mulai dari tempat tinggal, biaya sekolah dan biaya hidup lainnya sedangkan kondisi keluarga saat ini terbilang jauh dari cukup. Namun, sebagai Abah yang menginginkan kebahagiaan putrinya, Abahpun dengan terpaksa memutuskan untuk menjual rumah warisan Aki untuk pindah ke Jakarta.

Namun berbeda dengan Ara, Ara yang masih berusia sekitar enam tahun itu, justru memiliki pandangan yang berbeda. Kondisi serba sederhana yang saat ini sedang dialami justru menjadikan Ara bahagia. Dikarenakan Ara bisa satu kamar dengan kakak perempuannya, teh Euis, dan setiap hari bisa berkumpul dengan Abah dan Emak. Kebersamaan yang dulu jarang ia dapatkan meski hidup penuh dengan kecukupan. Lambat laun, hal tersebut juga dirasakan oleh Euis. Euis pun tidak menginginkan lagi pindah ke Jakarta. Situasi saat ini yang bisa berkumpul bersama setiap harinya adalah segalanya.

Malam hari, Abah mendapatkan kabar bahwa Emak melahirkan di Rumah Sakit. Ragil, adalah bayi laki-laki yang kini melengkapi kebahagiaan Abah, Emak, Euis dan Ara. Tak hanya Ragil yang merupakan hadiah keluarga, melainkan juga kehadiran sertifikat rumah yang ternyata tidak jadi dijual sebagaimana yang diinginkan Euis dan Ara. Pada akhirnya, mereka tinggal dalam rumah warisan Aki. Meski terbatas materi, namun berlimpah kebahagiaan.

Keluarga adalah relasi yang saling menguatkan. Mengubah yang  sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, sempit menjadi sempat, sedikit menjadi cukup dan tangis menjadi bahagia. Karena sesungguhnya, harta yang paling berharga adalah keluarga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shihabudin; Pemuda Objek dan Penyelesai Masalah

    Shihabudin; Pemuda Objek dan Penyelesai Masalah

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Seminar Kepemudaan dengan tema “Mengoptimalkan Peran Pemuda dalam Merealisasikan Nilai-Nilai Nasionalis yang Berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah”. Seminar diadakan di Auditoriun II Kampus 3 UIN Walisongo. Jumat, (24/3/2017). Seminar yang merupakan bagian dari serangkaian Forum Silaturahmi Mahasiswa (FORSIMA) PAI se-Jawa Tengah ini […]

  • Gedung Belum Memadahi, UIN Walisongo Buka Tiga Fakultas baru.

    Gedung Belum Memadahi, UIN Walisongo Buka Tiga Fakultas baru.

    • calendar_month Ming, 8 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 730
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sebagai tindak lanjut Bertransformasinya IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meresmikan tiga Fakultas baru. Rabu, (4/11/2015). Acara yang dilaksankan di Auditorium II kampus III UIN Walisongo ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, serta perwakilan dari Polisi Daerah (POLDA) Jawa Tengah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kantor wilayah (KANWIL) agama Propinsi Jawa […]

  • QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Langit petang membersamai Dela (20) yang sedang membeli cemilan tahu gejrot di depan samping kiri gerbang kampus III UIN Walisongo Semarang pada hari kamis (05/10/23). Ia menempuh perjalanan yang ramai dan lancar sekitar 10 menit dari tempat tinggalnya demi sebuah tahu gejrot yang lezat dan bergizi. “Jajan di (penjual) tahu gejrot udah 2 kali,” jawabnya. […]

  • UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 747
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo gelar wisuda dengan meluluskan 609 orang yang terdiri dari 4 doktor, 25 orang magister (S2), dan sebanyak 580 Sarjana pada Selasa (8/11/2022). Wisuda dengan gelaran Sidang Senat Terbuka itu bertempat di Kampus 3 Auditorium 2 UIN Walisongo secara luring. Acara besar tersebut menjadi acara wisuda terakhir kalinya di tahun 2022 ini. Pembukaan […]

  • Kekuatan Batu Akik

    Kekuatan Batu Akik

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Lpminvest.com, NGALIYAN-Saat dijumpai dipelataran jalan, di sebelah gang samping kiri SMP 16 di kota Ngaliyan, para penjual  batu akik masih sibuk melayani pertanyaan. Ardi yang kerap disapa gendut itu masih asik mengosok-gosokan sebuah batu pada papan datar mirip batu yang digenggamnya. Rabu 1 Juli 2015 lalu. Deddy juga tidak kalah dengan rekannya. Persis duduk di […]

  • Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 904
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa. Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir […]

expand_less