Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Makna Cinta Keluarga

Makna Cinta Keluarga

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
  • visibility 676
  • comment 0 komentar
Judul: Keluarga Cemara Jenis Film	: Drama Produser	: Anggia Kharisma, Gina S. Noer Sutradara	: Yandi Laurens Produksi	: Sinema Pictures Peresensi	: Iswatun Ulia

Sumber: google.co.id

Judul Keluarga Cemara
Jenis Film Drama
Produser Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Sutradara Yandi Laurens
Produksi Sinema Pictures
Presensi

Iswatun Ulia

Menjadi keluarga ideal merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Lantas sebenarnya citra keluarga ideal itu seperti apa? Apakah mereka yang berlimpahan materi sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan, atau bahkan sebaliknya?

Melalui film yang disutradarai oleh Yandi Laurens ini bisa menjadi salah satu contoh citra keluarga yang ideal. Meski idealitas merupakan subjektivitas bagi setiap orang dan tidak bisa diuniversalkan. Film yang menggambarkan kehidupan harmonis dalam keluarga ini diperankan oleh Ringgo Agus Rahman selaku Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT 48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara.

Dalam film tersebut, Abah adalah sosok Ayah yang sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu siap meski dalam  situasi yang sangat sulit sekalipun. Sedangkan Emak, adalah sosok perempuan yang cerdas. Emak mampu mendidik, menerima, dan menguatkan Abah dalam kondisi bagaimanapun.

Dalam film ini, rumah Abah disita oleh debt collector karena hutang perusahaan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya, Fajar. Penyitaan dilakukan pada saat pelaksanaan pesta ulang tahun Euis yang ke-13 tahun. Akibat penyitaan tersebut, Abah dan keluarga harus tinggal di kantor untuk sementara waktu. Sempat meminta bantuan advokat untuk meminta kembali hak  milik rumahnya, namun kasusnya kalah di pengadilan. Sehingga mengakibatkan keluarganya jatuh miskin, bahkan mungkin untuk selamanya.

Akibat kejadian tersebut terpaksa Abah, Emak, Euis dan Ara harus tidur di ruangan kerja Abah di kantor, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya Abah teringat akan rumah masa kecilnya yang merupakan rumah warisan peninggalan Aki (ayah Abah) yang berada di Jawa Barat.

Menempati rumah sederhana dan jauh dari perkotaan menjadi kehidupan baru yang harus dilalui oleh keluarga Abah, terutama untuk Euis dan Ara. Terlebih Euis, yang harus berpisah dari teman-temannya yang berada di Jakarta dan berpindah ke sekolah dengan fasilitas yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya. Sama halnya Ara yang saat ini juga mulai bersekolah. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru.

Abah mencoba mencari pekerjaan baru namun nahasnya, Abah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria karyawan yang dicari oleh perusahaan. Kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi memutuskan Abah untuk bekerja menjadi seorang kuli bangunan, bersama dengan kawan masa kecilnya Romli. Abah bekerja keras, pagi siang dan malam. Tidak juga beristirahat, seperti kawan-kawannya meski sebenarnya Abahpun lelah. Sampai pada akhirnya Abah terjatuh dari ketinggian saat hendak mengambil adukan semen bangunan. Akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, Abah mengalami patah kaki sebelah kanan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah peribahasa yang pantas disematkan oleh keluarga Abah. Kesulitan datang bertubi-tubi, terlebih pada saat mengetahui bahwa Emak sedang hamil. Kondisi Abah yang tidak dapat bekerja lagi, sedang harus membiayai sekolah Ara dan Euis serta kehamilan yang semakin membesar, menjadikan Emak memutuskan untuk berjualan Opak singkong. Setiap hari, Euis dengan terpaksa harus membawa dagangannya ke sekolahan untuk dijual kepada teman-temannya. Akibat cibiran dari kawan-kawannya, menjadikan Euis marah kepada Abah dengan menyalahkan kondisi yang Euis alami sekarang. Kondisi yang sangat jauh berbeda dibandingkan dulu. Euis menginginkan agar pindah ke Jakarta dan kembali hidup dengan kondisi, fasilitas, dan teman-temannya yang dulu.

Namun, untuk berpindah ke Jakarta tentu membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Mulai dari tempat tinggal, biaya sekolah dan biaya hidup lainnya sedangkan kondisi keluarga saat ini terbilang jauh dari cukup. Namun, sebagai Abah yang menginginkan kebahagiaan putrinya, Abahpun dengan terpaksa memutuskan untuk menjual rumah warisan Aki untuk pindah ke Jakarta.

Namun berbeda dengan Ara, Ara yang masih berusia sekitar enam tahun itu, justru memiliki pandangan yang berbeda. Kondisi serba sederhana yang saat ini sedang dialami justru menjadikan Ara bahagia. Dikarenakan Ara bisa satu kamar dengan kakak perempuannya, teh Euis, dan setiap hari bisa berkumpul dengan Abah dan Emak. Kebersamaan yang dulu jarang ia dapatkan meski hidup penuh dengan kecukupan. Lambat laun, hal tersebut juga dirasakan oleh Euis. Euis pun tidak menginginkan lagi pindah ke Jakarta. Situasi saat ini yang bisa berkumpul bersama setiap harinya adalah segalanya.

Malam hari, Abah mendapatkan kabar bahwa Emak melahirkan di Rumah Sakit. Ragil, adalah bayi laki-laki yang kini melengkapi kebahagiaan Abah, Emak, Euis dan Ara. Tak hanya Ragil yang merupakan hadiah keluarga, melainkan juga kehadiran sertifikat rumah yang ternyata tidak jadi dijual sebagaimana yang diinginkan Euis dan Ara. Pada akhirnya, mereka tinggal dalam rumah warisan Aki. Meski terbatas materi, namun berlimpah kebahagiaan.

Keluarga adalah relasi yang saling menguatkan. Mengubah yang  sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, sempit menjadi sempat, sedikit menjadi cukup dan tangis menjadi bahagia. Karena sesungguhnya, harta yang paling berharga adalah keluarga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terobosan Baru Prodi S1 PBS; Kuliah Sambil Outbound

    Terobosan Baru Prodi S1 PBS; Kuliah Sambil Outbound

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 724
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Progam Studi baru S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo telah merancang terobosan baru mengenai kegiatan belajar-mengajar yang akan dilaksanakan pada semester genap mendatang. Pada semester gasal lalu, jurusan baru ini telah melaksanakan evaluasi prodi dengan Subbag Akademik untuk mengetahui perkembangan akademik mahasiswa; dengan mengumpulkan koordinator-koordinator kelas untuk evaluasi penilaian dan […]

  • Perlahan Kurayakan

    Perlahan Kurayakan

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Oleh: Nazalatun Najwa Tentang gelisah Selalu berkecamuk di pikiran Apa benar kisah kita telah usai? Atau istirahat kedua kalinya lalu kembali memulai? Apa benar kita menjadi asing? Atau hanya kembali menunggu semesta yang menyunting? Naasnya, yang kau sampaikan ternyata sebuah ultimatum terakhir Menuntut jawaban atas pertanyaan bodoh itu Sayang… masikan kau ingat Insiden yang kita […]

  • Webinar Daring KKN RdR Kelompok 6 UIN Walisongo; Tingkatkan Literasi Financial Planning

    Webinar Daring KKN RdR Kelompok 6 UIN Walisongo; Tingkatkan Literasi Financial Planning

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 748
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 77 adakan webinar daring Financial Planning dengan tajuk “Uang Habis Sebelum Tanggal 1? Kenapa Nggak Financial Planning Aja.” Menggandeng Lembaga Investor Saham Pemula (ISP Semarang) pada Minggu, (7/11/2021), webinar bertujuan untuk meningkatkan literasi tentang financial planning. Memanfaatkan platform Zoom, kegiatan berjalan dengan baik. […]

  • Peserta Seminar Motivasi Membludak, Antrian Mengular

    Peserta Seminar Motivasi Membludak, Antrian Mengular

    • calendar_month Kam, 29 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 711
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Road Show Seminar Motivasi bertajuk “Spirit of Indonesia” mengundang antusiasme mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Seminar hasil kerjasama Kami Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dan UIN Walisongo menyedot lebih dari seribu peserta. Banyaknya peserta membuat antrian mengular dari pintu masuk ruang acara hingga samping Kantor Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH). Antusiasme peserta […]

  • Belajar dariKebijakan Ekonomi Kontroversial Umar bin Khattab

    Belajar dariKebijakan Ekonomi Kontroversial Umar bin Khattab

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Tanpa konflik hidup kurang menarik. Begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan Indonesia dewasa ini yah Investers. Bukan berarti sejak dulu tidak ada konflik, hanya saja akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang cengeng dan sensi menghadapi situasi. Sehingga masalah kecil terkesan dibesar-besarkan dan menjadi viral di media sosial. Salah satu masalah terkini yang paling menyulut kontroversi […]

  • Pemilihan Duta Prodi Meriahkan Festival Perbankan 7.0

    Pemilihan Duta Prodi Meriahkan Festival Perbankan 7.0

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 736
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Festival Perbankan 7.0 ditutup dengan malam puncaknya, bertempat di Gedung Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang pada Selasa (8/11/2022). Acara  tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah UIN Walisongo dan beberapa juri dari jajaran dosen prodi. Acara dimeriahkan dengan pemilihan Duta Perbankan serta mendapat dukungan dari Ketua Program Studi Perbankan […]

expand_less