Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
  • visibility 711
  • comment 0 komentar

sumber : google
Oleh : Dwi Ari Apriliani

Sudah seyogyanya media berfungsi untuk membantu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera manusia. Media sendiri merupakan bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah. Dalam bahasa Indonesia, tepatnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televise, film, poster dan spanduk yang terletak di antara dua pihak atau golongan, dan sebagainya. Dalam konteks kali ini, media sebagai perantara informasi virus covid-19.

Sejauh ini media menginformasikan segala macam pengertian, proses, penyebab, dampak, pengendalian, pencegahan, tanda-tanda, bahkan mortalitas diberbagai penjuru dunia. Hal tersebut adalah wujud peran media terkhusus pers. Namun perlu digaris bawahi, tidak semua yang dibaca, dilihat, dan didengar masyarakat dapat mencerdaskan. Ada beberapa hal yang justru menjadi baku hantam untuk kejiwaan pembaca salah satunya yaitu informasi mortalitas.

Kenapa pewartaan di Indonesia lebih condong ke paradigma negatif? Misal saja informasi-informasi mortalitas selalu dimunculkan. Padahal justru ini dapat memicu gangguan kejiwaan yang membuat masyarakat selalu was-was dan tertekan. Sedikit menilik dari laman bbc.com, media di Cina justru memegang paradigma positif guna memberi semangat kepada sesama dan menanamkan pemikiran bahwa virus ini dapat dikendalikan, hanya informasi kesehatan yang disampaikan bukan moralitas. Tidak hanya itu, pemaparan kronologi hilangnya dua jurnalis Cina yaitu Fang Bin dan Chen Qiushi usai mengunggah video keadaan realitas di Wuhan juga sedikit dibahas.

Media di Indonesia relatif bebas? Hak asasi pers untuk menyampaikan kebenaran dan kritik sudah menjadi hal yang patut disebut kemerdekaan. Namun hal ini tidak berlaku di Cina, detik.com menyampaikan informasi dari Reporters Without Borders (bahasa Inggris)/ Reporteros Sin Fronteras (bahasa Spanyol) atau kita biasa menyebutnya Organisasi Reporter Tanpa Batas Negara, dimana tertulis bahwa dibanding negara lain Jurnalis Cina pada tahun 2019 memiliki angka tertingi yang ditahan di jeruji besi yaitu 120 pekerja media, dan lebih dari 40 persen dari mereka adalah citizen journalist. Namun tidak menyoal kebebasan jurnalis, di sini hilangnya kebebasan jurnalis di Cina dalam pandemi justru memiliki dampak positif yaitu untuk tetap menjaga kesehatan mental masyarakatnya. Bisa dibayangkan dalam kondisi yang berbahaya ditambah bermunculan tulisan, gambar atau video mortalitas dampak virus ini yang bisa diakses di media mana saja tentu berpengaruh dalam setiap aktivitas kita. Singkatnya, kita sedikit bisa meniru bagaimana media di Cina bisa memengaruhi kesehatan mental masyarakatnya yaitu dengan menyuguhkan hal-hal yang positif untuk dirangsang saraf.

Melihat data di atas, apakah media di Indonesia hanya mencari eksistensi dan meningkatkan viewers dibanding ketepatan informasi sesuai kebutuhan masyarakat? Berangkat dari pertanyaan tersebut, yang ditekankan pemerintah hanyalah penanggulangan berita hoax. Per senin lalu, (23/3/2020) dilangsir dari kompas.com ada 44 kasus yang ditangani Mebes Polri terkait berita hoax virus korona. Padahal jurnalis wajib memiliki disiplin ilmu verifikasi yang harus menjadi pegangan dalam setiap karya.

Dalam kondisi pandemi, peran media khususnya jurnalis sudah seharusnya memberi informasi yang tepat dalam memahami situasi. Pandemi adalah istilah yang menggambarkan sebuah wabah pathogen baru yang menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain di beberapa negara atau benua, serta bersifat menular dan memiliki garis infeksi berkelanjutan.

Lalu apa sebenarnya peran media dalam kondisi pandemik seperti ini? Salah satunya yaitu sebagai panduan. Dalam chanel youtube Remotivi diungkapkan bahwa dalam Journal of Theoretical Biology (2016) yang berjudul Media Coverage and Hospital Notifications: Correlations Analysis and Optimal Media Impact Duration to Manage a Pandemic menghasilkan sebuah penelitian dimana ada korelasi antara peliputan media dengan penurunan penularan. Menurut peneliti, media dalam hal ini memiliki potensi dalam memengaruhi masyarakat dalam bertindak. Setiap informasi dan panduan di media baik itu cara hidup sehat, himbauan menghindari tempat berisiko menularkan. Tentu, dalam hal ini media lebih memiliki peranan untuk memberikan rasa aman ke masyarakat daripada harus menyampaikan informasi atau isu sensasional yang jusru mengganggu kejiwaan seseorang.

Selain itu, peran media juga mampu menekan pemerintah untuk segera mengambil tindakan yang berkaitan dengan pandemik. Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah di ranah pendidikan yaitu sistem pembelajaran daring. Ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk menekan dan meminimalisasi dampak lanjutan adanya virus covid-19, lain cerita ketika sistem ini membuat pelajar ataupun mahasiswa yang mengeluhkan jaringan internet ataupun tugas yang menumpuk.

Ketika berbicara panjang lebar terkait media, mari kita sama-sama mengambil peran untuk mencerdaskan diri sendiri dan masyarakat. Bisa dimulai dari menghidupkan notifikasi media sosial yang sumbernya jelas, kita bisa merujuk pada laman idntimes.com yang menegaskan bahwa ada 43 ribu media online dan hanya 168 yang professional. Salam Pers.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parade Budaya Turut Meriahkan PBAK UIN Walisongo

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 710
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo  2017 turut dimeriahkan oleh penampilan Parade Budaya. Pementasan budaya bertempat di lapangan utama pelaksanaan upacara pembukaan, lapangan sepakbola Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pertunjukkan parade budaya ini menampilkan berbagai kesenian meliputi; tari Gambang Semarang oleh kelompok tari mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD); Pemeragaan […]

  • Sempat Salah Paham, Genwa 2019 Akhirnya Berhasil Kreasikan 5000 Balon

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 684
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Flash Mob dan kreasi 5000 balon mewarnai pagi generasi walisongo (genwa) sebutan mahasiswa baru (maba) UIN Walisongo. Acara pembuka hari pamungkas Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tersebut berlangsung di lapangan utama kampus III UIN Walisongo Semarang. Nur Khotimah, koordinator Tim Kreatif PBAK 2019 menuturkan kreasi 5000 balon yang sesuai warna bendera fakultas […]

  • Aksi Unjuk Rasa Tolak Perppu Ciptaker; Massa di Represi Aparat

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 635
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Seruan aksi pada Selasa (14/03/23) di depan Kantor DPRD Jawa Tengah (Jateng) bertajuk “Rakyat Jawa Tengah Tolak Perppu Cipta Kerja” yang di Inisiasi oleh Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Jateng yang melibatkan kawan-kawan mahasiswa se-Semarang raya dan para buruh serta elemen masyarakat berujung mendapatkan represifitas aparat terhadap massa aksi. Adapun dalam aksi “Rakyat Jawa Tengah Tolak […]

  • AKU INDONESIA

    • calendar_month Kam, 16 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Koruptor, Mereka memanggilku Orang kaya makan orang miskin Orang miskin makan raskin Pejabat lemah iman makan rakyat Rakyat makan hati sebab melarat Miskin, Mereka menjulukiku Rakyat kurang gizi Rumah-rumah kumuh berdomisili Gelandangan di jalanan mengais rezeki Bodoh, Mereka memandangku Warga negara sendiri menganggur Warga negara asing panen anggur Sumber daya alam tak bisa mengatur Tuan […]

  • Konsep Z Corner di Kampus, UIN Walisongo Jadi yang Pertama

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 865
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memperingati anniversary yang ke-10 pada Jum’at (17/11/23), bertempat di halaman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 3 UIN Walisongo tepatnya di depan Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Anniversary tahun ini mengusung nama FEBI Devolution. Acara ini dihadiri oleh para dosen, civitas akademik , mahasiswa, dan […]

  • Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 746
    • 0Komentar

    “Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” (Prof. Muhibbin). lpminvest.com– Dalam rangka meneguhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai kampus yang moderat, segenap Guru Besar dan jajaran akademisi UIN Walisongo menyelenggarakan […]

expand_less
Exit mobile version