Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 16 Agu 2017
  • visibility 944
  • comment 0 komentar
Sumber ilustrasi :http://ilustrasiindonesiamerdeka.com

Sumber ilustrasi:http://ilustrasiindonesiamerdeka.com

Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alam yang melimpah bak surga dunia, begitu menggoda negara Eropa, seperti Portugis, Belanda, Inggris, bahkan yang sedaratan Asia dengan Indonesia, Jepang.

Sejenak menilik sejarah, Portugis pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia di bawah pimpinan D’Abreu pada 1512 tepatnya di Ternate. Awal tujuan ke Indonesia hanya untuk mendapatkan rempah-rempah. Portugis pun bersikap baik kepada rakyat Ternate. Namun seiring berjalannya waktu Portugis berubah haluan ingin menguasai Indonesia. Inilah perjuangan kemerdekaan Indonesia dimulai.

Setelah Portugis, Belanda datang dengan pasukannya pada 1596 di Pelabuhan Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer. Sama halnya dengan Portugis, pada mulanya Belanda hanya berdagang rempah-rempah. Namun,  Belanda memonopoli perdagangan rempah-rempah dan menjajah Indonesia. Untuk melancarkan keinginannya itu, Belanda membentuk Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau serikat Perusahaan Hindia Belanda. Lamanya penjajahan Belanda membuat duka bagi rakyat Indonesia yang sesungguhnya merupakan negara sendiri.

Setelah Belanda, pada 1811 Inggris mulai berkuasa di Indonesia setelah berhasil memukul keluar Belanda. Kekuasaan Inggris di Indonesia dipimpin oleh Sir Thomas Steamford Raffles sebagai gubernur jendral yang memegang kendali East Indian Company (EIC) di Indonesia.

Tak berlangsung lama Belanda berhasil menanamkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Kesempatan kedua ini sangat dimanfaatkan Belanda untuk menguasai Indonesia. Belanda pun mengeruk kekayaan alam Indonesia dengan mempekerjakan rakyat Indonesia. Pelaksanaan tanam paksa Belanda memberikan dampak luar biasa bagi rakyat Indonesia. Kemiskinan, penderitaan fisik dan mental berkepanjangan tak mampu terelakkan. Bahkan tidak sedikit rakyat Indonesia yang meninggal akibat kelaparan.

Melihat potensi Indonesia, Jepang pun melancarkan aksinya di Indonesia. Jepang pertama kali mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur pada 11 Januari 1942. Dengan cepat Jepang mampu menaklukkan daerah-daerah di Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan Belanda, Jepang juga melakukan tanam paksa yang tak kalah perihnya. Rakyat Indonesia dijadikan pasukan perang untuk memenuhi kebutuhan militer Jepang. Tidak cukup sampai disitu, Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia sebagai tenaga kerja murah yang diperlakukan dengan sangat keji.

Kondisi Indonesia yang semakin memburuk menjadikan rakyat Indonesia sadar bahkan berontak. Mereka bersatu membela negara untuk memperjuangkan kemerdekaan. Perlawanan demi perlawanan di berbagai daerah terus digencarkan, bahkan tidak sedikit pahlawan Indonesia yang gugur di medan perang. Perjuangan rakyat Indonesia selama beradab-abad, mengorbankan harta dan nyawa akhirnya berhasil direbut setelah kedudukan Jepang semakin terdesak pada saat Perang Dunia II.

Pada 1 Maret 1945 Jepang menjajikan kemerdekaan  bagi Indonesia. Sebagai buktinya Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas BPUPKI adalah menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan segala yang diperlukan bagi berdirinya negara Indonesia yang merdeka.

Sidang BPUPKI I dilaksanakan pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Sidang ini merumuskan dasar negara yang kemudian diberi nama Jakarta Chapter atau Piagam Jakarta. Adapun Pancasila yang kita kenal merupakan penyempurnaan dari Piagam Jakarta. Sidang BPUPKI II berlangsung pada 10 Juli sampai dengan 17 Juli 1945, membahas rancangan undang-undang dasar. Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI berhasil mengesahkan rumusan dasar negara setelah beberapa kali mengalami perubahan. Tepat pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB  bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, Ir. Soekarno ditemani Drs. Moh. Hatta membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Jika ditilik lebih jauh, hakikat kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan secara fisik (dalam hal ini perang) akan tetapi merdeka dari segala bentuk penjajahan dan intervensi di berbagai lini kehidupan. Hal tersebutlah yang sampai saat ini masih menjadi perjuangan rakyat Indonesia. Sejak saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan itu pula perjuangan baru Indonesia dimulai. Berjuang agar Indonesia mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat, mandiri serta berkecukupan dan menjadi Indonesia yang merdeka seutuhnya.

Peringatan hari kemerdekaan negara Indonesia yang ke-72 ini sudah semestinya menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat untuk semakin bebenah diri. Di usia yang semakin matang seharusnya menjadikan para pemangku kepentingan negara semakin dewasa dalam menyelesaikan permasalahan Indonesia. Rakyat Indonesia harus membuka mata, telinga, juga hati agar Indonesia semakin merangkak maju.

Oleh karenanya, peringatan hari kemerdekaan juga merupakan ajang meningkatkan nasionalisme. Terutama bagi para generasi penerus bangsa agar tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan dan tidak terkena paham-paham radikal yang saat ini kian merongrong Negara Indonesia.

Pepatah mengatakan, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Sebagai anak bangsa sudah semestinya kita meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela Indonesia. Di era milineal ini tentu tidak lagi dengan mengangkat senjata, akan tetapi melalui karya nyata yang akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Sudah menjadi tugas seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu maju melalui karya nyata. (Amimah_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekarang, Mahasiswa Bisa Lebih Sering Makan Di Restoran.

    Sekarang, Mahasiswa Bisa Lebih Sering Makan Di Restoran.

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 872
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sekarang, dengan jumlah uang sedikit di dompet, anda boleh makan enak di Restoran. Share Foods sebagai media berbagi makan, peluang dan keuntungan hadir di UIN Walisongo Semarang (01/03/2016). Program ini menawarkan suasana makan ala resto untuk mahasiswa dengan harga khusus dari mitra Share Foods. Anda dapat menikmati fasilitas seperti, Wifi, tempat makan representatif dan […]

  • Kelompok 93 KKN RdR Ciptakan Mars untuk TPQ Miftahul Huda sebagai Cenderamata

    Kelompok 93 KKN RdR Ciptakan Mars untuk TPQ Miftahul Huda sebagai Cenderamata

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 929
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Selasa (3/11/20) Kelompok 93 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 UIN Walisongo mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Hal tersebut dalam rangka program kerja kelompok sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan dan dakwah. Pengabdian ini dilaksanakan di TPQ NU 27 Miftahul Huda yang berlokasi di Dusun Welang, Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, […]

  • Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah Maya Sofiah (PU LPM Invest tahun 2017-2018), Pipit Larasati (Sekretaris umum LPM Invest tahun 2016-2017), dan Siti Rahmawati (Bendahara umum LPM Invest tahun 2017-2018), kini Agus Tri Budiyarno (Kru LPM Invest angkatan 2014) juga mengantongi predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada Pelepasan Wisuda ke-10 FEBI Tahun 2019 […]

  • UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 742
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis yang bertugas di wilayah sekitar kampus yakni Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Tambakaji, Puskesmas Purwoyoso dan Klinik Pratama UIN Walisongo. Kamis, 9/4/2020. Maka melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dibentuk UIN melakukan penggalangan dana melalui donasi para pimpinan dan pegawai […]

  • Cabor Silat Sumbang Tujuh Medali untuk Febi

    Cabor Silat Sumbang Tujuh Medali untuk Febi

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil meraih tujuh medali dari cabang olahraga (cabor) silat pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan keterampilan (Orsenik) 2019. Cabor silat mempertandingkan tiga kategori, yaitu kategori laga, seni tunggal dan seni berganda. Lomba tersebut diselenggarakan di Auditorim I Kampus I UIN Walisongo Semarang. Kamis, (19/9/2019). Tujuh mendali yang […]

  • Sistem  GPN BI; Perlu Interkoneksi dan Interopebilitas Antarlembaga

    Sistem  GPN BI; Perlu Interkoneksi dan Interopebilitas Antarlembaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Sosialisai Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Bank Indonesia usai dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia cabang kota Semarang. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai mahasiswa dari universitas sekota Semarang. Kamis (14/11/2019). Irwan Daud, Departemen Elektronifikasi Bank Indonesia Pusat (Jakarta) memaparkan bahwa GNP adalah sistem untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). “Gerakan Pembayaran Nasional ini akan mendukung […]

expand_less