Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
  • visibility 947
  • comment 0 komentar

lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa.

Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir Hadist (HMJ–TH) Fakultas Ushuluddin (FU) mengundang Muhammad Yasser Arafat dan Ahmad Musyafiq, dalam acara Seminar Nasional dengan tema “Ta`aruf Tilawah Langgam Jawa”. Senin, (15/06/2015).

Dalam kesempatan tersebut (“Seminar Nasional”) yang bertempat di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang itu, Yasser menjelaskan bahwa, “Seni merupakan keindahan, hasil daripada kebudayaan. Tilawah merupakan seni suara dalam melantunkan ayat suci Al-Qur`an. Tidak ada yang lebih unggul baik tilawah Jawa ataupun tilawah Arab, keduanya merupakan hasil dari peradaban yang terikat oleh ruang dan waktu.” terangnya.

Masalah perbedaan, Kebudayaan orang jawa pastilah berbeda dengan kebudayaan orang Sumatra, orang Sulawesi, apalagi orang Arab. Apa yang dianggap indah orang Jawa pasti beda pula dengan apa yang dianggap indah oleh orang Sumatra, dan daerah lainya. “Meskipun kadang di titik tertentu kebudayaan “disana” bisa diterima “disini”, dan kebudayaan “disini” bisa pula diterima “disana”. tutur Yasser mengebu-gebu saat diwawancara kru Lpminvest.com.

Langgam Jawa sebetulnya sudah sejak dulu digunakan untuk melantunkan Al-Qur`an yang diajarkan oleh para wali. Yasser Arafat menceritakan satu kisah dirinya bersama temannya, “pernah suatu ketika saya bertilawah Jawa dihadapan seorang teman saya. Setelah saya selesai melantunkannya, sontak kawan saya bilang: persis kaya simbahku!, mbiyen simbahku yo ngono maca Qur`ane (dulu simbah saya juga begitu cara baca Qur`annya)”. tambahnya menjelaskan.

Kesaksian serupa juga ia dapatkan dalam ceramah di YOUTUBE yang diunggah tanggal 20 Mei 2015 kemarin. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, mengatakan bahwa kakeknya dahulu juga membacanya seperti itu (langgam Jawa), papar Yaser.

Banyak komentar dan cibiran pedas dari berbagai golongan: Ustadz, Ulama, Dai, dan qori` (Pakar Tilawah) via media nyata dan maya seperti; Facebook dan Twitter. Parahnya lagi, selepas ia melantunkan tilawah di Istana Negara, HP Yaser tak henti dihujani SMS yang menghujatnya bahkan mengaggapnya sebagai antek Liberalis. “semoga Allah melaknatmu!, begitu pesan yang saya terima,” ungkap Yasser.

“Pernah, salah satu Ustadz menuduh Yasser Arafat melalui komentar Facebook dan Twitter, saat melantunkan ayat suci di Istana Negara kala itu, Yasser melantunkannya menggunakan nada irama Dhandanggula dan atau Asmaradhana. Tapi dia keliru, saya sebenarnya melantunkannya dengan nada irama Sekar Macapat (Langgam Jawa). saya hanya bisa tertawa geli melihat komentar seperti itu tanpa didasari pengetahuan yang mempuni”. ungkap pria berkaca mata itu.

“Sekar Macapat sebenarnya memiliki makna yang sama dengan Rubaiyyat atau Langgam Arab. Sekar memiliki makna kembang sejati, yakni makrifatullah sedan,gkan Macapat terdiri dari tiga suku kata; “Mata” (mata) plus “Suca” (penglihatan) dan plus Ma`rifat (ma`rifat), Macapat artinya “mata yang melihat dengan makrifat”. Rubaiyyat itu sendiri merupakan syair-syair yang dikelompokkan kedalam tiap empat bait. Rubaiyyat mencirikan keruhanian, jadi orang yang masuk dalam Rubaiyyat atau Macapat telah disirami oleh petunjuk ma`rifat.”Demikian terang Yasser.

Menurut pria yang aktif sebagai dosen UIN Sunan Kaljaga itu, ia malah merasa ganjil dengan satu lagu dangdut milik Rhoma Irama yang di dalam liriknya mengandung ayat Al-Qur`an, mengapa yang seperti “ini” tidak dipermasalahkan. Ujarnya.
Yasser menegaskan bahwa dirinya siap bertatap muka untuk berdiskusi bersama dengan Ustadz, Ulama, atau Tilawah Internasional pun. dia akan memberikan argumen mengenai Langgam Jawa yang ia lantunkan “yang penting dalam rangka mentabayunkan masyarakat, bukan mencari benar atau salah.” Pungkasnya. (Firin-lpminvest.com)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Kreatif Ungkap Perihal Tujuan Dibalik Tarian Pompom

    Tim Kreatif Ungkap Perihal Tujuan Dibalik Tarian Pompom

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 737
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo menjadikan Flash MOB Color Fun sebagai salah satu rangkaian acara penutupan Pengenalan Budaya dan Kemahasiswaan (PBAK) 2018 kali ini. Acara tersebut diawali dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan melakukan tarian pompom serentak diiringi musik jingle PBAK. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengimplementasikan jargon PBAK 2018 yaitu “Cerdas dan Berkarya”. […]

  • LPM Invest dan Kubikal Institute Selenggarakan Pelatihan Metode Kuantitatif

    LPM Invest dan Kubikal Institute Selenggarakan Pelatihan Metode Kuantitatif

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 871
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Menggandeng Kubikal Institute dari Universitas Diponegoro, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo berhasil menyelenggrakan Pelatihan Metode Penelitian Kuantitatif untuk Tugas Akhir. Agenda yang berlangsung selama dua pekan ini, yakni 7-8 dan 14-15 Maret 2020 bertempat di kantor FEBI, Ruang Sidang lantai 2. (Sabtu, 07/03/2020). Bersama narasumber Salman […]

  • Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Minggu, (17/09/2023) Doah (53). Kala itu tengah rebahan sembari menonton televisi 16 inch di rumah kayunya di Dusun Timbulsloko, Sayung, Demak. Matanya tak bisa lepas dari drama di televisi tersebut yang menampilkan kemewahan sebuah kota. Hal itu kontras dengan kampungnya di Timbulsloko yang kini terancam tenggelam. Deburan ombak kecil ikut menemani Doah dalam fokusnya terdengar […]

  • Paku Bumi

    Paku Bumi

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Bumi masih Selalu Berotasi pada poros Jam pasir masih meruntuhkan butir waktu Sejuta candaanpun masih hiha hihi Datang tak terduga Menyelinap dan menyiksa diri Dunia bergejolak berujung bisu menungu satu langkah yg tak pasti Bumi menari becanda ria Melihat insan yg tercaci Terkurung bak dibui Mengharap semua pulih kembali

  • Industri Telekomunikasi Dambakan Uluran Tangan Pemerintah

    Industri Telekomunikasi Dambakan Uluran Tangan Pemerintah

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Riset operator telekomunikasi mengungkap bahwa penggunaan internet meningkat selama pandemi virus corona (COVID-19) diseluruh dunia. Kondisi ini seiring dengan adanya kebijakan physical distancing atau bahkan lockdown total yang diterapkan beberapa negara. Jutaan orang dipaksa untuk bekerja, belajar dan beraktivitas dari rumah atau kita biasa mengenalnya dengan istilah Work From Home (WFH). Sehingga kebutuhan akan internet […]

  • bearo w porównaniu do innych platform"> Zalety i wady <a href=bearo w porównaniu do innych platform">

    bearo w porównaniu do innych platform">Zalety i wady bearo w porównaniu do innych platform

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Key facts: Min deposit 10 PLN | Wagering 37x | Avg RTP 96.3% | Payouts 23-47h | 1,840 gier Bears Casino, now prominent w polskim rynku, przyciąga graczy swoją ofertą. Jednak jak wypada na tle innych platform? Analizując RTP, warunki bonusowe i wymagania dotyczące obrotu, zyskujemy lepszy obraz tego, co oferuje Bearo. Jak wygląda RTP […]

expand_less