Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 936
  • comment 0 komentar

Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  bukanlah langkah berani dalam pengelolaan keuangan negara melainkan tindakan ceroboh yang dapat menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.

Mengapa saya berpendapat demikian? Mari kita lihat faktanya.

Pertama, kelas menengah adalah motor utama konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jumlah kelas menengah menyusut sementara kelompok “menuju kelas menengah”  membengkak. Artinya banyak orang yang dulunya mapan kini turun kasta. Mereka bukan orang miskin yang mendapat bansos tetapi mereka juga bukan konglomerat yang menikmati Tax Holiday (pembebasan pajak). Mereka adalah kelompok yang menanggung beban hidup sendirian.

Kedua, kebijakan fiskal kita belakangan ini terasa tidak peka terhadap realitas ini. Kenaikan PPN menjadi 12% (jika diterapkan atau sedang berjalan) ditambah dengan wacana iuran-iuran baru (seperti Tapera atau asuransi wajib) merupakan pukulan telak. Logikanya sederhana ketika pendapatan yang bisa dibelanjakan  tergerus oleh pajak dan inflasi harga pangan masyarakat akan menahan belanja.

Contoh nyatanya sudah terlihat di depan mata. Lihatlah sepinya pusat perbelanjaan di kota-kota besar atau fenomena “makan tabungan” (mantab) yang tercermin dari penurunan rasio tabungan masyarakat di perbankan. Ketika kelas menengah berhenti belanja kopi, berhenti membeli baju baru, atau menunda ganti kendaraan, dampaknya langsung menghantam sektor riil. UMKM kehilangan pelanggan, pabrik mengurangi produksi, dan ujung-ujungnya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini adalah lingkaran setan yang diciptakan oleh kebijakan yang terlalu fokus pada angka penerimaan negara tetapi lupa pada subjek pembayar pajaknya.

Tentu saya memahami bahwa negara butuh dana untuk pembangunan dan membayar utang. Argumen pemerintah bahwa “pajak adalah gotong royong” memiliki dasar yang valid. Pembangunan infrastruktur dan hilirisasi memang membutuhkan biaya besar. Namun memeras spons yang sudah kering tidak akan menghasilkan air. Memaksakan pungutan tinggi di saat ekonomi lesu justru kontraproduktif karena akan mematikan daya beli yang menjadi basis penerimaan pajak itu sendiri.

Oleh karena itu pemerintah harus mengubah haluan. Solusinya bukan dengan menambah beban melainkan memberikan insentif. Pertama tunda atau batalkan kenaikan tarif PPN dan pajak konsumsi lainnya sampai indikator daya beli membaik secara signifikan. Kedua fokuskan anggaran pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak, karena sektor informal yang mendominasi saat ini tidak memberikan kepastian pendapatan. Ketiga kendalikan harga pangan dengan serius karena inilah pengeluaran terbesar masyarakat.

[Pengurus Invest Periode 25/26]

  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Konvoi dan Demo dari DEMA-U Tuai Kekecewaan dari Masa

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Aksi Perayaan Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ke-53 dilaksanakan yang bertempat di Landmark Pertigaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, bertajuk “53 Tahun UIN Walisongo Sudah Bisa Apa?” yang melibatkan mahasiswa UIN Walisongo, pada Kamis, (6/4/2023). Aksi konvoi dimulai dari kampus 2 sampai kampus 3, dan berkumpul dititik […]

  • Бонусы и азартные игры в Vavada на одном ресурсе

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 298
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Бонусы и азартные игры в Vavada для игроков Оптимальный способ получить максимум удовольствия – воспользоваться всеми предложениями, которые открывает вавада регистрация. Новички могут рассчитывать на приветственные пакеты, которые значительно увеличивают стартовый капитал, позволяя пробовать различные разновидности развлечений без риска. Разные акции постоянно обновляются, […]

  • Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alam yang melimpah bak surga dunia, begitu menggoda negara Eropa, seperti Portugis, Belanda, Inggris, bahkan yang sedaratan Asia dengan Indonesia, Jepang. Sejenak menilik sejarah, Portugis pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia di bawah pimpinan D’Abreu pada 1512 tepatnya di Ternate. Awal tujuan ke Indonesia hanya untuk mendapatkan rempah-rempah. Portugis […]

  • Dharma Wanita Persatuan FEBI Raih Juara Umum, Dekan FEBI; Perempuan Perlu Lebih Kreatif dan Inovatif

    • calendar_month Sab, 28 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 737
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi juara umum dalam acara Peringatan Dharma Wanita ke-20 dan Hari Ibu ke-91. Jumat, (27/12/2019). Perlombaan tersebut terdiri atas lima cabang lomba, yaitu merangkai sayur, merangkai buah, mengenakan dasi, lomba cerdas cermat, serta rias wajah dan berbusana. Keberhasian BWP […]

  • Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 3.186
    • 0Komentar

    Identitas Film  Judul               : Orang Kaya Baru Penulis            : Joko Anwar Sutradara         : Ody C. Harahap Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures Durasi             : 99 menit Rilis                : 24 Januari 2019 Negara            : Indonesia Bahasa            : Indonesia Sinopsis Film Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia […]

  • Semarak FEBI Bersholawat

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 690
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah baru saja resmi dilantik, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan program pertamanya yang bertajuk Febi Bersholawat. Acara perdana ini dilaksanakan di depan Kantor FEBI Kampus 3 UIN Walisongo. Selasa, (03/03/2015). Selain dihadiri oleh mahasiswa, dalam acara ini juga turut dihadiri Dekan, Wakil Dekan dan segenap pimpinan […]

expand_less
Exit mobile version