Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menjadi inspirasi Bagi UMKM di Indonesia

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menjadi inspirasi Bagi UMKM di Indonesia

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
  • visibility 1.757
  • comment 0 komentar

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi bagian penting dari sektor pertanian Indonesia. Sebagai bagian dari Penanaman Modal Asing (PMA), CPIN didirikan pada 7 Januari 1972 dan memulai operasinya secara komersial pada tahun yang sama. Perusahaan ini bergerak dalam pemeliharaan ayam ras, melakukan pemotongan dan pengepakan daging di rumah, mengolah dan mengawetkan daging-daging dan daging unggas, dan melakukan perdagangan besar binatang hidup dan produk terkait. Pakan ternak seperti HI – Pro-Vite, HI – Pro, Bintang, Bonnavite, Royal Feed, Turbo Feed, dan Tiji adalah merek yang dimiliki CPIN. Selain itu, terdapat pula produk hasil olahan daging ayam, seperti Golden Fiesta, Fiesta, Champ, Okey, Akumo, dan Asimo juga ada.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) adalah bagian dari Charoen Pokphand Group, yang didirikan pada tahun 1921 oleh dua bersaudara asal Cina bernama Chia Seow Nooy dan Shia Exchor. Pada awalnya, grup ini adalah toko benih kecil yang dikenal sebagai Chia Tai, tetapi sekarang menjadi salah satu konglomerat terbesar di dunia. Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari CPIN adalah Keluarga Jiaravanon.

Alamat Perusahaan CPIN terletak di Jalan Ancol VIII No. 1, Jakarta 14430, Indonesia dengan nomor Telepon : (62-21) 691-9999 (Hunting) Fax : (62-21) 690-7324 dan email perusahaan : investor.relations@cp.co.id3. Selain itu, perusahaan ini memiliki jaringan distribusi dan fasilitas produksi yang tersebar di seluruh Indonesia. Fasilitas-fasilitas ini termasuk pabrik pakan ternak, tempat pengeringan dan penyimpanan jagung, peternakan ayam, tempat penetasan telur, pabrik pengolahan makanan, dan toko ritel. Dengan sejarah yang panjang dan pengaruh besar di industri agribisnis, CPIN terus membantu perekonomian Indonesia dan memberikan konsumennya produk berkualitas tinggi.

Kisah sukses PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) adalah bukti nyata dari potensi dan kualitas yang dimiliki oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Bermula sebagai UMKM di bidang peternakan, CPIN telah berkembang menjadi salah satu konglomerat agribisnis terbesar di negeri ini. PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Limited adalah nama awal CPIN, yang didirikan pada tahun 1972.

Produksi pakan ternak adalah fokus utama perusahaan sebagai UMKM, yang berkontribusi pada pertumbuhan industri peternakan di Indonesia. CPIN telah memperluas jaringan ke berbagai wilayah di Indonesia berkat visi yang kuat dan manajemen yang efektif. Wilayah ini mencakup Cirebon, Sidoarjo, Medan, Tangerang, Serang, Lampung, Denpasar, Surabaya, Semarang, Bandung, Makassar, Salatiga, Gorontalo, dan Demak. Seiring berjalannya waktu, CPIN memperkuat posisinya di pasar pakan ternak dan memulai diversifikasi ke industri lain seperti pengolahan produk dan pengawetan produk daging, pembibitan ayam ras, serta pengepakan dan rumah potong. Melalui strategi diversifikasi ini, CPIN berhasil memperluas portofolio produknya dan meningkatkan ketahanan bisnisnya terhadap perubahan pasar.

Perjalanan CPIN sebagai UMKM berakhir pada tahun 1991 ketika perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Pada tanggal 18 Maret 1991, sahamnya mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan langkah ini, kapitalisasi pasar CPIN meningkat dan investor dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan. Dengan produk-produknya yang dikenal luas seperti pakan ternak (HI-Pro, HI-Pro-Vite, Bintang, Bonavite, Royal Feed, Turbo Feed, dan Tiji) dan produk pengolahan daging ayam seperti (Fiesta, Golden Fiesta, Champ, Okey, Akumo, dan Asimo), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) telah menjadi pemain utama di industri pertanian Indonesia hari ini.

Dengan aset yang terus meningkat dan penjualan yang mencapai triliunan rupiah, CPIN telah menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang menjadi perusahaan besar yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan strategi yang tepat.

Kisah CPIN menginspirasi UMKM lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan mencapai mimpi mereka. Dengan dukungan pemerintah dan ekosistem bisnis yang baik, tidak mustahil bagi UMKM lain untuk mengikuti jejak CPIN dan menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

produk dari PT. Pockphand

Kekayaan atau nilai keuangan dari PT ini, dapat diukur dari beberapa indikator keuangan utama. Berdasarkan laporan terbaru:

  • Pada tahun 2023, CPIN mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 61.615.850 juta.
  • Laba Bersih : Laba bersih CPIN pada kuartal III/2022 naik sebesar Rp 3,18 Triliun, dari Rp 2,67 triliun pada kuartal III/2021.
  • Total Aset : Jumlah aset CPIN dari 11,69% meningkat menjadi Rp 39,59 Triliun pada September 2022, dari Rp 35,44 triliun pada 31 Desember 2021.

CPIN memiliki beberapa fokus kinerja utama untuk tahun 2024, yang mencerminkan strategi pertumbuhan dan adaptasi perusahaan di tengah kondisi pasar yang dinamis :

  • Peningkatan Laba : CPIN membukukan keuntungan yang dapat diatribusikan pada entitas induk sebesar Rp 711,03 M. pada kuartal I 2024, meningkat signifikan hingga 195,1% dibandingkan periode tahun 2023.
  • Pertumbuhan Penjualan : Pada kuartal pertama tahun 2024, CPIN mencatat penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 15,9 triliun, meningkat 9,6% dibandingkan periode sebelumnya.
  • Manajemen Beban Pokok : Meskipun beban pokok perusahaan juga mengalami peningkatan, CPIN berhasil mencatatkan laba bruto sebesar Rp 587,8 miliar pada kuartal I 2024, meningkat 3,8% dari periode sebelumnya.
  • Target Pertumbuhan Pendapatan : Untuk tahun 2024, CPIN menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% -10%. Direktur CPIN menyatakan bahwa hasil dari target ini masih tergantung pada kondisi pasar, khususnya harga ayam.
  • Pemulihan Margin : Peningkatan pendapatan dan pemulihan margin diharapkan mendukung lonjakan laba bersih, didorong oleh harga ayam yang lebih tinggi selama bulan Ramadan.
  • Ekspansi Bisnis : CPIN juga mendapat kucuran dana kredit sindikasi dari Citibank N.A Indonesia senilai US$ 200 juta dan Rp 7,5 triliun, yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan ekspansi bisnis.

Di tahun 2024, CPIN berharap untuk mempertahankan pertumbuhan yang positif dan memperkuat posisinya di sektor pertanian Indonesia dengan fokus kinerja ini.

Referensi

Sejarah dan Profil Singkat CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk). https://britama.com/index.php/2012/10/sejarah-dan-profil-singkat-cpin/.

PT Charoen Pokphand Indonesia adalah Perusahaan di Bidang Agrobisnis …. https://www.liputan6.com/hot/read/5141544/pt-charoen-pokphand-indonesia-adalah-perusahaan-di-bidang-agrobisnis-ini-profilnya.

Sejarah dan Profil Singkat CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk). https://britama.com/index.php/2012/10/sejarah-dan-profil-singkat-cpin/. https://bing.com/search?q=sejarah+PT+Charoen+Pokphand+Indonesia+Tbk.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Profil dan Sejarah. https://syariahsaham.id/pt-charoen-pokphand-indonesia-tbk-cpin/.

Sejarah dan Profil CPIN, Produsen Telur dan Unggas di Indonesia. https://www.idxchannel.com/market-news/sejarah-dan-profil-cpin-produsen-telur-dan-unggas-di-indonesia.

2023 Annual Report. https://cp.co.id/wp-content/uploads/2024/04/Annual-Report-CPIN-2023.pdf.

Laba Bersih Charoen Pokphand (CPIN) Naik Jadi Rp3,18 Triliun. https://market.bisnis.com/read/20221101/192/1593523/laba-bersih-charoen-pokphand-cpin-naik-jadi-rp318-triliun.

Charoen Pokphand (CPIN) Raih Laba Bersih Rp3,8 Triliun pada 2020. https://market.bisnis.com/read/20210528/192/1398911/charoen-pokphand-cpin-raih-laba-bersih-rp38-triliun-pada-2020.

Profil Charoen Pokphand Indonesia, Emiten Produsen Pakan Ternak dan …. https://www.liputan6.com/saham/read/5201064/profil-charoen-pokphand-indonesia-emiten-produsen-pakan-ternak-dan-makanan-olahan-terbesar-di-ri.

Kinerja Charoen Pokphand (CPIN) Dinilai Masih Prospektif, Simak …. https://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-charoen-pokphand-cpin-dinilai-masih-prospektif-simak-rekomendasi-sahamnya.

2023 Annual Report. https://cp.co.id/wp-content/uploads/2024/04/Annual-Report-CPIN-2023.pdf.

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas kewirausahaan Prodi Perbankan Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang.

Nama               : Sipto Abdul Aziz

NIM                  : 2105036043

Editor               : Celine Irfanty

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KALAM FEBI SELENGGARAKAN KONGRES ALUMNI

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 183
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Keluarga Alumni Walisongo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (KALAM FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan sarasehan dan kongres II yang bertajuk “Meneguhkan Harmoni, Meneguhkan Persatuan”. Acara diselenggarakan di ballromm Allstay Hotel Semarang, dengan dihadiri oleh para pejabat dan alumni Febi. Minggu, (16/9). Lukman Hakim, selaku ketua Kalam Walisongo menyampaikan bahwa kongres alumni Febi merupakan pertama […]

  • Menjadi Mahasiswa Bidikmisi, Memotivasi Jamalul Lail untuk Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 263
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Sidang Senat Terbuka Wisuda Doktor (S-3) ke-32, Magister (S-2) ke-56, Sarjana (S-1) ke-89, dan Diploma (D-3) ke-34 telah diselenggarakan di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Rabu (23/8/2023). Wisuda kali ini, meluluskan sebanyak 1.807 wisudawan yang terbagi menjadi 2 sesi. Moh. Jamalul Lail, Seorang mahasiswa jurusan Ilmu Al […]

  • Launching Z-Corner: Ajang Pengembangan Filantropi Islam di Kampus

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 211
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Semarang, Sabtu (18/11/23) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia (RI), Noor Achmad secara simbolik meresmikan Z-Corner Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang bertempat dikantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Meski sudah beroperasi sejak beberapa bulan belakangan, namun Z-Corner baru diresmikan hari ini secara tatap muka. Alasan BASNAZ RI memilih kampus […]

  • Fakultas Saintek UIN Walisongo Genjot Potensi Mahasiswa Lewat OSM

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 191
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo gelar Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM-red) Tingkat Nasional dalam rangka acara Walisongo Scientific Competition (WSC) 2018. Acara ini berlangsung di Audit 1 Kampus I UIN Walisongo Semarang. Senin, (16/10/2018). Kompetisi ilmiah yang dilombakan dalam OSM ini antara lain Lomba Karya Tulis Nasional (LKTN), Inovasi Teknologi Tepat Guna (ITTG), […]

  • KKN RdR Kelompok 53 Bantu Konservasi Jamur Tiram di Ponpes Darul Falah Semarang

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 187
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin ( 2/11/2020 ), kelompok 53 Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 melakukan konservasi budidaya jamur ke salah satu pembudidaya jamur. Konservasi ini  berlangsung di rumah Rudi di daerah Bawen, Semarang. Menurut keterangan Rudi seorang petani jamur, mengungkapkan bahwa teknik budidaya jamur tiram memiliki tiga aspek. “Tiga aspek dalam pembuatan benih […]

  • Terorisme; Ideologi dan Ekonomi  

    • calendar_month Sen, 18 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Selepas terjadinya ledakan bom di kawasan sarinah Jakarta menimbulkan berbagai macam hipotesa terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya terorisme, antara faktor tersebut adalah sejarah, politik, ideologi, maupun ekonomi. Walaupun sebenarnya belum ada yang bisa memastikan penyebab terjadinya aksi terorisme. Secara pasti. Namun demikian, di antara faktor-faktor tersebut, ada dua faktor yang menurut penulis menjadi faktor […]

expand_less
Exit mobile version