Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Yudi Subagja
(Sumber Gambar: forbes.com)

Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak muda jaman sekarang. Saat berada di usia 18 tahun hal beratnya adalah sekadar memikirkan masa depan. Tetapi usia 20 – 25 tahun beratnya adalah dalam tindakan (action). Tidak bisa hanya sekadar memikirkan masa depan, namun benar-benar harus banyak tindakan daripada berpikir.

Alasan mengapa anak jaman sekarang mengalami hal tersebut biasanya disebabkan karena dua faktor, yaitu: faktor internal yang mucul dari dalam diri, dan faktor eksternal dari lingkungan sekitar. Istilah yang dikenal saat ini adalah insecure terhadap diri sendiri. Kata insecure merupakan kata dalam bahasa Inggris yang artinya tidak aman, selain itu juga diartikan sebagai keadaan dimana ketika seseorang merasa cemas dan takut berlebihan dengan suatu hal karena faktor lingkungan atau orang lain.

Dilansir dari Good Therapy, tidak ada penyebab pasti seseorang merasa insecure terhadap diri maupun kehidupannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang selalu merasa insecure pada dirinya, seperti trauma, memiliki masalah pada penampilannya atau body dysmorphic disorder, serta kepercayaan diri yang rendah.

Kata insecure sering diucapkan oleh orang-orang yang biasanya sedang merasa cemas atau tidak percaya diri terhadap sesuatu. Selain itu, kata ini juga akan muncul saat seseorang sedang merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri pada situasi tertentu. Hal ini bisa terjadi pada individu, saat sedang merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Lantas, apakah seseorang bisa keluar dari perasaan insecure yang dialaminya saat usia dewasa? Jawabannya tentu saja bisa, namun hal tersebut perlu proses panjang dan tidak instan. Nah, berikut penjelasan beberapa poin agar kita semua bisa menjadi orang yang lebih percaya diri lagi dan hidup seutuhnya.

Pertama, membuat tujuan dalam hidup. Hidup itu harus punya tujuan, bisa diibaratkan hidup adalah sebuah perjalanan sedangkan tujuan adalah kompasnya. Supaya hidup kita tidak salah arah bahkan tersesat, maka kita harus membuat sebuah tujuan. Hal ini akan berguna untuk masa depan kita sendiri, bukan untuk orang lain.

Kedua, mencari passion. Selain tujuan, kita juga harus mencari passion dalam diri. Jangan biarkan kalimat-kalimat seperti “saya tidak memiliki kelebihan dan susah mencari passion” menjadi batu penghalang untuk terus mencari. Mencari, mencari, dan kenali adalah kunci untuk menemukan kelebihan serta passion diri sendiri.

Ketiga, percaya diri. Percaya diri adalah sikap yang harus dimiliki seseorang agar hidup bisa tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, kepercayaan diri bisa meningkatkan kestabilitasan tubuh dan gaya berbicara, sehingga penampilan lebih tenang dan hidup bisa berjalan. Mulailah menumbuh dan mengembangkan kepercayaan diri dengan keyakinan penuh dalam hati dan menerapkannya pelan-pelan.

Lalu, perluas relasi pertemanan. Poin keempat ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Apabila sudah cukup percaya diri, maka perluaslah relasi pertemanan. Hal ini dilakukan agar kita berada dalam lingkungan positif, sehingga akan lebih mudah untuk cepat berkembang dan tidak merasa insecure lagi.

Selanjutnya, membaca buku. Selain harus meningkatkan kepribadian kita, ingat selalu untuk meningkatkan pengetahuan. Alternatifnya adalah dengan membaca buku. Karena buku merupakan jendela dunia serta bisa menambah wawasan untuk masa depan kita.

Terakhir, berpikir positif. Poin yang terakhir merupakan poin yang paling penting. Yaitu mengenai pola pikir agar selalu berpikir positif. Biasanya, apa yang kita pikirkan akan memengaruhi tindakan. Oleh karena dengan berpikir positif akan menimbulkan mental yang positif, maka akan memengaruhi sikap dan tindakan yang juga positif. Selain itu, hidup akan indah bagi mereka yang berpikir positif.

Itulah beberapa poin yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Perlu diketahui bahwa selain beberapa poin di atas, banyak cara untuk menumbuh-kembangkan rasa percaya diri. Ketahuilah diri sendiri, niscaya akan ada jalan untuk mengendalikan diri. Percaya diri sangatlah penting dimiliki, agar rasa insecure tidak menggerogoti kecintaan terhadap diri.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPM Invest Membekali Kru Magang Melalui Workshop  

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 57
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semilir angin di Gedong Songo terasa sejuk menyambut kedatangan panitia beserta Kru Magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, kedatangan jurnalis kampus ini dalam rangka melaksanakan workshop lapangan. Sabtu, (15/10). Workshop lapangan akan berlangsung dua hari, Sabtu sampai Minggu, (15-16/10). Workshop lapangan ini merupakan tindak lanjutan […]

  • Kaulah Tempatku Pulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Oleh: Malika Rahma Arifina Kemarin sore, sehari setelah acara kelulusanku selesai, tiba-tiba dia muncul di hadapanku tanpa tahu malu. Lima tahun berpisah, nyaris tidak pernah bertukar kabar, lalu dia tiba-tiba datang dengan membawa sejuta kenangan. Aku masih ingat betul pertemuan terakhir kami yang terasa biasa saja. Dia pergi ke suatu negara orang untuk menuntut ilmu, […]

  • Walikota Bersama PCNU Semarang Nobatkan Habib Syech Penggerak Shalawat dan Nasionalisme

    • calendar_month Jum, 13 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 42
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Hari lahir kota Semarang ke-471 dimeriahkan dengan Semarang Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir di Halaman Balaikota, Kamis malam (12/4/2018). “Kehadiran Habib Syech dengan ribuan Syechermania di kota Semarang layak menjadi destinasi wisata religi,” kata Sekda Semarang, Ir. Agus Riyanto. Walikota Semarang, lanjutnya,  merupakan Syechermania atau penggemar Habib Syech karena cinta salawat […]

  • Jumlah Mahasiswa Baru FEBI 2019 Naik, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 80
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Berdasarkan data dari Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, jumlah mahasiswa baru (maba-red) yang diterima di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tahun 2019 sebanyak 570 mahasiswa. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yaitu 514 mahasiswa baru. Berikut rekap jumlah maba 2019 berdasarkan jurusan dan jenis kelamin. No Jurusan Jumlah […]

  • KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 57
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mata pencaharian utama masyarakat Pulau Bali yaitu bidang pariwisata. Bukan hanya sekedar wisata alam, melainkan wisata kuliner, religi, edukasi, sampai wisata lingkungan. Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari kedua ini melanjutkan kuliah lapangan, salah satunya ke wisata lingkungan yaitu Pod Chocolate […]

  • Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang begitu suram. Coronavirus Disease (Covid-19) mengancam kesehatan bahkan nyawa seluruh manusia di muka bumi. Penyebarannya yang masif, menyebabkan kepanikan dan menimbulkan fenomena kecemasan masal dalam masyarakat. Kebutuhan pokok bagi tiap individu tidak hanya melulu soal sandang-pangan-papan, tetapi kesehatan juga menjadi salah satunya. Kesehatan tiap individu tidak hanya berfokus […]

expand_less
Exit mobile version