Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 773
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Yudi Subagja
(Sumber Gambar: forbes.com)

Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak muda jaman sekarang. Saat berada di usia 18 tahun hal beratnya adalah sekadar memikirkan masa depan. Tetapi usia 20 – 25 tahun beratnya adalah dalam tindakan (action). Tidak bisa hanya sekadar memikirkan masa depan, namun benar-benar harus banyak tindakan daripada berpikir.

Alasan mengapa anak jaman sekarang mengalami hal tersebut biasanya disebabkan karena dua faktor, yaitu: faktor internal yang mucul dari dalam diri, dan faktor eksternal dari lingkungan sekitar. Istilah yang dikenal saat ini adalah insecure terhadap diri sendiri. Kata insecure merupakan kata dalam bahasa Inggris yang artinya tidak aman, selain itu juga diartikan sebagai keadaan dimana ketika seseorang merasa cemas dan takut berlebihan dengan suatu hal karena faktor lingkungan atau orang lain.

Dilansir dari Good Therapy, tidak ada penyebab pasti seseorang merasa insecure terhadap diri maupun kehidupannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang selalu merasa insecure pada dirinya, seperti trauma, memiliki masalah pada penampilannya atau body dysmorphic disorder, serta kepercayaan diri yang rendah.

Kata insecure sering diucapkan oleh orang-orang yang biasanya sedang merasa cemas atau tidak percaya diri terhadap sesuatu. Selain itu, kata ini juga akan muncul saat seseorang sedang merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri pada situasi tertentu. Hal ini bisa terjadi pada individu, saat sedang merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Lantas, apakah seseorang bisa keluar dari perasaan insecure yang dialaminya saat usia dewasa? Jawabannya tentu saja bisa, namun hal tersebut perlu proses panjang dan tidak instan. Nah, berikut penjelasan beberapa poin agar kita semua bisa menjadi orang yang lebih percaya diri lagi dan hidup seutuhnya.

Pertama, membuat tujuan dalam hidup. Hidup itu harus punya tujuan, bisa diibaratkan hidup adalah sebuah perjalanan sedangkan tujuan adalah kompasnya. Supaya hidup kita tidak salah arah bahkan tersesat, maka kita harus membuat sebuah tujuan. Hal ini akan berguna untuk masa depan kita sendiri, bukan untuk orang lain.

Kedua, mencari passion. Selain tujuan, kita juga harus mencari passion dalam diri. Jangan biarkan kalimat-kalimat seperti “saya tidak memiliki kelebihan dan susah mencari passion” menjadi batu penghalang untuk terus mencari. Mencari, mencari, dan kenali adalah kunci untuk menemukan kelebihan serta passion diri sendiri.

Ketiga, percaya diri. Percaya diri adalah sikap yang harus dimiliki seseorang agar hidup bisa tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, kepercayaan diri bisa meningkatkan kestabilitasan tubuh dan gaya berbicara, sehingga penampilan lebih tenang dan hidup bisa berjalan. Mulailah menumbuh dan mengembangkan kepercayaan diri dengan keyakinan penuh dalam hati dan menerapkannya pelan-pelan.

Lalu, perluas relasi pertemanan. Poin keempat ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Apabila sudah cukup percaya diri, maka perluaslah relasi pertemanan. Hal ini dilakukan agar kita berada dalam lingkungan positif, sehingga akan lebih mudah untuk cepat berkembang dan tidak merasa insecure lagi.

Selanjutnya, membaca buku. Selain harus meningkatkan kepribadian kita, ingat selalu untuk meningkatkan pengetahuan. Alternatifnya adalah dengan membaca buku. Karena buku merupakan jendela dunia serta bisa menambah wawasan untuk masa depan kita.

Terakhir, berpikir positif. Poin yang terakhir merupakan poin yang paling penting. Yaitu mengenai pola pikir agar selalu berpikir positif. Biasanya, apa yang kita pikirkan akan memengaruhi tindakan. Oleh karena dengan berpikir positif akan menimbulkan mental yang positif, maka akan memengaruhi sikap dan tindakan yang juga positif. Selain itu, hidup akan indah bagi mereka yang berpikir positif.

Itulah beberapa poin yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Perlu diketahui bahwa selain beberapa poin di atas, banyak cara untuk menumbuh-kembangkan rasa percaya diri. Ketahuilah diri sendiri, niscaya akan ada jalan untuk mengendalikan diri. Percaya diri sangatlah penting dimiliki, agar rasa insecure tidak menggerogoti kecintaan terhadap diri.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 695
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke-13 sejumlah 95 wisudawan, yang terdiri dari 77 orang Sarjana Strata Satu (S1), 16 Ahli Madya dan dua orang Magister Strata Dua (S2). Prosesi pelepasan wisudawan UIN Walisongo yang yang ke-77 ini berlangsung di Audit II kampus III UIN Walisongo Semarang. Wisudawan Terbaik FEBI dengan Indeks Prestasi […]

  • Guna Menghemat Dana Pemerintah, UIN Walisongo Gunakan Tenaga Out Sourching

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 650
    • 0Komentar

    lpmInvest-Mulai tanggal 01 Juni 2015, Semua tenaga keamanan atau satpam yang ada di UIN Walisongo secara serentak berganti dengan yang baru. Banyak yang bertanya tanya mengenai kebijakan tersebut, apalagi setelah melihat beberapa satpam yang dulu  kini beralih profesi. Satpam tersebut berjumlah dua puluh tujuh orang, diantaranya tiga belas satpam yang telah menjadi  pegawai negeri (PNS) […]

  • RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 665
    • 0Komentar

      “Semua kekecewaan harus dialirkan menjadi energi positif untuk bekerja lebih baik dan lebih keras lagi, sehingga berbagai prestasi yang lebih baik dan lebih tinggi bisa diraih,”ujar Sri Mulyani. Sepertinya ungkapan tersebut sangat relevan dengan keadaan sekarang. Di tengah pandemi covid-19 yang tak tahu menahu kapan berakhirnya ini, sehingga menyebabkan hampir seluruh sektor perekonomian terdampak […]

  • Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 628
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sudah barang umum mahasiswa UIN Walisongo kuliah sambil bekerja. Biasanya, mereka bekerja sebagai driver ojek online, penjaga toko atau warung makan, ngelesi atau menjadi pegawai cetering. Namun, yang dikerjakan salah satu calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini berbeda dan jarang diambil oleh mahasiswa. Ialah Nashrur Rohim, calon wisudawan dari jurusan […]

  • Pengumuman Hasil Seleksi Kru Magang LPM Invest 2016

    • calendar_month Kam, 6 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 662
    • 0Komentar

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI  KRU MAGANG LEMBAGA PERS MAHASISWA INVEST FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM  UIN WALISONGO SEMARANG NO NAMA JURUSAN KETERANGAN 1 Riza Puji D3 PBS Lulus  2 Fara Fahira Dwi F Ekonomi Islam Lulus  3 Ratnaning Wulan H D3 PBS Lulus  4 Amimah Ulul M Ekonomi Islam Lulus  5 Ani Asfi’ah Ekonomi Islam Lulus  […]

  • Stadium General, Mahasiswa Baru Duduk di Lantai

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 631
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Stadium General merupakan proses awal yang harus ditempuh mahasiswa baru UIN Walisongo, acara yang dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru perihal perkuliahan, namun momen yang seharusnya memberi kesan menyenangkan bagi mahasiswa baru ini dirasa kurang mengenakan, sebab mahasiwa merasa jenuh dengan kondisi ruangan yang kurang kondusif dan membludaknya peserta. Seperti yang dikeluhkan beberapa mahasiswa […]

expand_less
Exit mobile version