Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Wisata Religi; Agama dan Kepentingan Pasar  

Wisata Religi; Agama dan Kepentingan Pasar  

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2017
  • visibility 690
  • comment 0 komentar

 Oleh : M. Maulana Ali

Kru Lembaga Pers Mahasiswa Invest

Wisata religi menjadi pergumulan yang sangat penting untuk dibahas oleh agamawan, ekonom, budayawan, bahkan akademisi. Fenomena ini erat kaitannya dengan masyarakat Indonesia karena melihat kultur budaya masyarakatnya yang kental dengan mistik. Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam kaitannya dengan penghayatan atas agamanya masing-masing.

Wisata berarti rekreasi, berwisata, atau juga bisa diartikan sebagai aktifitas tertentu untuk mengunjungi tempat tertentu demi sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan sebuah proses pencapaian ketenangan, ketentraman, bahkan kepuasan yang pada dasarnya wilayah psikologi manusia. Di Indonesia sedang terjadi ‘peningkatan’ keberagamaan bagi pemeluknya, sehingga, wisata merambah ke ‘wisata religi’.

Fenomena wisata religi memang tergolong istilah baru di telinga kita, setidak-tidaknya tempat-tempat yang berhubungan dengan keagamaan dijadikan sebagai tempat ‘wisata’ (dalam arti yang sebenarnya), namun, tetap saja motivasi penggemar wisata religi ini-pun bermacam-macam, untuk menghayati agamanya, untuk mengenang leluhur, bahkan ada juga yang termotivasi karena percaya sesuatu hal yang tidak bisa diterima secara rasional-mistik-karena ingin kaya misalnya.

Puluhan bahkan ratusan lebih tempat wisata religi di Indonesia, ini merupakan jumlah yang fantastik, salah duanya adalah masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Gaib yang ada di Malang. Ke-dua tempat ini menjadi tujuan wisata religi yang sangat ramai dikunjungi Masjid Agung Jawa Tengah yang ada di Jawa Tengah dan Masjid Gaib yang berada di Jawa Timur. Umumnya, pengunjung kedua tujuan wisata religi ini memiliki motivasi yang berbeda, Masjid Agung Jawa Tengah karena keindahan dan kemegahan bangunannya, sedangkan Mengunjungi Masjid Gaib karena keanehan yang terjadi di Masjid tersebut, pasalnya, konon tidak seorang pun yang melihat proses pembangunan Masjid tersebut.

Dilihat dari kacamata ekonomi, mendirikan tempat wisata religi memiliki keuntungan tersendiri, karena pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat agamis, maka peluang pasarnya lebih terlihat dan lebih pasti, karena tempat wisata religi berarti idealnya harus dihiasi dengan symbol-simbol agama, pada kenyataannya, masyarakat beragama cenderung mensucikan tempat-tempat yang memiliki simbol agama yang dipercayainya, Atau yang oleh Geertz wisata religi ini disebut sebagai ‘simbolik’ dan ‘bermakna’.

Wisata religi menjadi semacam rutinitas atau budaya agama yang bermakna dan memiliki nilai simbolik, Islam contohnya, dalam agama Islam budaya ‘Ziarah Kubur’ menjadi kepercayaan mereka sebagai momentum mengenang dan mendoakan orang tua, kerabat, sahabat yang sudah terlebih dahulu meninggal. Wisata religi juga sebagai media untuk menghayati diri dan menghayati agamanya, secara tidak langsung ketika seseorang berada di tempat yang disucikan atau yang dipercayai sebagai bagian dari ritus agama akan mengalami semacam ketentraman dan kebahagiaan pada psikis mereka secara alami.

Dalam keberlangsungan wisata religi ini umumnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya, pasalnya, masyarakat sekitar dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyediakan kebutuhan pengunjung. Secara tidak langsung perputaran ekonomi di tempat itu terus meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakatnya secara otomatis meningkat pula. Maka, wisata religi ini merupakan fenomena baru yang saat ini mulai menjadi semacam trend dan akan terus berkembang selama sikap keberagamaan masyarakatnya terus terjaga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank  

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 683
    • 0Komentar

    lpminvest.com–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang merubah tampilan mini bank yang ada di kantor Fakultas. Mini bank merupakan fasilitas yang sudah cukup lama berjalan di kampus yang baru saya bertransformasi dari IAIN menjadi UIN ini, namun belum berfungsi secara normal. Mini bank ini diperuntukan untuk mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa […]

  • Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman […]

  • Grand Opening Wednesday Market Ajang Tingkatkan Skill Bisnis Mahasiswa

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 753
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dalam rangka menumbuhkan jiwa entrepreneur mahasiswa, Walisongo Career Center (WCC) menyelenggarakan grand opening Wednesday Market (Pasar Rabu). Peresmian pembukaan Pasar Rabu bertempat di halaman perpustakaan pusat UIN Walisongo Semarang. Rabu, (1/03/2017). Wednesday Market atau bisa disebut Pasar Rabu pagi adalah pasar yang dipersiapkan untuk mahasiswa yang ingin berjualan. Tujuan diadakannya Wednesday Market sebagai sarana […]

  • Rosyid: Pengurus Tidak Penting, yang Penting Jiwa Pengurus

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 832
    • 0Komentar

    lpminvest.com– UKMU Nafilah UIN Walisongo Semarang melaksanakan pelantikan dan rapat kerja (raker) yang bertajuk “Meningkatkan Integritas Kepemimpinan Anggota Nafilah dalam Rangka Membumikan Bahasa Arab di UIN Walisongo Semarang”. Minggu, (5/2/17). Acara yang dilaksanakan di Aula Gedung Q Kampus 2 UIN Walisongo ini di hadiri oleh 53 peserta. 12 dari panitia, 14 tamu undangan dan 27 […]

  • Puisi Tanpa Tendensi

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Oleh : Pena Merah Untukmu puisi Hanya bait tanpa arti Tiada romantisme yang tersaji Imaji melayang-layang tanpa henti   Sekali lagi, untukmu puisi Duduk dengan inspirasi terpatri Kutunjukkan lika-liku duniawi Terimakasih untukmu pemberi inspirasi Sekali lagi, ini hanya bait puisi

  • Sebuket Tulip Merah

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Arsha tak lagi merasa hidup setelah bunganya pergi. Napasnya sering sesak, suasana hatinya sering kali tak baik, dan mulai membenci cuaca cerah. Hal yang sebenarnya cukup menyulitkan, namun baginya yang sudah tak lagi memiliki tenaga untuk bangkit, rasa-rasanya percuma saja jika raga ini berjuang. Arsha tak lagi memiliki alasan kenapa ia harus pulang lebih cepat, […]

expand_less
Exit mobile version