Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
  • visibility 340
  • comment 0 komentar

Alief Nurrohman Kru LPM Invest, Jurusan Ekonomi Islam 2017

Jika sudah lulus kuliah, kamu harus bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding Bapak dan Ibuk.

Mungkin sepenggal ucapan tersebut pernah diterima oleh sebagian besar mahasiswa. Bahkan tak jarang menjadi motivasi yang terngiang sepanjang kurun waktu perkuliahan. Memang, mengenyam bangku perkuliahan merupakan tanggung jawab juga beban moral yang mendalam.

Tanggung jawab moral tersebut yang menjadikan lumrah, jika kadang terbesit keinginan untuk bisa mandiri secara finansial. Itung-itung latihan untuk masa depan dan tentunya meringankan beban orang tua mencari uang untuk kiriman. Terlebih sebagai mahasiswa dari jurusan ekonomi, harusnya sudah mulai menyelaraskan stereotip khalayak dengan pembuktian di masa mendatang.

Di Indonesia sendiri, tidak sedikit perguruan tinggi dengan jurusan ekonomi dan seperangkat disiplin ilmu yang serahim dengan ekonomi (ekonomi pembangunan, perbankan, akuntansi dsb). Namun pada kenyataannya juga tidak sedikit lulusan yang berakhir bukan pada orientasinya, mirisnya malah ke lini manapun tidak (pengangguran).

Belum lama pada Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Kondisinya menunjukkan bahwa angka pengangguran turun menjadi 5,01 persen atau berkurang 50 ribu jiwa selama satu tahun terakhir. Jadi dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2019 berjumlah 6,82 juta jiwa.

Meskipun demikian secara agregat angka pengangguran menurun, tapi jika dilihat dari tingkat pendidikannya malah justru lulusan diploma dan universitas yang makin banyak tidak bekerja. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang dirasa menyebabkan peningkatan pengangguran terdidik tersebut.

Pertama karena keterampilan tidak sesuai kebutuhan, kedua karena ekspektasi penghasilan dan status lebih tinggi, ketiga karena penyediaan lapangan kerja terbatas. Sedangkan jika melihat mereka yang berpendidikan rendah malah cenderung lebih menerima pekerjaan apapun, sehingga hal inilah yang menyebabkan kenapa angka pengangguran tertinggi diisi oleh mereka yang berpendidikan tinggi  dibanding yang berpendidikan rendah.

Mulai Berkarya Sejak Mahasiswa

Berbicara mengenai peluang, era disruption kini secara tidak langsung membuka akses ke lini manapun. Terlepas dari pengaruh negatifnya, peluang untuk berbisnis pun sangat besar. Bygrave (1994) menyatakan bahwa wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang mampu melihat peluang dan berusaha menciptakan cara untuk mendapatkan hasil dari peluang tersebut (Walipah, Nani, 2016).

Memang benar, jika para mahasiswa pascalulus sepatutnya tidak hanya berorientasi mencari kerja saja, melainkan juga harus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam hal ini, sedikit demi sedikit mencoba berwirausaha ialah hal yang paling tepat. Berjualan di kantin, membuka jasa preorder, kulakan (membeli barang dengan skala besar lalu dijual kembali), dan mungkin masih banyak lagi jenis usaha yang cocok bagi kalangan mahasiswa.

Banyak contoh orang yang sukses di usia muda, dan yang lebih keren, mereka membuka pekerjaan bagi orang yang lebih tua darinya. Kondisi tersebut bukan semata-mata didapat secara instan dan tidak membutuhkan waktu yang lama, melainkan buah dari jatuh bangunnya usaha, menahan lapar karena tidak balik modal, hingga cibiran yang sudah seperti sarapan.

Ada beberapa tokoh inspiratif terkait wirausaha, mengutip dari liputan6.com, orang yang sukses di usia muda, diantaranya yaitu: Nadiem Makarim (CEO GoJek), Ahmad Zaky (CEO Bukalapak), Ferry Unardi (CEO Traveloka) dan masih banyak lagi. Dengan ini teman-teman mahasiswa seharusnya bisa termotivasi agar terus berkarya dan berusaha agar mandiri secara finansial.

Sederhananya, mulailah dan jangan hiraukan orang lain berpendapat apa tentang usahamu. Jika boleh mengutip quotes dari CEO Bukalapak, “Jangan terlalu lama menunggu waktu dan terbuang sia-sia untuk mencari inspirasi. Mulailah, inspirasi akan datang kepadamu”.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 374
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis yang bertugas di wilayah sekitar kampus yakni Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Tambakaji, Puskesmas Purwoyoso dan Klinik Pratama UIN Walisongo. Kamis, 9/4/2020. Maka melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dibentuk UIN melakukan penggalangan dana melalui donasi para pimpinan dan pegawai […]

  • Forum Mahasiswa Akuntansi Syariah Indonesia, Resmi Dilantik

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 434
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Mahasiswa Akuntansi Syariah Indonesia (FORMAKSI), periode 2020 – 2021 resmi dilantik oleh Saifullah  selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pelantikan tersebut berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Dihadiri oleh Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan delegasi dari 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia. Kamis (12/3/2020). Saifullah, […]

  • Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 385
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke-13 sejumlah 95 wisudawan, yang terdiri dari 77 orang Sarjana Strata Satu (S1), 16 Ahli Madya dan dua orang Magister Strata Dua (S2). Prosesi pelepasan wisudawan UIN Walisongo yang yang ke-77 ini berlangsung di Audit II kampus III UIN Walisongo Semarang. Wisudawan Terbaik FEBI dengan Indeks Prestasi […]

  • PKK dan Kader Desa Kecila Bersama Mahasiswa KKN Beri Bantuan ke Korban Bencana Alam

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 385
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 kelompok 122 dirangkul oleh Kader dan PKK Desa Kecila. Mereka bersama-sama memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di wilayah RW 2 desa tersebut. Kegiatan berlangsung pada Rabu (04/11/2020). Bencana banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten […]

  • Said Raih Predikat Penulis Artikel Terbaik FEBI di PBAK 2018

    • calendar_month Kam, 30 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 399
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tidak hanya melibatkan mahasiswa baru (Maba) dalam mengkreasikan MoB dan Pompom saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), panitia PBAK juga memberi ruang bagi maba untuk unjuk gigi dalam hal menulis. Di puncak acara PBAK, panitia mengumumkan artikel terbaik dari masing-masing jurusan. Sebelumnya, panitia mewajibkan mahasiswa baru untuk membuat artikel sebagai salah satu tugas […]

  • Berdamai Dengan Diri Sendiri Melalui Buku Ini?

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Judul               : Insecurity is My Middle Name Penerbit           : Alvi Ardhi Publishing Penulis            : Alvi Syahrin Tahun terbit    : Mei 2021 Tebal               : 264 Halaman ISBN               : 978-623-97002-0-1 Peresensi         :Azkiyatun Nasiha Buku self-healing pertama yang diterbitkan seorang penulis Alvi Syahrin yang menggambarkan self-healing dapat mengajak para pembaca untuk bisa […]

expand_less
Exit mobile version