Susi Susanti – Love All
- account_circle Redaktur LPM Invest
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

IDENTITAS FILM
Judul Film : Susi Susanti – Love All
Sutradara : Sim F.
Produser : Daniel Mananta, Reza Hidayat, Guillaume Catala
Penulis : Syarika Bralini
Pemeran : Laura Basuki, Dion Wiyoko, Jenny Chang, Chew Kin Wah, Lukman Sardi, Moira Tabina Zayn, Iszur Muchtar, Dayu Wijanto
Rilis : 24 Oktober 2019
Durasi : 1 jam 34 menit
Peresensi : Umi Nur Mardliyyah
Susi Susanti – Love All merupakan film dengan genre drama olahraga. Film ini menceritakan perjalanan Susi Susanti sebagai pahlawan olahraga yang berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih pertama kali di olimpiade. Karir bulutangkis Susi dimulai Ketika dia berhasil masuk ke Club PB Jaya Raya bentukan Legenda Rudi Hartono.
Susi sangat disiplin menjalani latihan hingga mengantarkan ia pada 3 medali emas Asia Junior Championship. Susi mendapat panggilan untuk berlatih di Pelatnas atas prestasi tersebut. Kisah Susi diwarnai dengan percintaannya dengan Alan Budi Kusuma. Pasangan ini kemudian berhasil mengawinkan medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.
Konflik etnis yang saat itu memanas, serta krisis moneter 1998 turut mewarnai kisah Susi dalam berjuang menorehkan prestasi untuk Indonesia. Melalui pertandingan Thomas Uber Cup 1998, Susi dan tim Indonesia tetap menunjukkan semangat nasionalisme mereka, meski akhirnya piala Uber gagal dibawa pulang. Akhir dari film ini adalah Susi dengan kondisi hamil mengganti bingkai berisi tulisan “Emas Asian Games” dengan bingkai berisi foto hasil USG.
Kelebihan pada film ini adalah menceritakan tentang perjuangan seorang atlit yang membawa semangat nasionalisme. Melalui film ini penonton diajak untuk merenungi arti perjuangan dan pengorbanan untuk Indonesia. Tidak hanya berperang melawan penjajah, namun menorehkan prestasi untuk negeri juga bisa disebut sebagai pahlawan.
Adapun kekurangan dari film ini adalah terdapat beberapa adegan sensitif yang menggambarkan ketegangan konflik etnis dan krisis moneter 1998. Maka kebijakan penonton sangat diperlukan.
[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
- Penulis: Redaktur LPM Invest

Saat ini belum ada komentar