Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gender » Beauty Privilege

Beauty Privilege

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 869
  • comment 0 komentar

Oleh: Nida Ulya Shofana

Ada satu pepatah terkenal yang agak terdengar omong kosong untuk diterapkan di dunia nyata yang serba menggunakan mata. “Dont’t Judge Book by the Cover” atau versi bahasa Indonesianya “Jangan Menilai Buku dari Sampulnya”. Penilaian terhadap objek untuk pertama kalinya tentu menilai secara visual. Mustahil seseorang mampu menilai buku dari isinya sedangkan belum membacanya. Begitu pun saat menilai orang lain, secara tidak sadar mata manusia memindai visualisasi dan memberikan penilaian, seperti “senyumnya manis, pasti dia anak baik”

Mengutip research pusdatin.kemkes.go.id, manusia adalah makhluk visual, bahkan otak manusia 60.000 kali lebih cepat memproses gambar dibanding memproses teks karena 90% informasi yang dikirim ke otak bersifat visual dan 50% kapasitas otak bertugas memproses informasi visual. Hal ini menguntungkan objek dengan visualisasi yang dianggap menarik karena peluang untuk memperoleh nilai yang tinggi semakin besar. Sebaliknya, visualisasi yang dianggap kurang menarik cenderung tidak diuntungkan dengan fakta tersebut.

Belakangan ini, beauty privilege santer dibicarakan. Beauty perivilege adalah keistimewaan yang dimiliki oleh manusia berparas rupawan. Keindahan yang disandang manusia pada wajahnya terbukti mampu memuluskan beberapa urusan. if someone is easy on eyes, the enjoyment we derive from looking at them colours our perceptions of other attributes, ungkapan ini dikutip dari jurnal Why Beauty Matters yang intinya manusia yang menarik untuk dilihat otomatis mendapatkan nilai yang lebih baik dari segala aspek dan memiliki kemampuan bersosialisasi lebih tinggi.

Daya tarik fisik atau beauty privilege yang mampu memudahkan urusan sesorang disetuju oleh Oprah Winfrey, katanya “Beauty privilege is real, girl”. Hal ini pun diperkuat dengan fenomena media sosial yang menunjukkan bahwa instagram selebritis berparas rupawan memiliki follower lebih banyak dibanding para aktivis inspiratif. Sebut saja Selena Gomez dan Taylor Swift yang menggaet lebih dari 100 juta follower di instagramnya, sementara instagram Malala, seorang aktivis kemanusiaan hanya diikuti 1,6 juta pengikut dan Greta Thurnberg, seorang aktivis lingkungan hanya  memiliki 10,5 juta pengikut instagram.

Fenomena kehidupan sehari-hari orang biasa pun tak lepas dari beauty privilege. Ada banyak lowongan pekerjaan yang menyertakan berpenampilan menarik. Secara harfiah, menarik tidak harus cantik atau tampan. Namun, tetap saja orang berparas rupawan tetap dianggap lebih menarik dan memiliki nilai lebih dibanding orang yang biasa saja. Jejeran pekerja yang disebut menarik sering kali ditempatkan sebagai front liner untuk membentuk citra perusahaan. Satu lagi, kebanyakan Brand Ambassador dan maincast dalam sebuah laga adalah orang-orang dengan paras bak aphrodite.

Keistimewaan lain yang menghampiri orang berparas rupawan adalah orang-orang cenderung memaklumi kesalahannya. Bandingkan saja reaksi warganet ketika Jefri Nichole dan Mahesa Andika tersandung kasus narkoba. Treatment warganet kepada keduanya sangat berbeda. Nichole mendapatkan banyak dukungan agar kasus hukumnya segera selesai sementara Andika harus menerima ujaran kebencian. Di luar negeri, Isabella Guzman mendapat predikat pembunuh cantik berkat paras cantiknya, bahkan sekumpulan orang mengidolakan dan memaklumi tindakan pembunuhannya sebagai dampak tekanan psikologis.

Apabila ditelaah lebih lanjut, beauty privilege bagaikan dua sisi koin. Keberadaannya dapat memotivasi seseorang untuk menjaga dan merawat, sekaligus meningkatkan kualitas diri atau menerbitkan sifat insecure dan kehilangan kepercayaan diri. Seseorang dengan beauty privilege bisa terlena dan lupa meningkatkan kualitas diri, padahal kecantikan tidak abadi. Skill, manner, emotion control, dan attitude yang terkemas dalam inner beauty-lah yang abadi. Semua orang berhak dihargai serta diberi kesempatan dan kepercayaan. Maksimalkan kemampuan berpikir dan beri penghargaan kepada diri sendiri, maka privilege akan terbentuk.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nugraha Dorong UIN Walisongo Terapkan GNNT

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 721
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Seminar nasional bertajuk “Gerakan Sadar Digital, Menuju Ekonomi yang Ideal” memeriahkan harlah UKM Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) yang ke – 9. Kamis. (27/4/2017). Bertempat di Auditorium II kampus III, Dian Nugraha selaku Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Regional Jawa Tengah menyampaikan materi bertema “Menjawab Tantangan Era Digital dengan Optimalisasi Layanan […]

  • UIN Walisongo Tunda Pelaksanaan Wisuda dan Himbau Optimalisasi Kuliah Daring

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Optimalisasi Kegiatan Akademik Online dan Penundaan Pelaksanaan Wisuda tengah dilakukan oleh UIN Walisongo Semarang. Hal ini guna Pencegahan Penyebaran Covid-19 di kawasan kampus. Informasi ini tertuang di surat edaran rektor Nomor B-1716/Un.10.0/R.1/PP.00.9/03/2020. Senin, (23/3/2020). Adapun informasi yang disampaikan yaitu, pertama seluruh kegiatan akademik yang dilaksanakan secara daring/online supaya dijalankan secara optimal. Kedua, kegiatan wisuda […]

  • Perjuangan Cinta Yang Tulus

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul film        : Until Tomorrow Tanggal rilis     : 29 September 2022 (Indonesia) Sutradara        : Hadrah Daeng Ratu Sinematografi  : Adrian Sugiono Editor               : Wawan I. Wibowo Penata musik   : Joseph S. Djafar Penulis             : Evelyn Afnilia Sinopsis Film Film yang bertajuk Until Tomorrow berkisah […]

  • DEMA UIN Walisongo Semarang Adakan Refleksi Aksi Damai Tolak PERPPU Cipta Kerja

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 705
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Kamis (09/03/2023) Dema UIN Walisongo Semarang mengadakan Refleksi Aksi Damai sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Cipta Kerja yang akan disahkan pada tanggal 14 Maret mendatang. Adapun tuntutan dari refleksi aksi ini yaitu: Tidak mengesahkan PERPPU Cipta Kerja sebagai Undang – Undang Menolak keras di terbitkannya PERPPU Cipta […]

  • Langkah kecil Menuju Mimpi

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    Oleh : Miftakhu Rozaq Di sebuah desa kecil, tinggal seorang pemuda bernama Arif. Ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan penuh semangat meski hidup dalam keterbatasan. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya hanya menjual gorengan di pinggir jalan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Arif punya satu mimpi besar: menjadi seorang pengusaha sukses dan membantu keluarganya […]

  • Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Tanam Pohon di Ungaran

    • calendar_month Rab, 18 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 589
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Merasa perihatin dengan keadaan alam, terutama lingkungan sekitarnya, Mahasiswa KKN Dari Rumah UIN Walisongo Semarang melaksanakan Tanam Pohon. Minggu, (15/11/2020). Tanam pohon yang dilaksanakan di Desa Jatirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang ini dilaksanakan oleh Aulia Hidayatul Chusna, Mahasiswi Psikologi UIN Walisongo yang sedang menjalankan KKN dari Rumah UIN Walisongo Semarang 2020. Ia menuturkan, kampanye […]

expand_less
Exit mobile version