Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gender » Beauty Privilege

Beauty Privilege

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 1.163
  • comment 0 komentar
Oleh: Nida Ulya Shofana

Oleh: Nida Ulya Shofana

Ada satu pepatah terkenal yang agak terdengar omong kosong untuk diterapkan di dunia nyata yang serba menggunakan mata. “Dont’t Judge Book by the Cover” atau versi bahasa Indonesianya “Jangan Menilai Buku dari Sampulnya”. Penilaian terhadap objek untuk pertama kalinya tentu menilai secara visual. Mustahil seseorang mampu menilai buku dari isinya sedangkan belum membacanya. Begitu pun saat menilai orang lain, secara tidak sadar mata manusia memindai visualisasi dan memberikan penilaian, seperti “senyumnya manis, pasti dia anak baik”

Mengutip research pusdatin.kemkes.go.id, manusia adalah makhluk visual, bahkan otak manusia 60.000 kali lebih cepat memproses gambar dibanding memproses teks karena 90% informasi yang dikirim ke otak bersifat visual dan 50% kapasitas otak bertugas memproses informasi visual. Hal ini menguntungkan objek dengan visualisasi yang dianggap menarik karena peluang untuk memperoleh nilai yang tinggi semakin besar. Sebaliknya, visualisasi yang dianggap kurang menarik cenderung tidak diuntungkan dengan fakta tersebut.

Belakangan ini, beauty privilege santer dibicarakan. Beauty perivilege adalah keistimewaan yang dimiliki oleh manusia berparas rupawan. Keindahan yang disandang manusia pada wajahnya terbukti mampu memuluskan beberapa urusan. “if someone is easy on eyes, the enjoyment we derive from looking at them colours our perceptions of other attributes,” ungkapan ini dikutip dari jurnal Why Beauty Matters yang intinya manusia yang menarik untuk dilihat otomatis mendapatkan nilai yang lebih baik dari segala aspek dan memiliki kemampuan bersosialisasi lebih tinggi.

Daya tarik fisik atau beauty privilege yang mampu memudahkan urusan sesorang disetuju oleh Oprah Winfrey, katanya “Beauty privilege is real, girl”. Hal ini pun diperkuat dengan fenomena media sosial yang menunjukkan bahwa instagram selebritis berparas rupawan memiliki follower lebih banyak dibanding para aktivis inspiratif. Sebut saja Selena Gomez dan Taylor Swift yang menggaet lebih dari 100 juta follower di instagramnya, sementara instagram Malala, seorang aktivis kemanusiaan hanya diikuti 1,6 juta pengikut dan Greta Thurnberg, seorang aktivis lingkungan hanya  memiliki 10,5 juta pengikut instagram.

Fenomena kehidupan sehari-hari orang biasa pun tak lepas dari beauty privilege. Ada banyak lowongan pekerjaan yang menyertakan berpenampilan menarik. Secara harfiah, menarik tidak harus cantik atau tampan. Namun, tetap saja orang berparas rupawan tetap dianggap lebih menarik dan memiliki nilai lebih dibanding orang yang biasa saja. Jejeran pekerja yang disebut menarik sering kali ditempatkan sebagai front liner untuk membentuk citra perusahaan. Satu lagi, kebanyakan Brand Ambassador dan maincast dalam sebuah laga adalah orang-orang dengan paras bak aphrodite.

Keistimewaan lain yang menghampiri orang berparas rupawan adalah orang-orang cenderung memaklumi kesalahannya. Bandingkan saja reaksi warganet ketika Jefri Nichole dan Mahesa Andika tersandung kasus narkoba. Treatment warganet kepada keduanya sangat berbeda. Nichole mendapatkan banyak dukungan agar kasus hukumnya segera selesai sementara Andika harus menerima ujaran kebencian. Di luar negeri, Isabella Guzman mendapat predikat pembunuh cantik berkat paras cantiknya, bahkan sekumpulan orang mengidolakan dan memaklumi tindakan pembunuhannya sebagai dampak tekanan psikologis.

Apabila ditelaah lebih lanjut, beauty privilege bagaikan dua sisi koin. Keberadaannya dapat memotivasi seseorang untuk menjaga dan merawat, sekaligus meningkatkan kualitas diri atau menerbitkan sifat insecure dan kehilangan kepercayaan diri. Seseorang dengan beauty privilege bisa terlena dan lupa meningkatkan kualitas diri, padahal kecantikan tidak abadi. Skill, manner, emotion control, dan attitude yang terkemas dalam inner beauty-lah yang abadi. Semua orang berhak dihargai serta diberi kesempatan dan kepercayaan. Maksimalkan kemampuan berpikir dan beri penghargaan kepada diri sendiri, maka privilege akan terbentuk.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Financial Inclusion untuk Pekerja Migran dan Dampaknya terhadap Perekonomian” menjadi tema studium general Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kali ini. Ritus yang selalu ada tiap tahun ini berlangsung di Audit I Kampus I UIN Walisongo dan dibatasi hanya untuk 60 mahasiswa. Jumat, (6/9/2019). Dihadiri Wakil Rektor I Mukhsin Jamil, Dekan FEBI Saefullah, dosen […]

  • Pintar Bagi Waktu antara Kuliah dan Pondok, Siti Nur Aisyah Sabet Gelar Wisudawan Terbaik

    Pintar Bagi Waktu antara Kuliah dan Pondok, Siti Nur Aisyah Sabet Gelar Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan wisuda sarjana (S1) ke-100, magister (S2) ke-67, dan doktor (S3) ke-42 pada Sabtu, (21/05/2026). Meluluskan 642 mahasiswa, acara digelar di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Siti Nur Aisyah, mahasiswa program studi Perbankan Syariah berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Mengangkat skripsi berjudul “Pengaruh […]

  • Nugraha Dorong UIN Walisongo Terapkan GNNT

    Nugraha Dorong UIN Walisongo Terapkan GNNT

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 846
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Seminar nasional bertajuk “Gerakan Sadar Digital, Menuju Ekonomi yang Ideal” memeriahkan harlah UKM Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) yang ke – 9. Kamis. (27/4/2017). Bertempat di Auditorium II kampus III, Dian Nugraha selaku Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Regional Jawa Tengah menyampaikan materi bertema “Menjawab Tantangan Era Digital dengan Optimalisasi Layanan […]

  • Duta PBS; Ajang Gali Potensi dan Jati Diri Mahasiswa

    Duta PBS; Ajang Gali Potensi dan Jati Diri Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 21 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 847
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) D3 dan S1 Perbankan Syariah (PBS) mengadakan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Perbankan Syariah bertajuk “Membangun Insan Perbankan yang Profesional”. Selasa, (21/11/2017). Acara yang bertempat di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang tersebut merupakan bagian dari Semarak Expo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 2017. Nur Huda dalam sambutannya […]

  • Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 787
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UKM Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kedatangan 26 anggota dari Lembaga Kegiatan Mahasiswa Fakultas (LKMF) Febipreneur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan studi banding ini berlangsung di Laboratorium Minibank FEBI. Jumat, (15/11/2019). “Kunjungan kami untuk melakukan studi banding dan temu sharing dengan UKM KOBI,” terang Rizky Ramadhan selaku […]

  • Rektor UIN Walisong Himbau Pelaksanaan Orsenik Berjalan Tertib

    Rektor UIN Walisong Himbau Pelaksanaan Orsenik Berjalan Tertib

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 681
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo Semarang kembali menggelar ajang tahunan Orientasi, Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (ORSENIK). Orsenik 2017 dibuka langsung oleh Muhibbin selaku Rektor UIN Walisongo secara simbolik dengan melakukan service bulu tangkis, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus 3. Jum’at (22/9/2017). Orsenik akan berlangsung selama tiga hari (22-24/9). Pelaksanaan orsenik terdiri dari 37 cabang […]

expand_less