Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
  • visibility 534
  • comment 0 komentar
Sumber :Youtube UIN Walisongo Semarang https://youtu.be/pKqVMtwo8Ig

Sumber :Youtube
UIN Walisongo Semarang https://youtu.be/pKqVMtwo8Ig

lpminvest.com- Prosesi Wisuda UIN Walisongo periode Agustus dilaksanakan di ruang maya melalui Live Streaming Youtube UIN Walisongo Semarang. Menurut Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 Tahun 2020  disebutkan bahwa ada 1.661 wisudawan yang dilepas hari ini, baik dari tingkat Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), dan Diploma (D3). Bahkan wisudawan juga menerima gelar  sebagai Duta Walisongo. Kamis, (6/8/2020).

“Selamat, hari ini adalah saksi disyahadatkannya anak-anakku sebagai Duta Walisongo yang mampu dan harus membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderasi beragama, ramah lingkungan, dan duta kemanusiaan dan peradaban,” tegas Imam Taufiq Rektor UIN Walisongo Semarang.

Dua keistimewaan Duta Walisongo yaitu memiliki spriritualitas dan ketangguhan mentalitas.

“Spiritualitas dan ketangguhan mentalitas harus tetap dijaga. Secara administratif, saudara memang sudah menyelesaikan tanggung jawab akademik, akan tetapi secara moral, emosional, kultural maupun spiritual  harus terus berjalan untuk menjaga nama baik kampus, dan tetaplah menjadi Duta Walisongo sampai akhir hayat,” pesan terinci Imam Taufiq.

Imam juga memberikan gambaran bahwa IPK bukan jaminan kesuksesan,yang menjadi jaminan adalah komitmen, moral dan akhlak kita. Masa depan  perlu ditingkatkan, bukan lagi soal konsep, diskusi, wacana. Akan tetapi  jadikan karya nyata penuh action plan sehingga menjadi insan yang hebat. Namun ingat master plan yang sesungguhnya adalah milik Allah. Oleh karena itu, seimbangkan agar memperoleh berkah.

Hal tersebut sejalan dengan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang menyampikan  bahwa kelulusan adalah batu loncatan untuk melihat rimba ilmu yang sesunggunya.

“Putar otak dan peras keringatmu, jadikan pandemi ini sebagai momentum untuk meneliti budaya keilmuan kita. Menata ulang cara berpikir, masa sulit harus jadi batu loncatan  para sarjana dan doktor yang hari ini diwisuda merupakan benang  merah aktivitas intelektual dijalankan di masa pandemi. Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi adalah jalan setapak yang bisa membawa kita ke rimba keilmuwan. Kesanggupan itu dapat kita lihat dari sejauh mana mental dan spirit kita,” ungkapnya. [i]

Wejangan terakhir yang disampaikan Imam Taufiq yaitu berupa wujud pantun.

Al kisah sosok kuda sembrani

Diceritakan gagah perkasa lagi berani

Duta walisongo terlahir hari ini

Menjadi generasi bangsa yang santun dan mumpuni

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bicara Itu Ada Seninya

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul Buku: Bicara Itu Ada Seninya: Rahasia Komunikasi yang Efektif Penulis: Oh Su Hyang Penerjemah: Hyun Ah-li Penyunting: Siska Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP), Kelompok Gramedia Tahun Terbit: 2018 (Cetakan pertama versi terjemahan Indonesia) Jumlah Halaman: 238 halaman Genre: Pengembangan Diri / Self-Improvement (Komunikasi) Peresensi: Muhammad Fatih Buku Bicara Itu Ada Seninya menjelaskan […]

  • Business Action Jadi Cerita Profit Ala Magang Mahasiswa Prodi EI

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 546
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswa prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang tengah proses menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 22 juni samapi 21 Agustus 2020 nanti. Ada tiga alternatif tugas pengganti PPL ini, akan tetapi business action lebih menarik untuk diketahui perkembangannya. Jumat, (24/7/2020) Adapun alternatif tugas pengganti PPL […]

  • Pemeriksaan Jentik Nyamuk, Cara Sederhana Peduli Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 897
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat (06/11/2020), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) UIN Walisongo kelompok 52 mengadakan kegiatan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN). Upaya pendeteksian dini itu dilaksanakan di wilayah Perumahan Bank Niaga, Ngaliyan, Semarang. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan ke setiap rumah dan memeriksa tempat yang memungkinkan adanya jentik nyamuk. Pemeriksaan ini bertujuan mengurangi populasi nyamuk […]

  • Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi untuk Ibu Hamil

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 582
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 UIN Walisongo menggelar sosialisasi sadar stunting untuk ibu hamil pada Senin (19/10/2020). Bertempat di Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong, Grobogan, kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat. Menurut Tim KKN RdR UIN Walisongo kelompok bagi balita dan anak di bawah tiga tahun batita,” ujar Davi […]

  • Langkah Tak Berhenti

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Oleh : Miftakhu Rozaq Di bawah langit yang kelabu, Kujalani jalan penuh liku, Dengan mimpi yang kugenggam erat, Meski angin kerap membawa penat. Langkah kecil kutapaki perlahan, Di atas tanah keras penuh harapan, Beban di pundak bukanlah halangan, Hati ini penuh tekad dan impian. Mentari mungkin tak selalu bersinar, Namun kuyakini cahaya akan hadir, Di […]

  • Ia, yang Terpaksa Melacur

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 496
    • 0Komentar

    AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku […]

expand_less
Exit mobile version