Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi untuk Ibu Hamil

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi untuk Ibu Hamil

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
  • visibility 789
  • comment 0 komentar

lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 UIN Walisongo menggelar sosialisasi sadar stunting untuk ibu hamil pada Senin (19/10/2020).

Bertempat di Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong, Grobogan, kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat.

Menurut Tim KKN RdR UIN Walisongo kelompok bagi balita dan anak di bawah tiga tahun batita,” ujar Davi Hidayat.

Baca juga Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

Pasalnya pada 2019 lalu, anak-anak di Indonesia masih banyak yang mengidap stunting akibat kekurangan gizi. Menurut riset kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa balita stunting pada tahun 2018 mencapai 30.8% dan Indonesia menempati peringkat kedua setelah Kamboja di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 5 di Dunia.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi Mahasiswa KKN RdR UIN Walisongo kelompok 39. Terlebih, tempat sosialisasinya berada di desa yang mana kesadaran akan pentingnya kesehatan gizi bagi anak masih kurang.

Latifatus Sakinah sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut mengatakan, stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita di 1000 hari pertama kehidupan anak.

“Ciri-ciri anak yang mengidap stunting diantaranya pertumbuhan gigi terlambat, kurang fokus dalam belajar, terlambat pubertas, tinggi badan tidak sesuai pada usia seharusnya. Saat usia 8-10 tahun anak menjadi pendiam dan tidak banyak kontak mata,” tutur Ifa.

Ifa juga menyampaikan penyebab stunting antara lain pemberian Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI) yang kurang tepat, ekonomi keluraga, akses air bersih yang kurang, dan infeksi berkepanjangan seperti TBC, saluran kencing dan paru – paru.

Sementara itu, Ida Maslikah sebagai bidan desa mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

“Terlebih dalam kasus ini ibu berperan penting dalam merawat anak. Bukan hanya setelah lahir, namun juga sejak masih dalam kandungan. Karenanya, sosialisasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberi pengetahuan baru agar lebih berhati-hati dalam menjaga dan merawat bayi sejak dalam kandungan,” terang Ida.

Di sisi lain, mengikuti posyandu rutin juga bisa mencegah stunting.

“Cuci tangan sebelum berkontak dengan anak sangat penting. Selain itu, pemenuhan gizi yang cukup serta rutin mengikuti posyandu bisa mencegah terjadinya stunting pada anak,” tutup Davi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aurum

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Aku kabarkan lagi, Aurum itu Papua Dikulum lain bangsa Setengah abad lamanya, Tanah gerilya tentara Belanda sampai Amerika Sampai para badut domestik dibuat telanjang Yang Mahal harganya. Televisi sudah mirip kipas angin Mengurangi Suhu panas di Papua Dengan meng-klik para germo artisan Membuat bunyi-bunyian dari notasi iklan. O, Koran-koran Yang menungging di halaman reklame Dimana […]

  • LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

    • calendar_month Sen, 25 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 526
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna menjaga budaya literasi kru di saat libur perkuliahan, LPM Invest menggelar kegiatan Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) yang bertajuk Membangun Insan Pers yang Kritis dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi. Selain menjaga budaya literasi, SPE juga bertujuan sebagai upaya untuk memberikan penguatan landasan berpikir bagi kru di bidang ekonomi. “Kegiatan ini wajib diikuti oleh wadyabala […]

  • Rektor Sampaikan Pesan untuk Mahasiswa Baru sebelum pukul Gong di Pembukaan PBAK

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 706
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ribuan mahasiswa baru berjas hijau berbaris rapi memenuhi lapangan sepak bola Kampus III UIN Walisongo Semarang. Pasalnya, hari ini adalah hari pertama kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik-red) dilangsungkan. Senin, (27/8/2018). Menurut Ketua Panitia PBAK 2018, Mansur menyatakan bahwa kegiatan PBAK ini akan berlangsung selama tiga hari. “PBAK tahun ini akan dilaksanakan mulai tanggal […]

  • Suara Dalam Diam

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Oleh : Khoirunnisa Nasution Di sudut kota yang bising dan tua, Teriak lidah-lidah tak bersuara. Opini bak angin berlari, Tapi siapa peduli? Siapa mendengar? Dalam baris-baris sunyi yang tertulis, Jiwa-jiwa berbicara, tapi tak tertangkap. Dari hati-hati yang sempat retak, Tumbuh harapan walau nampak rapuh. Wahai zaman, berhentilah sejenak, Dengar suara kecil yang berteriak. Opini bukan […]

  • Kordinator Aksi Ancam akan Bawa Massa 5 Kali Lipat

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 698
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Kordinator aksi dari Aliansi Semarang Raya Cornelius Gea ancam pemerintah daerah akan membawa massa aksi lima kali lipat jika tidak penuhi hasil kesepakatan unjuk rasa hari ini di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Selasa (24/09/2019). “Kalau sampai nanti dilantiknya presiden bulan depan aspirasi-aspirasi rakyat tidak dipenuhi, maka kami berkomitmen akan membawa masa […]

  • Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 690
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2019 UIN Walisongo telah merilis kreasi paper MOB di akun instagram PBAK @pbakuinws. Jumat, (23/8/2019) Paper MOB tersebut membentuk 23 formasi bertemakan kemanusiaan. Dari unggahan tersebut tampak paper MOB dengan  hash tag “Menolak Lupa”. Terlihat gambar-gambar tokoh kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai sekarang belum […]

expand_less
Exit mobile version