Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
  • visibility 702
  • comment 0 komentar

Identitas Buku

  • Judul: Burung-Burung Manyar
  • Penulis: Y.B. Mangunwijaya
  • Penerbit: Penerbit Buku Kompas (Cetakan Terbaru)
  • Kota dan Tahun Terbit: Jakarta, 2014 (Pertama kali terbit tahun 1981 oleh Djambatan)
  • Edisi: Ke-16
  • Jumlah Halaman: 345 halaman
  • ISBN: 978-979-709-825-4
  • Genre / Bidang Kajian: Novel Sejarah / Sastra Klasik Indonesia

            Y.B. Mangunwijaya, atau yang akrab disapa Romo Mangun bukan sekadar seorang sastrawan hebat di Indonesia. Beliau adalah seorang rohaniwan, arsitek, dan aktivis kemanusiaan. Latar belakangnya yang multitalenta ini tercermin kuat dalam karya-karyanya yang selalu menempatkan manusia sebagai pusat cerita. Burung-Burung Manyar menjadi buku yang sangat penting untuk dibahas karena berani mendobrak narasi sejarah arus utama. Di tengah euforia sejarah kemerdekaan yang biasanya ditulis dari sudut pandang pemenang, Romo Mangun justru mengangkat kisah dari sisi mereka yang “kalah” dan tersisih. Isu utama mengenai nasionalisme, konflik batin, dan rekonsiliasi yang diangkat dalam novel ini tetap relevan hingga hari ini sebagai bahan refleksi kebangsaan kita.

            Novel ini mengikuti perjalanan hidup seorang pemuda bernama Setadewa yang akrab dipanggil Teto, berlatar dari tahun 1934 hingga 1978. Teto adalah anak seorang bangsawan Jawa dan ibu berdarah Indo-Belanda. Kehidupan tenangnya hancur berantakan ketika Jepang menduduki Indonesia, ayahnya ditangkap dan ibunya dijadikan budak seks. Didorong oleh rasa dendam yang mendalam kepada Jepang serta kekecewaan pada para pemimpin Republik yang dianggapnya bekerja sama dengan penjajah baru, Teto mengambil keputusan ekstrem untuk bergabung dengan KNIL (tentara kolonial Belanda).

            Pilihan politik ini menempatkannya di posisi yang berseberangan dengan Larasati (Atik), teman masa kecil sekaligus cinta sejati Teto. Atik yakni seorang perempuan modern yang nasionalis, justru memilih berjuang di pihak Republik Indonesia sebagai asisten Sutan Sjahrir. Melalui dinamika hubungan Teto dan Atik pembaca diajak menyaksikan bagaimana pergolakan politik dan perang fisik mencabik-cabik ikatan emosional manusia-manusia di dalamnya hingga akhirnya Teto harus menghadapi kenyataan pasca-kemerdekaan sebagai orang asing di tanah airnya sendiri.

            Tema utama yang diusung oleh Romo Mangun adalah kemanusiaan universal yang melampaui batas-batas politik dan negara. Tujuan penulis sangat jelas, ia ingin memperlihatkan bahwa sejarah tidak selamanya hitam-putih. Penulis memiliki kedalaman isi yang luar biasa dalam membedah psikologi karakter Teto. Kualitas argumentasi yang dibangun sangat kokoh dengan pilihan Teto memihak Belanda tidak digambarkan sebagai pengkhianatan murahan, melainkan hasil dari trauma psikologis yang sangat manusiawi.

            Sistematika penulisan novel ini menggunakan alur maju-mundur yang diatur dengan sangat rapi melalui ingatan-ingatan para tokohnya. Setiap bab mewakili fase perkembangan psikologis tokoh yang sejalan dengan perkembangan sejarah bangsa Indonesia. Gaya bahasa Romo Mangun sangat khas, puitis, namun tetap komunikatif. Beliau mencampurkan bahasa Indonesia dengan kosa kata Jawa dan Belanda secara luwes. Orisinalitas gagasan terletak pada penggunaan metafora “burung manyar” seekor burung yang dikenal cerdas merajut sarangnya sendiri. Metafora ini menyimbolkan proses manusia dan sebuah bangsa dalam membangun jati diri dan masa depannya dari puing-puing kehancuran. Kontribusi buku ini bagi dunia sastra dan pendidikan sangat besar karena melatih pembaca untuk berpikir kritis dan memiliki empati sosial yang tinggi terhadap sejarah.

            Kelebihan utama novel ini terletak pada penokohannya yang sangat kuat, dinamis, dan tidak klise. Romo Mangun berhasil membuat penonton bersimpati pada Teto tanpa harus membenarkan pilihan politiknya. Selain itu, kritik sosial yang disampaikan terasa tajam namun dibungkus dengan kalimat-kalimat yang indah dan filosofis.

            Namun, buku ini memiliki kekurangan pada gaya bahasanya yang bagi sebagian pembaca pemula terutama generasi muda saat ini. Banyaknya istilah bahasa Jawa lama dan ungkapan bahasa Belanda di dalam dialog memerlukan konsentrasi lebih untuk dipahami sepenuhnya tanpa sering-sering melihat catatan kaki.

            Secara keseluruhan Romo Mangun telah berhasil mencapai tujuannya dengan sangat gemilang melalui novel ini. Burung-Burung Manyar bukan sekadar cerita fiksi melainkan sebuah dokumen kemanusiaan yang berharga. Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh siswa, mahasiswa, peneliti sejarah, serta masyarakat umum yang ingin memahami arti nasionalisme secara lebih dewasa dan bijaksana. Buku ini sangat direkomendasikan sebagai salah satu bacaan wajib sastra Indonesia.

[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 977
    • 0Komentar

    Tepat 22 Oktober 2015 Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta. Maksud dari Penetapan Hari Santri Nasional ini adalah untuk mengenang dan meneladani semangat jihad para santri yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hal ini merujuk pada sejarah resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 […]

  • Waspada Virus Covid-19, FEBI Batal Kirim Mahasiswa KKL Malaysia-Singapura

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 943
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 13/2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, Serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama membuat Imam Taufiq Rektor UIN Walisongo menutup akses Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Luar Negeri. Jumat, (13/3/2020). “Dengan mempertimbangkan kondisi yang tidak kondusif akibat penyebaran virus corona hampir di seluruh […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 831
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

  • Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 986
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Fitri atau lebih akrab disebut dengan Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat Islam. Di Indonesia, Lebaran menjadi sebuah momen penting untuk semua keluarga yang merayakan karena sanak saudara akan berkumpul di kampung halaman. Kerabat yang merantau di kota akan balik kampung demi merayakan Lebaran bersama keluarga besar. Kegiatan itu disebut […]

  • Antara Kamu dan Arus Kehidupan

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Aniqotussolehah Hai kamu?Seindah apakah di ujung sana Sampai aku harus melewati berbagai rintangan yang tiada hentinya Tujuan awal ku adalah kamu Tapi mengapa sekarang ini aku seakan hanyut dengan derasnya arah kehidupanBerbagai kisah yang sebelumnya tidak pernah aku sangka, Tanpa sadar turut menghampiri ku yang membuatku seakan melupakan tujuanku Aku ingin hidup bahagia […]

  • Dinamika Saham Sektor Properti: Peluang Cuan Ritel di Tengah Fluktuasi Pasar Modal

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Sumber Gambar: Kontan.co .id Sektor properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia saat ini menjadi salah satu industri yang kembali menunjukkan geliat positif dan ramai diperbincangkan oleh para pelaku pasar modal. Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pasar keuangan yang dinamis memiliki potensi besar dalam pergerakan saham-saham berbasis aset fisik ini. Hal ini […]

expand_less
Exit mobile version