Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
  • visibility 1.047
  • comment 0 komentar

Oleh : Mahda Nuurainiyah

Internet di era sekarang sudah seperti kebutuhan pokok, maraknya penggunaan medsos, telepon genggam, dan perangkat cerdas lainnya. Internet menawarkan berbagai kemudahan yang mampu diterima segala usia. Pengoperasian yang mudah telah menjangkau satu dunia, menggantikan peran koran sebagai sumber informasi. Fitur-fitur yang canggih juga memudahkan terbentuknya ruang diskusi daring. Sayangnya internet yang dibekali fitur algoritma rentan menciptakan kubu-kubu dengan pendapat yang berseberangan, atau disebut polarisasi opini, sebenarnya bagaimana peran medsos dalam terbentuknya polarisasi opini?

Internet telah menguasai lebih dari separuh penduduk Indonesia, menurut situs We Are Social pengguna internet di Indonesia mencapai 185 juta jiwa atau setara 66,8% dari populasi penduduk Indonesia, dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 139 juta. Angka ratusan juta itu setiap harinya mampu menghabiskan 6-8 jam menggunakan internet dengan jenis aplikasi teratas yang digunakan berupa, jejaring sosial, aplikasi percakapan, dan mesin pencarian. Penggunaan aplikasi dilakukan untuk berbagai tujuan seperti menjaga hubungan dengan teman dan keluarga, mendengar musik, bermain game, dan banyak lagi lainnya, dan menariknya fungsi teratas penggunaan internet adalah untuk mencari informasi.

Sumber : Website We Are Social

Melalui internet, informasi dapat tersebar ke mana pun juga dicari dari mana pun, dengan duduk, berdiri, bahkan saat antre masuk transum kita bisa mendapat informasi. Menurut data, jejaring sosial atau media sosial merupakan pilihan utama dalam mengais informasi. Beberapa aplikasi seperti Tiktok, Instagram, X (twitter), dan Youtube dapat menjadi media pertukaran info, terlebih adanya kolom komentar yang mampu menghadirkan ruang diskusi daring. Setiap manusia pasti memiliki perspektif yang tidak sama, dalam sebuah isu pasti terdapat pihak pro dan kontra, sehingga adanya ruang diskusi tersebut bisa memberi insight dari berbagai sudut pandang. Ruang diskusi daring memberi kesempatan akun pengguna aplikasi untuk menyuarakan pendapatnya dan/atau informasi yang mereka dapat.

Sayangnya aplikasi sekarang mengadopsi fitur konten yang dipersonalisasi, yang mana menyajikan konten-konten sesuai aktivitas penggunanya. Aplikasi akan mencatat apa saja topik yang dicari, konten seperti apa yang disukai, komentar apa yang sering diberikan, dan aktivitas lain yang dilakukan selama memakai aplikasi. Apabila pengguna menyukai dan berinteraksi dengan konten yang pro dengan sebuah isu maka selanjutnya konten yang ditampilkan berupa konten pro, begitu juga jika berinteraksi dengan konten yang kontra maka selanjutnya konten yang bermunculan di beranda pengguna adalah konten-konten dengan pendapat kontra. Pada akhirnya aplikasi akan menampilkan konten-konten dan pengguna lain yang seragam, hal ini membuat pertukaran informasi hanya terjadi antar pengguna dengan preferensi yang sama, sehingga informasi akhirnya tidak terdapat sudut pandang lain. Fenomena ini disebut gelembung filter.

Sumber : Newslaundry

Istilah gelembung filter diperkenalkan oleh Eli Paliser (aktivis internet dan penulis buku) term ini mengacu pada sistem algoritma aplikasi yang hanya menyajikan konten berdasarkan minat penggunanya. Algoritma bisa mengisolasi pengguna medsos dari informasi yang lebih luas, ia/ini seperti membentuk dinding sehingga pengguna tidak tahu informasi di luar gelembung filternya. Sehingga semakin lama menggunakan medsos justru malah menjadikan informasi yang didapatkan semakin sempit. Kemudian akan ada interaksi dengan pengguna lain yang punya pendapat sama, dan lama-lama menjadikan kita yakin bahwa pendapat kita adalah yang paling benar, fenomena ini disebut echo chamber.

Echo chamber hanya mau menerima pendapat yang sesuai perspektifnya tanpa mau melihat sudut pandang yang lain. Hal ini kurang baik karena pasti adanya kemungkinan pendapat yang berkebalikan dengan kita. Efeknya buruk karena kita akan defensif akan merasa pendapat kita paling benar, padahal pengguna dengan pendapat lain juga merasa pendapatnya yang benar. Echo chamber ini mampu mempermudah penyebaran hoaks dan memungkinkan polarisasi opini dunia maya di mana terbentuknya dua kubu dengan pendapat yang berlawanan. Polarisasi opini ini juga diperparah dengan hadirnya influencer yang memiliki pengikut banyak.

Sumber : Sageworld

Influencer sebagai seorang yang aktif dalam bermedsos dengan pengikut banyak, memiliki kelebihan untuk menjangkau beranda pengguna medsos khususnya akun-akun yang mengikuti mereka aias followers. Followers mereka cenderung punya ketertarikan yang sama dengan mereka. Jadi apa yang influencer bicarakan secara terbuka di publik akan mendapat reaksi positif dari pengikutnya. Nah pengikut ini cenderung pasif dan hanya setuju dengan informasi yang disampaikan, meskipun informasi tersebut belum tentu lengkap, jadi apabila followers hanya bersumber informasi hanya dari satu influencer bisa memperparah polarisasi opini dalam dunia maya. Pentingnya memilih influencer yang baik dengan pikiran terbuka dan mau menerima pendapat melalui komentar, berdiskusi dengan pendapat lain melalui komentar sehingga followers ikut terpengaruh untuk menerima  opini  dari berbagai sudut pandang.

Tapi sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita membatasi diri sendiri. Mencari informasi dari berbagai sumber tanpa perlu menunggu informasi disajikan di beranda medsos kita. Perlunya kesadaran diri jika polarisasi opini adalah hal yang sebaiknya dihindari, selain itu juga harus mencoba mengerti sudut pandang yang berseberangan dengan kita, karena sebetulnya memahami pendapat yang berseberangan juga merupakan jalan menuju kemenangan. Namun tetap dengan catatan memiliki pendirian mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tidak mudah terbawa arus informasi atau plin-plan. Sudah saatnya medsos kita manfaatkan untuk menggali informasi secara menyeluruh, bukan malah menjadi perangkap yang mengurung kita dari berbagi informasi.

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 892
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) bekerja sama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Bulu, Karang Taruna daerah setempat dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) menggelar acara Gerebek Pasar. Bertempat di Pasar Bulu Semarang, tepatnya di lantai tiga, pengadaan pengobatan gratis dan bazar UMKM digelar sebagai rangkaian acara Gerebek Pasar. Acara yang dimulai sejak Sabtu, […]

  • Kaulah Tempatku Pulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Oleh: Malika Rahma Arifina Kemarin sore, sehari setelah acara kelulusanku selesai, tiba-tiba dia muncul di hadapanku tanpa tahu malu. Lima tahun berpisah, nyaris tidak pernah bertukar kabar, lalu dia tiba-tiba datang dengan membawa sejuta kenangan. Aku masih ingat betul pertemuan terakhir kami yang terasa biasa saja. Dia pergi ke suatu negara orang untuk menuntut ilmu, […]

  • Nusron Wahid Sampaikan Pesan Penting untuk Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 716
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Usai mengisi acara studium general FEBI, Nusron Wahid memberi pesan kepada mahasiswa betapa pentingnya memberdayakan ekonomi desa. “Jangan sampai habis kuliah, dia (mahasiswa-red) itu berorientasi tinggal di kota. Tapi seharusnya menghidupkan dan menggerakkan roda ekonomi di desa. Itu jauh lebih mulia dalam konteks pemerataan ekonomi,” tutur ketua  BNP2TKI, Nusron Wahid ketika diwawancarai kru lpminvest.com. […]

  • Kecelakaan dalam Pertandingan Futsal Putra Piala FEBI Tahun Ini

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 993
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (16/11/22) Piala FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Cabang Olahraga (cabor) futsal putra, menjadi cabor yang dipertandingkan pada hari ke-2. Pertandingan antara Tim Wani Ngeyel Futsal Club dari jurusan Perbankan Syari’ah (PBAS) Vs Tim Joloho Futsal Club perwakilan dari jurusan Ekonomi Islam (EI) mengalami insiden tak terduga yang menimpa salah satu pemain dari […]

  • Penampilan Busana Adat Minang Meriahkan Nusantara Culture Festival 2023

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 870
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (DEMA UIN) Walisongo beserta organisasi-organisasi daerah (Orda) intra kampus, menyelenggarakan acara bertajuk Nusantara Culture Festival 2023 pada hari (25/05/2023). Bertempat di lapangan utama Kampus 3 UIN Walisongo. Mengusung tema “Cara Asyik Mencintai Budaya Indonesia” kolaborasi tersebut mengajak  semua kalangan untuk ikut merayakan keberagaman yang ada dengan rasa gembira. […]

  • Wujudkan Perdamaian Bangsa Melalui Toleransi dan Demokrasi

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 817
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK-red) UIN Walisongo Semarang gelar Diskusi Publik. Acara berlangsung di Laboratorium Dakwah Kampus III UIN Walisongo Semarang. Bekerjasama dengan Yayasan Langit Indonesia Cemerlang (YLIC), Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Selasa, (7/03/2017). Acara yang mengusung tema “Memperkuat Kembali Toleransi Antar Umat […]

expand_less
Exit mobile version