Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
  • visibility 393
  • comment 0 komentar

Oleh : Mahda Nuurainiyah

Internet di era sekarang sudah seperti kebutuhan pokok, maraknya penggunaan medsos, telepon genggam, dan perangkat cerdas lainnya. Internet menawarkan berbagai kemudahan yang mampu diterima segala usia. Pengoperasian yang mudah telah menjangkau satu dunia, menggantikan peran koran sebagai sumber informasi. Fitur-fitur yang canggih juga memudahkan terbentuknya ruang diskusi daring. Sayangnya internet yang dibekali fitur algoritma rentan menciptakan kubu-kubu dengan pendapat yang berseberangan, atau disebut polarisasi opini, sebenarnya bagaimana peran medsos dalam terbentuknya polarisasi opini?

Internet telah menguasai lebih dari separuh penduduk Indonesia, menurut situs We Are Social pengguna internet di Indonesia mencapai 185 juta jiwa atau setara 66,8% dari populasi penduduk Indonesia, dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 139 juta. Angka ratusan juta itu setiap harinya mampu menghabiskan 6-8 jam menggunakan internet dengan jenis aplikasi teratas yang digunakan berupa, jejaring sosial, aplikasi percakapan, dan mesin pencarian. Penggunaan aplikasi dilakukan untuk berbagai tujuan seperti menjaga hubungan dengan teman dan keluarga, mendengar musik, bermain game, dan banyak lagi lainnya, dan menariknya fungsi teratas penggunaan internet adalah untuk mencari informasi.

Sumber : Website We Are Social

Melalui internet, informasi dapat tersebar ke mana pun juga dicari dari mana pun, dengan duduk, berdiri, bahkan saat antre masuk transum kita bisa mendapat informasi. Menurut data, jejaring sosial atau media sosial merupakan pilihan utama dalam mengais informasi. Beberapa aplikasi seperti Tiktok, Instagram, X (twitter), dan Youtube dapat menjadi media pertukaran info, terlebih adanya kolom komentar yang mampu menghadirkan ruang diskusi daring. Setiap manusia pasti memiliki perspektif yang tidak sama, dalam sebuah isu pasti terdapat pihak pro dan kontra, sehingga adanya ruang diskusi tersebut bisa memberi insight dari berbagai sudut pandang. Ruang diskusi daring memberi kesempatan akun pengguna aplikasi untuk menyuarakan pendapatnya dan/atau informasi yang mereka dapat.

Sayangnya aplikasi sekarang mengadopsi fitur konten yang dipersonalisasi, yang mana menyajikan konten-konten sesuai aktivitas penggunanya. Aplikasi akan mencatat apa saja topik yang dicari, konten seperti apa yang disukai, komentar apa yang sering diberikan, dan aktivitas lain yang dilakukan selama memakai aplikasi. Apabila pengguna menyukai dan berinteraksi dengan konten yang pro dengan sebuah isu maka selanjutnya konten yang ditampilkan berupa konten pro, begitu juga jika berinteraksi dengan konten yang kontra maka selanjutnya konten yang bermunculan di beranda pengguna adalah konten-konten dengan pendapat kontra. Pada akhirnya aplikasi akan menampilkan konten-konten dan pengguna lain yang seragam, hal ini membuat pertukaran informasi hanya terjadi antar pengguna dengan preferensi yang sama, sehingga informasi akhirnya tidak terdapat sudut pandang lain. Fenomena ini disebut gelembung filter.

Sumber : Newslaundry

Istilah gelembung filter diperkenalkan oleh Eli Paliser (aktivis internet dan penulis buku) term ini mengacu pada sistem algoritma aplikasi yang hanya menyajikan konten berdasarkan minat penggunanya. Algoritma bisa mengisolasi pengguna medsos dari informasi yang lebih luas, ia/ini seperti membentuk dinding sehingga pengguna tidak tahu informasi di luar gelembung filternya. Sehingga semakin lama menggunakan medsos justru malah menjadikan informasi yang didapatkan semakin sempit. Kemudian akan ada interaksi dengan pengguna lain yang punya pendapat sama, dan lama-lama menjadikan kita yakin bahwa pendapat kita adalah yang paling benar, fenomena ini disebut echo chamber.

Echo chamber hanya mau menerima pendapat yang sesuai perspektifnya tanpa mau melihat sudut pandang yang lain. Hal ini kurang baik karena pasti adanya kemungkinan pendapat yang berkebalikan dengan kita. Efeknya buruk karena kita akan defensif akan merasa pendapat kita paling benar, padahal pengguna dengan pendapat lain juga merasa pendapatnya yang benar. Echo chamber ini mampu mempermudah penyebaran hoaks dan memungkinkan polarisasi opini dunia maya di mana terbentuknya dua kubu dengan pendapat yang berlawanan. Polarisasi opini ini juga diperparah dengan hadirnya influencer yang memiliki pengikut banyak.

Sumber : Sageworld

Influencer sebagai seorang yang aktif dalam bermedsos dengan pengikut banyak, memiliki kelebihan untuk menjangkau beranda pengguna medsos khususnya akun-akun yang mengikuti mereka aias followers. Followers mereka cenderung punya ketertarikan yang sama dengan mereka. Jadi apa yang influencer bicarakan secara terbuka di publik akan mendapat reaksi positif dari pengikutnya. Nah pengikut ini cenderung pasif dan hanya setuju dengan informasi yang disampaikan, meskipun informasi tersebut belum tentu lengkap, jadi apabila followers hanya bersumber informasi hanya dari satu influencer bisa memperparah polarisasi opini dalam dunia maya. Pentingnya memilih influencer yang baik dengan pikiran terbuka dan mau menerima pendapat melalui komentar, berdiskusi dengan pendapat lain melalui komentar sehingga followers ikut terpengaruh untuk menerima  opini  dari berbagai sudut pandang.

Tapi sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita membatasi diri sendiri. Mencari informasi dari berbagai sumber tanpa perlu menunggu informasi disajikan di beranda medsos kita. Perlunya kesadaran diri jika polarisasi opini adalah hal yang sebaiknya dihindari, selain itu juga harus mencoba mengerti sudut pandang yang berseberangan dengan kita, karena sebetulnya memahami pendapat yang berseberangan juga merupakan jalan menuju kemenangan. Namun tetap dengan catatan memiliki pendirian mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tidak mudah terbawa arus informasi atau plin-plan. Sudah saatnya medsos kita manfaatkan untuk menggali informasi secara menyeluruh, bukan malah menjadi perangkap yang mengurung kita dari berbagi informasi.

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Permasalahan lingkungan nampaknya saat ini masih menjadi masalah yang sangat krusial. Konflik lingkungan acap kali terjadi di Indonesia. Berbagai bentuk perlawananpun tak luput disuguhkan sebagai ajang perlawanan demi menuntut keadilan. Namun, tak jarang pula tuntutan keadilan yang diinginkan harus melalui proses yang amat panjang hingga nyawa yang menjadi taruhannya. Banyak sekali contoh gerakan perlawanan perempuan […]

  • Cahaya dalam Sujud

    • calendar_month Sen, 12 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Widi Astuti Pagi ini kudapati sebuah hamparan pemandangan yang membuatku tiada hentinya bersyukur kepada-Nya betapa indah apa yang tengah berada di depanku ini, yang tengah kulihat saat ini.             “Subhanallah” desahku dengan melepas nafas setelah merasakan betapa sejuknya udara pagi ini di pondok putri daerah Yogyakarta yang sudah kurang lebih tiga tahun kutempati […]

  • Siti Dapat TV Dari Kopma

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 253
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Walisongo Menggelar Jalan Sehat dan “Color Fun” dalam rangka Ulang Tahun Kopma yang ke-31. Acara di mulai pukul 07.15 sampai 11.25 WIB. Start dari halaman audit kampus III menuju kampus I, kemudian finis di Kampus III. Acara dimulai dengan pembagian kupon Jalan Sehat di gerbang pintu masuk kampus tiga […]

  • Imam Yahya, Menulis Adalah Bagian dari Zikir Ala Insan Akademik

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 326
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pada khataman yang kelima, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo semarang mengadakan malam puncak Khatmil Qur’an FEBI bertajuk “Menjemput Magfiroh”. Acara dihadiri oleh Dekan FEBI dan para pejabat Fakultas, dosen, serta mahasiswa yang dilakukan secara daring via google meet. (21/05/2020). Dalam sambutannya Saefullah selaku Dekan FEBI menyampaikan tujuan terselanggaranya acara ini sebagai […]

  • Dedi dan Tim Raih Predikat Majalah Bayangan Terbaik dalam Workshop Lapangan 2019

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 299
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Usai mengikuti workshop materi pada Kamis dan Jumat (10-11/10/2019) kemarin, calon kru magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest 2019 mengikuti workshop lapangan. Workshop lapangan merupakan penerapan langsung materi kejurnalistikan yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan tersebut diadakan selama dua hari pada Sabtu dan Minggu di Candi Gedong Songo Semarang. Saat workshop lapangan, calon kru magang 2019 […]

  • Asah Soft Skill dan Kemampuan Menulis, DEMA FEBI Giring Maba Ikuti Pelatihan Ini

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 292
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dewan Esekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar pelatihan menulis makalah dan public speaking di Auditorium 1 Kampus I UIN Walisongo Semarang. Jumat (13/9/19). Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah mengenalkan mahasiswa baru (Maba) FEBI bagaimana cara menulis makalah yang baik dan benar. Salah satunya, menghindari plagiarisme yang marak di kalangan mahasiswa. […]

expand_less
Exit mobile version