Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » RESENSI FILM » Sayap-Sayap Patah 2

Sayap-Sayap Patah 2

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
  • visibility 1.597
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul              : Sayap-sayap patah 2

Sutradara       : Ferry Fei Irawan

Produser        : Denny Siregar Production

Ditulis oleh    : Rahabi Mandra dan Jocelyn Cordelia

Pemeran        : Arya Saloka, Dara Sarasvati, Juan Bio One, Nugie, Iwa K, Myesha Lin, Muhammad Khan,  Meriam Bellina, Samo Rafael, Aufa Assagaf, Givina Lukita, Aji Santosa, dan Norman R. Akyuwen

Tanggal rilis   : 8 Mei 2025

Durasi            : 1 jam 54 menit

Bahasa           : Bahasa Indonesia 

Negara tayang : Indonesia 


Film sayap-sayap patah 2 adalah film dengan campuran genre aksi dan drama. Film ini menjadi lanjutan dari film sayap-sayap patah yang rilis pada tahun 2022. Namun inti cerita yang disajikan berbeda fokus, karena pada season 2 ini menyorot pada kehidupan Pandu seorang densus 88 dan putri semata wayangnya yaitu, Olivia. Olivia adalah anak piatu yang baru saja setahun lalu ditinggal oleh ibunya, sehingga dia haus akan kasih sayang ayahnya. Namun di sisi lain, pekerjaan Pandu membuat waktu dengan keluarga berkurang. 

Permasalahan yang diangkat pada film ini adalah aksi teroris yang merupakan representasi pengeboman di Samarinda pada tahun 2016. Munculnya tokoh Leong sebagai pelaku pengeboman yang baru saja dikeluarkan dari penjara, dibarengi dengan adanya peristiwa pengeboman di sebuah cafe, membuat Leong dicurigai kepolisian. Padahal yang melakukan pengeboman adalah kawan-kawan Leong.

Dalam masa pengusutan tokoh dibalik pengeboman ini, Komandan Sadikin menyerahkan kasus ini pada Pandu. Namun pada saat investigasi, wajah Pandu terlihat oleh pelaku. Hal ini membuat Pandu dan keluarganya menjadi target incaran.

Film ini diakhiri dengan perencanaan aksi pengeboman baru yang disusun Leong dan Wabil, namun dalam aksinya Leong tertangkap dan terbunuh, sedangkan Wabil lolos. Sebagai bentuk balas dendamnya, Olivia putri Pandu menjadi korban pengeboman dan tewas.

Kelebihan pada film ini adalah alur cerita tersampaikan jelas, dan karakter Olivia sangat menggemaskan. Sehingga ketika Olivia meninggal seakan tidak ada lagi jantung cerita ini. Pembawaan karakter masing-masing tokoh pengeboman sukses membuat geram karena ideologinya yang sesat. Film ini merupakan representasi dari kisah nyata yaitu bom Samarinda pada tahun 2016 silam.

Adapun kekurangan pada film ini adalah intro yang lumayan panjang. Adanya scene yang ekstrem seperti bentuk tubuh yang sudah hancur, remuk, terbakar, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat ideologi yang menyesatkan yang mengaggap semua orang yang tidak sealiran dengannya adalah orang yang melawan arah, sehingga harus di bunuh. Jika tidak dipahami dengan baik mengkhawatirkan jika ada yang mengikuti paham seperti itu.

 

[Pengurus Invest BPH Periode 24/25]

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Sheila On 7, Kali Ini Raisa Bakal Konser di UIN Walisongo

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 731
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kabar gembira bagi mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang 2019. Pasalnya, Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) bakal mengadakan gelaran akbar untuk menyambut para mahasiswa baru dengan mengundang penyanyi kondang Raisa Andriana. Acara yang diberi nama ‘Uincredible 2.0’ ini bukan kali pertama diadakan oleh DEMA-U. Tahun lalu, acara serupa diadakan dengan mengundang band legendaris Sheila On […]

  • Keseimbangan Hidup

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Judul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem Penulis             : Emha Ainun Nadjib Penerbit           : Noura Books Cetakan           : Kelima, September 2017 Halaman          : x + 230 halaman. ISBN               : 978-602-385-150-8 Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain […]

  • Ibu

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Oleh: Reza Adnan Sofa Dimasa kau dilahirkan, Mereka kegirangan, heran, Menerang setiap jimpit ruang yang kita jejaki, Dengan melihat lalu menghargai, Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana, Yang pada akhirnya tersimpulkan, Saling menginjak, dan tidak menghiraukan, Ibu pernah bilang nadinya sekuat baja, Sayang […]

  • Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Permasalahan lingkungan nampaknya saat ini masih menjadi masalah yang sangat krusial. Konflik lingkungan acap kali terjadi di Indonesia. Berbagai bentuk perlawananpun tak luput disuguhkan sebagai ajang perlawanan demi menuntut keadilan. Namun, tak jarang pula tuntutan keadilan yang diinginkan harus melalui proses yang amat panjang hingga nyawa yang menjadi taruhannya. Banyak sekali contoh gerakan perlawanan perempuan […]

  • Karya Tesis Nisa, Angkat Judul Mengenai Difabel Bisa Berkarya Lewat Batik Ciprat

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 963
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Nisa Aulia Ningsih mahasiswi dari Tegal merupakan wisudawati terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) pada program pasca sarjana S2 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Nisa memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3.84 ketika diumumkan pada sidang Senat Terbuka di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, […]

  • FEBI Bawa Dua Medali dari Cabor Voli

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tim voli putra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil mengantongi medali emas dalam Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Ketrampilan (Orsenik). Pertandingan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang . Kamis, (19/09/2019). Zhafar Arjuna mewakili timnya mengaku senang telah membawa predikat juara pertama karena dapat berguna untuk fakultas. “Kami merasa senang dengan […]

expand_less
Exit mobile version