Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 3.114
  • comment 0 komentar

Identitas Film 

Judul               : Orang Kaya Baru

Penulis            : Joko Anwar

Sutradara         : Ody C. Harahap

Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo

Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures

Durasi             : 99 menit

Rilis                : 24 Januari 2019

Negara            : Indonesia

Bahasa            : Indonesia

Sinopsis Film

Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film ini dibintangi oleh Raline Shah, Lukman Sardi, Cut Mini, Derby Romero, Fatih Unru, dan Refal Hady. Film ini tayang perdana di bioskop pada 24 Januari 2019.

Di dalam film ini mengisahkan sebuah keluarga kompak yang tiba-tiba menjadi keluarga yang kaya raya. Awalnya keluarga tersebut merupakan keluarga kecil sederhana yang hidup serba pas-pasan, namun tetap kompak dan ceria meskipun selalu berkhayal menjadi kaya. Ada beberapa pemeran di film ini yaitu, bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru).

Orang kaya baru alias OKB biasanya merujuk kepada mereka yang belum lama naik kelas sosial dan ekonomi. Mereka tengah beradaptasi dengan kondisi keuangan yang baru. Ini ditandai dengan cara berbusana maupun perilaku yang kurang elegan kalau tidak mau dibilang norak. Mengawali film tersebut, mereka menjalani aktivitas setiap hari seperti keluarga sederhana pada umumnya. Meskipun bukan keluarga kaya, mereka mampu menjalani hari dengan menyenangkan. Bapak selalu bahagia meski tidak punya uang. Keluarga mereka sangat hangat. Hubungan antara anak dan orang tua (Cut Mini dan Lukman Sardi) juga begitu dekat. Hal ini diperlihatkan dalam ritual makan malam bersama dan saling bercerita tentang apa yang terjadi hari itu.

Namun hal tak terduga pun terjadi, Bapak meninggal setelah makan bersama keluarga. Sehingga  keadaan pun berubah drastis seperti narasi yang disuarakan oleh Tika “Tiba-tiba masa depan keluarga kami sangat belarak, seperti naik lift ke lantai paling atas lalu terjun jatuh ke lantai yang paling bawah. Pagi yang biasa kami lewati dengan mudah, sekarang terasa asing dan menakutkan.”

Beberapa waktu setelahnya datang pengacara pribadi Bapak ke rumah dan memberikan sebuah video peninggalan Bapak untuk keluarganya. Dalam video tersebut, Bapak berkata bahwa sebetulnya ia adalah orang kaya dan memiliki warisan yang banyak, tetapi selama ini disembunyikan dari istri dan anak-anaknya. Setelah Bapak meninggal, dia memberikan seluruh hartanya kepada istri dan anak-anaknya sehingga mereka mendadak kaya. Berbagai hal lucu dan menggelitik terjadi ketika mereka berubah menjadi orang kaya mendadak. Namun, sikap mereka juga menjadi berubah drastis saat sudah bergelimang harta. Mereka menjadi lebih mementingkan diri sendiri dan cukup mengganggu keharmonisan keluarga. Mereka menjadi orang yang senang berfoya-foya karena mendapatkan sesuatu menjadi mudah dengan uang.

Hal tersebut berlanjut sampai suatu ketika warisan Bapak yang berjumlah Rp. 30 Miliar habis dan mereka mulai kebingungan karena masih banyak keinginan mereka yang belum terpenuhi. Akhirnya, mereka menjadi miskin kembali dan mereka baru menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah keutuhan keluarga, dan bukan semata-mata karena uang. Mereka berubah menjadi orang-orang yang lebih bersyukur dari sebelumnya dan merasa cukup dengan harta pas-pasan yang dimiliki.

Pesan yang diberikan cukup baik dan mudah dipahami oleh penontonya seperti perkataan bapak di saat makan malam, dan kondisi keluarga yang berubah drastis sebelum dan sesudah bapak meninggal. Meski seakan dipenuhi petuah, pelajaran dari film ini tidak terasa sok menggurui karena dibumbui komedi. Joko Anwar sebagai penulis naskah bisa menyelipkan adegan komedi dengan baik. Candaan demi candaan ditampilkan secara natural lewat situasi dan percakapan. Film ini sukses membuat penonton tertawa lepas, meski tak semua komedi terasa lucu.

Kekurangan dari film Orang Kaya Baru, seperti ingin cepat-cepat mengakhiri film. Penyelesaian filmnya tanggung dan banyak cut yang membuat penonton kebingungan karena alur yang tiba-tiba berganti tanpa adanya penjelasan. Film ini seakan berusaha menyelesaikan masalah dengan menghadirkan masalah baru yang justru mengandung adegan yang tidak terlalu penting.  Namun secara keseluruhan film ini layak tonton dan bisa menjadi pilihan film yang menghibur sekaligus mengingatkan kembali akan hangatnya kebersamaan keluarga.

Royhan Maliki Rizqi (Tim Website)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda Gabungan Tahun 2022, UIN Walisongo Meluluskan 544 Wisudawan

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    lpminvest.com– UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan proses wisuda bagi lulusan Doktor (S3), Magister (S2) dan Sarjana (S1) periode Mei 2022 pada hari Selasa (24/5/2022). Wisuda kali ini diselenggarakan secara full offline di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo. Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq dalam pidato sambutannya menginformasikan tentang kuliah tatap muka pasca Idul Fitri. “Semester […]

  • Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 730
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Peresmian pembukaan OPAK yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr. Muhibbin menuai antusias mahasiswa baru, selasa (23/8/16). Pelepasan balon dilakukan tepat setelah Rektor UIN Walisongo menabuh gong kebesaran UIN Walisongo sebanayak sembilan kali. Prof Muhibbin mengatakan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan OPAK bahwa sembilan kali penabuhan […]

  • Momen Wisuda Jadi Ajang Raup Untung Para Pedagang

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 771
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda gabungan akhir tahun 2022 dilaksanakan pada Selasa (8/11/2022) oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Momen wisuda digelar secara offline dengan meluluskan 609 wisudawan. Acara ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat bahkan masyarakat luar untuk berjualan di depan gerbang Kampus 3 UIN Walisongo. Para pedagang memanfaatkan momen wisuda untuk mencari pundi-pundi rupiah. Acara wisuda […]

  • Menepis Budaya Konsumtif di Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Bagi umat Muslim, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa. Keistimewaan pada bulan  yang dalam kalender Islam di urutan kesembilan, yaitu antara bulan Sya’ban dan Syawal ini di antaranya adanya kewajiban berpuasa sebulan penuh bagi umat Islam di seluruh dunia sebelum meraih kemenangan Idul Fitri. Di bulan ini pula Allah menurunkan mukjizat yang besar bagi Nabi […]

  • UIN Walisongo Bertandang Ke Tiga Negara

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 11.482
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Project Implementing Unit (PIU) UIN Walisongo Semarang adakan Seminar hasil penelitian diluar negeri. Rabu, (22/10). Seminar yang diadakan di Hotel Patra Jasa ini dihadiri oleh doktor dari berbagai universitas di Semarang. Selain itu dosen dan mahasiswa UIN Walisongo juga turut mengikuti acara tersebut. Kampus yang telah konversi menjadi UIN ini, pasalnya mengadakan acara Doctoral […]

  • Pemilihan Duta Prodi Meriahkan Festival Perbankan 7.0

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 834
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Festival Perbankan 7.0 ditutup dengan malam puncaknya, bertempat di Gedung Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang pada Selasa (8/11/2022). Acara  tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah UIN Walisongo dan beberapa juri dari jajaran dosen prodi. Acara dimeriahkan dengan pemilihan Duta Perbankan serta mendapat dukungan dari Ketua Program Studi Perbankan […]

expand_less
Exit mobile version