Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 2.813
  • comment 0 komentar

Identitas Film 

Judul               : Orang Kaya Baru

Penulis            : Joko Anwar

Sutradara         : Ody C. Harahap

Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo

Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures

Durasi             : 99 menit

Rilis                : 24 Januari 2019

Negara            : Indonesia

Bahasa            : Indonesia

Sinopsis Film

Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film ini dibintangi oleh Raline Shah, Lukman Sardi, Cut Mini, Derby Romero, Fatih Unru, dan Refal Hady. Film ini tayang perdana di bioskop pada 24 Januari 2019.

Di dalam film ini mengisahkan sebuah keluarga kompak yang tiba-tiba menjadi keluarga yang kaya raya. Awalnya keluarga tersebut merupakan keluarga kecil sederhana yang hidup serba pas-pasan, namun tetap kompak dan ceria meskipun selalu berkhayal menjadi kaya. Ada beberapa pemeran di film ini yaitu, bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru).

Orang kaya baru alias OKB biasanya merujuk kepada mereka yang belum lama naik kelas sosial dan ekonomi. Mereka tengah beradaptasi dengan kondisi keuangan yang baru. Ini ditandai dengan cara berbusana maupun perilaku yang kurang elegan kalau tidak mau dibilang norak. Mengawali film tersebut, mereka menjalani aktivitas setiap hari seperti keluarga sederhana pada umumnya. Meskipun bukan keluarga kaya, mereka mampu menjalani hari dengan menyenangkan. Bapak selalu bahagia meski tidak punya uang. Keluarga mereka sangat hangat. Hubungan antara anak dan orang tua (Cut Mini dan Lukman Sardi) juga begitu dekat. Hal ini diperlihatkan dalam ritual makan malam bersama dan saling bercerita tentang apa yang terjadi hari itu.

Namun hal tak terduga pun terjadi, Bapak meninggal setelah makan bersama keluarga. Sehingga  keadaan pun berubah drastis seperti narasi yang disuarakan oleh Tika “Tiba-tiba masa depan keluarga kami sangat belarak, seperti naik lift ke lantai paling atas lalu terjun jatuh ke lantai yang paling bawah. Pagi yang biasa kami lewati dengan mudah, sekarang terasa asing dan menakutkan.

Beberapa waktu setelahnya datang pengacara pribadi Bapak ke rumah dan memberikan sebuah video peninggalan Bapak untuk keluarganya. Dalam video tersebut, Bapak berkata bahwa sebetulnya ia adalah orang kaya dan memiliki warisan yang banyak, tetapi selama ini disembunyikan dari istri dan anak-anaknya. Setelah Bapak meninggal, dia memberikan seluruh hartanya kepada istri dan anak-anaknya sehingga mereka mendadak kaya. Berbagai hal lucu dan menggelitik terjadi ketika mereka berubah menjadi orang kaya mendadak. Namun, sikap mereka juga menjadi berubah drastis saat sudah bergelimang harta. Mereka menjadi lebih mementingkan diri sendiri dan cukup mengganggu keharmonisan keluarga. Mereka menjadi orang yang senang berfoya-foya karena mendapatkan sesuatu menjadi mudah dengan uang.

Hal tersebut berlanjut sampai suatu ketika warisan Bapak yang berjumlah Rp. 30 Miliar habis dan mereka mulai kebingungan karena masih banyak keinginan mereka yang belum terpenuhi. Akhirnya, mereka menjadi miskin kembali dan mereka baru menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah keutuhan keluarga, dan bukan semata-mata karena uang. Mereka berubah menjadi orang-orang yang lebih bersyukur dari sebelumnya dan merasa cukup dengan harta pas-pasan yang dimiliki.

Pesan yang diberikan cukup baik dan mudah dipahami oleh penontonya seperti perkataan bapak di saat makan malam, dan kondisi keluarga yang berubah drastis sebelum dan sesudah bapak meninggal. Meski seakan dipenuhi petuah, pelajaran dari film ini tidak terasa sok menggurui karena dibumbui komedi. Joko Anwar sebagai penulis naskah bisa menyelipkan adegan komedi dengan baik. Candaan demi candaan ditampilkan secara natural lewat situasi dan percakapan. Film ini sukses membuat penonton tertawa lepas, meski tak semua komedi terasa lucu.

Kekurangan dari film Orang Kaya Baru, seperti ingin cepat-cepat mengakhiri film. Penyelesaian filmnya tanggung dan banyak cut yang membuat penonton kebingungan karena alur yang tiba-tiba berganti tanpa adanya penjelasan. Film ini seakan berusaha menyelesaikan masalah dengan menghadirkan masalah baru yang justru mengandung adegan yang tidak terlalu penting.  Namun secara keseluruhan film ini layak tonton dan bisa menjadi pilihan film yang menghibur sekaligus mengingatkan kembali akan hangatnya kebersamaan keluarga.

Royhan Maliki Rizqi (Tim Website)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kedua SPE,  Singkatnya Seperti ini Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 801
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Hari Kedua, Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) 2020 LPM Invest ditemani oleh pemateri dari akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang yaitu Luksi Visita. Mengacu pada sub tema Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi, kegiatan ini berlangsung secara virtual di ruang Google Meet. Sabtu, (18/7/2020). “Sebenarnya, ekonomi sosialis modern dapat kita lihat dari […]

  • Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    Oleh: Iswatun Ulia Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa […]

  • Behind The Scene Pertunjukan Mob PBAK UIN Walisongo 2018

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik-red) UIN Walisongo selalu memberikan kejutan yang berbeda setiap tahunnya. Salah satu kejutan yang dihadirkan UIN Walisongo di hari pertama PBAK tahun ini adalah pertunjukan Man of Board (MoB). Berbeda dengan MoB tahun lalu, MoB kali ini menggunakan atribut pompom. Pertunjukkan MoB yang diiringi lagu Kebyar-Kebyar (Indonesia Merah Darahku […]

  • Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 740
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. “Selama tiga […]

  • Inilah Omzet tukang parkir Car Free Day di Semarang.

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

      Lpminvst.com-Makin banyak pengunjung dalam sebuah acara, makin banyak juga kebutuhan lahan parkir untuk kendaraan mereka. Acara Car Free Day (CFD_red) di Bundara Air Mancur-Semarang misalnya, setiap hari minggu tak kurang dari ribuan kendaraan bermotor memarkir motor di area Jl. Pahlawan-Semarang (11/6/2016) Menurut Sulis sebagai juru parkir, dalam acara yang dimulai pukul 05.30 hingga  09.00 […]

  • Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi untuk Ibu Hamil

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 823
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 UIN Walisongo menggelar sosialisasi sadar stunting untuk ibu hamil pada Senin (19/10/2020). Bertempat di Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong, Grobogan, kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat. Menurut Tim KKN RdR UIN Walisongo kelompok bagi balita dan anak di bawah tiga tahun batita,” ujar Davi […]

expand_less
Exit mobile version