Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peristiwa Kelam Namun Terlupakan

Peristiwa Kelam Namun Terlupakan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 13 Des 2014
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

lpminvest.com -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-red) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan diskusi dan bedah film, film yang dibedah kali ini adalah film yang berjudul The Look of Silence atau Senyap. Rabu, (10/12). Acara dilaksanakan di gedung American Corner lantai 2 perpustakaan UIN Walisongo.

Siham yang juga sebagai Presiden mahasiswa UIN Walisongo mengungkapkan, bahwa tidak semua civitas akademika mempunyai kesempatan untuk menonton film ini, dikarenakan, film ini masih langka.

“Saat ini, kita mempunyai kesempatan untuk menyaksikan secara langsung film berjudul ‘Senyap’, karena tidak seluruhnya civitas akademika dapat menonton dan mendiskusikannya secara langsung”, tutur Siham pada pidato pembuka acara bedah film tersebut.

Acara tersebut mendatangkan beberapa narasumber, yakni; Tedi Kholiludin (Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama Semarang), Mutiara Ika Pratiwi (Sekretaris Nasional Perempuan Mahardhika), dan Adrian Budi Sentosa (Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jakarta).

Film Senyap yang berdurasi kurang lebih 2 jam itu, tidak mengalihkan pandangan mata peserta untuk tetap setia menonton adegan-adegan yang ditayangkan.

Film yang menggambarkan sejarah kelam indonesia ini membuka mata dunia, bahwa pernah terjadi peristiwa hitam di Indonesia.

”Film senyap merupakan film yang dapat membuka mata dunia mengenai sejarah Indonesia dan sangat disayangkan jika sebagai penonton hanya merasa iba dan kasihan melihat para korban yang diperlakukan secara tidak manusiawi.” tutur Ika dalam materi yang disampaikan.

“Film Senyap merupakan cerminan nyata bagi kita, agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali dan rekonsiliasi dapat terwujud”. ucap Adrian

Bedah film Senyap karya Joshua Oppenheimer ini merupakan film yang menceritakan kembali saat-saat indonesia dijajah PKI, kaum komunis yang dianggap tidak bertuhan, serta gerakan G30SPKI yang merenggut banyak korban.

“Cerita PKI merupakan cerita masa lalu, namun sebenarnya belum berlalu dan perlu untuk didiskusikan.” jelas Tedi

Antusiasme peserta dalam mengikuti acara bedah film sangat bagus, terbukti dengan tidak ada kursi yang kosong pada saat acara berlangsung.

“Respon dari peserta ini sangat positif, namun seharusnya pada saat film berlangsung harusnya ada panduan secara khusus dalam mengarahkan jalannya film, karena dalam pemutaran film senyap ini memang harus benar-benar dalam suasana yang senyap.” Ujar Ika kepada kru lpminvest.com . (Invest_Ulia).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabor Silat Sumbang Tujuh Medali untuk Febi

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 300
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil meraih tujuh medali dari cabang olahraga (cabor) silat pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan keterampilan (Orsenik) 2019. Cabor silat mempertandingkan tiga kategori, yaitu kategori laga, seni tunggal dan seni berganda. Lomba tersebut diselenggarakan di Auditorim I Kampus I UIN Walisongo Semarang. Kamis, (19/9/2019). Tujuh mendali yang […]

  • Gus Muwafiq; Sikapi Perbedaan dengan Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 161
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (PERANTARA), mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, (14-15/9/2019), di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara ini diawali dengan suguhan penampilan tari Sigeh Pengunten oleh mahasiswa perantau asal Lampung untuk menyambut tamu undangan, salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Agan Maraka menyatakan tujuan acara ini ialah menjadikan […]

  • EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 206
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ-EI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan aksi pembagian donasi, berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada warga di sekitar pelataran jalan. Jumat, (31/03/2017). EI Donation (gerakan rumah amal) adalah program gerakan sedekah yang digalang oleh HMJ Ekonomi Islam setiap satu minggu sekali. Punbegitu, merupakan realisasi salah satu program kerja kepengurusan. Pasalnya, […]

  • Mahasiswa Rantau, Antara Mandiri dan Dipaksa Keadaan

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Entah mengapa kalau mendengar kata ‘rantau’ pikiran saya langsung tertuju pada ‘rindu’. Waktu kecil, yang saya pahami tentang merantau adalah para pekerja yang meninggalkan anak istrinya di desa untuk bekerja ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Ya sama persis yang dilakukan ayah saya dulu, dia pergi ke Jakarta meninggalkan kami yang ratusan mil […]

  • Meski Sibuk Kerja Sampingan, Mahasiswi FDK ini Raih Predikat Skripsi Terbaik

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 182
    • 0Komentar

    lpminvest.com_ Sri Setyawati, mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo semarang menjadi peraih predikat skripsi terbaik di fakultasnya. Dengan predikat tersebut, ia ingin menunjukkan bahwasannya kuliah sambil kerja tidak menjadi penghalang untuk berprestasi dan lulus tepat waktu. Rabu, (28/8/2019). “Ada orang yang bilang mahasiswa yang kerja pasti skripsinya susah kelarnya  dan keteteran tapi itu menurut […]

  • KKN Posko 55 UIN Walisongo,  Tumbuhkan Karakter Keislaman dengan FAS

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 168
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Lomba Festifal Anak Sholeh (FAS) yang usai digelar oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang posko 55 menerima tanggapan positif dari masyarakat. Terbuti dengan antusias peserta yaitu kurang lebih 150 anak yang mengikuti lomba, baik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar (SD). Selasa, (19/11/2019). “Di Desa […]

expand_less
Exit mobile version