Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Umar Chapra dan Mannan; Utang Negara dalam Anggaran Defisit

Umar Chapra dan Mannan; Utang Negara dalam Anggaran Defisit

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
  • visibility 799
  • comment 0 komentar

Oleh : Dwi Ari Apriliani
Sumber gambar : Google

Sedari kecil, anak bangsa selalu dibubuhi dengan istilah gemah ripah loh jenawi toto tentrem kerto raharjo. Aset kekayaan sumber daya alam yang melimpah selalu digadang-gadang, bahkan sampai lupa mendidik pribadi yang memiliki profesionalitas tinggi yang dibekali dengan amanah. Krisis keimanan sangat sulit untuk ditaklukkan. Bagaimana mau menyanggah pernyataan ini? Jika realita kerap membawa kita untuk menyaksikan para petinggi pemerintahan melakukan penjarahan kekayaan negara di semua bidang. Tragisnya lagi, hal ini dilakukan secara kolektif dan sistematik.

Negara menggunakan anggaran defisit, jelas bukan untuk memberi fasilitas pejabat melakukan korupsi. Anggaran ini dipakai karena pendapatan negara tidak cukup untuk pembangunan ekonomi sehingga neraca pembayaran menjadi tidak seimbang. Dalam hal ini kebijakan fiskal berperan sebagai alokasi yang mampu menstabilkan suatu anggaran yang ada. Fiskal berada di ruang lingkup ekonomi makro yang peranannya untuk menciptakan perekonomian yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi maksimal, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang nantinya juga dapat mengurangi angka pengangguran.

Dalam anggaran defisit ini artinya pengeluaran negara jauh lebih besar dibanding penerimaan. Namun sejenak kita berbicara perihal anggaran yang tercermin di Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN), dimana penerimaan negara mencakup pajak dan bukan pajak serta pengeluaran rutin untuk infrastruktur. Pembiayaan pembangunan saat ini dioptimalkan demi menutup gap penyediaan infrastruktur dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan IPM ditempuh pemerintah melalui sektor pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial.

Jenis anggaran yang diterapkan selama ini membuat ketergantungan utang luar negeri semakin meningkat. Perlu diperhatikan bahwa, tingginya beban utang terhadap PDB akan berpotensi mengurangi keleluasaan pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya untuk menstimulus perekonomian ke depan. Akan tetapi, dengan kebijakan berutang, ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah pandemi covid-19. Kondisi terberat perekonomian secara global seperti ini memaksa negara untuk jeli dalam menetapkan kebijakan, terutama terkait utang negara. Diproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini masih mampu mencapai 2,3 persen (yoy) atau dapat terkontraksi -0,4 persen (yoy). Sedangkan asumsi PDB nominal tahun 2020 ini mampu menduduki Rp 16.500 triliun hingga Rp 16.800 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sekisar 36 persen.

Menurut data yang dilansir dari kompas.com menyebutkan bahwa utang negara pada April 2020 setara dengan 31,78 persen terhadap PDB yaitu mencapai Rp 5.172,48 Triliun. Hal ini jika dibandingkan dengan utang bulan sebelumnya, justru jauh lebih rendah Rp 20,08 Triliun. Sedangkan ketika menengok tahun lalu maka meningkat
sebesar 14,22 persen. Ini masih dalam koridor wajar karena tidak melanggar UU Nomor 17 Tahun 2003 terkait batas maksimal rasio utang pemerintah sebesar 60 persen dari PDB.

Rincian utang negara yang tertuang di APBN pada April 2020 yaitu; pertama, Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 4.338,44 Triliun yang meliputi SBN rupiah Rp 3.112,15 dan dalam bentu valuta asing sejumlah Rp 1.226,29. Kedua, pinjaman negara sebesar Rp 834,04 Triliun yang terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 824,12 Triliun, dan Rp 9,92 Triliun pinjaman dalam negeri. Khusus pinjaman luar negeri ini ada tiga jenis yaitu Rp 333 Triliun pinjaman bilateral, Rp 448,45 Triliun pinjaman multilateral dan Rp 42,68 Triliun dari commercial bank. Pada bulan april 2020 ini pemerintah usai membayar bunga utang sebesar Rp 92,82 Triliun. Adapun target pembayaran bunga tahun ini yakni Rp 335,16 Triliun. Gambaran singkat utang negara di atas semoga mampu membukakan pemikiran kita tentang bagaimna bunga berperan tragis dalam perekonomian. Hal ini menjadikan Ekonom Muslim M. Mannan dan M. Umar Chapra lain pendapat dalam menyikapi sistem anggaran yang dipakai di suatu negara.

Tertulis dari jurnal Hukum dan Pranata Sosial, Mannan menyampaikan bentuk persetujuannya ketika negara menggunakan sistem anggaran defisit. Solusi yang ditawarkan untuk menutup defisit yaitu dengan merasionalisasi struktur pajak atau dengan mengambil sistem kredit (utang). Namun ada catatan, utang dalam artian di sini yakni harus dibuat tanpa ada tekanan dari kreditor karena akan mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kedaulatan
negara muslim serta utang yang dimaksud harus tanpa bunga agar tidak memberatkan pihak yang berutang.

Pemikiran Chapra hampir sama dengan Mannan, akan tetapi solusi yang disuguhkan berbeda. Menurutnya anggaran defisit harus ditutup dengan mereformasi sistem perpajakan dan bukan dengan ekspansi moneter dan berutang. Chapra lebih memandang bahwa peningkatan pajak jauh lebih rasional dibanding berutang yang akan
membawa kepada riba. Kemudian, dalam jurnal Studi Islam Tahun 2017 dipaparkan bahwa pajak harus dijalankan atas asas keadilan dengan menitikberatkan tiga kriteria yaitu; 1) pajak dipungut untuk membiayai apa yang dipandang mutlak diperlukan untuk mewujudkan maqoshid, 2) beban tidak boleh sama sehubungan dengan kemampuan orang untuk memikulnya, 3) dana pajak yang terkumpul harus digunakan setulusnya untuk tujuan pengumpulannya.

Selanjutnya, Chapra menjelaskan bahwa pemerintah juga dapat menggunakan cara sewa untuk membangun proyek infrastruktur yang dibiayai oleh sektor swasta atas dasar kompetisi menurut spesifikasi pemerintah. Ditambah juga bisa dengan sukuk syariah berbasis penyewaan dengan kontrak ijarah, ijarah muntahiyyah bittamlik, dan ijarah mawshufah fi dhimmah. Kaitannya dengan gagasan Chapra ini sudah tertuang di laman www.djppr.kemenkeu.go.id yang berisikan bahwa utang pemerintah digunakan untuk belanja produktif dan Penyertaan Modal Negara (PMN). PMN ini akan memberikan ruang gerak yang leluasa untuk BUMN melakukan leverage jika disbanding dengan belanja negara. Pemanfaat utang negara yang produktif serta sumber pembiayaan yang efisien dan berisiko rendah akan meringankan beban generasi mendatang.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBAK 2024 Dimulai, Usung Tema Pendidikan

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 886
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dilaksanakan pada Jumat, (09/08/2023) yang bertempat di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara PBAK dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 9-11 Agustus 2024. Berbeda dari tahun sebelumnya, PBAK tahun ini mengusung tema “Pendidikan untuk Kemanusiaan dan Peradaban”. Menurut Prima Sitepu, […]

  • Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 672
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Suparman, selaku Wakil Rektor III membacakan Nota  Jawaban dihadapan massa terkait Nota Keberatan yang dilayangkan oleh Mandataris Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Syarifudin Fahmi pada tanggal 5 Januari 2018. Nota Jawaban tersebut dibacakan setelah aksi demonstrasi  yang dilakukan oleh  Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) di depan Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Dalam […]

  • Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Gozali Tahun 2018 menjadi panggung politik bagi partai politik (parpol). Pasalnya, Indonesia bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Bali, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Tidak cukup di situ, panggung politik masih berlanjut pada 2019 dengan adanya pemilihan […]

  • 1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 803
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Prosesi Wisuda UIN Walisongo periode Agustus dilaksanakan di ruang maya melalui Live Streaming Youtube UIN Walisongo Semarang. Menurut Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 Tahun 2020  disebutkan bahwa ada 1.661 wisudawan yang dilepas hari ini, baik dari tingkat Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), dan Diploma (D3). Bahkan wisudawan juga menerima gelar  sebagai Duta Walisongo. Kamis, (6/8/2020). “Selamat, […]

  • Pelepasan Calon Wisudawan FEBI; 153 Orang Siap Hadapi Langkah Selanjutnya

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBI) UIN Walisongo selenggarakan Pelepasan Calon Wisudawan pada Selasa (07/02/2023) di Merapi Hall, Hotel Grasia Semarang. Pelepasan calon wisudawan fakultas ke-24 itu dihadiri oleh Petinggi Fakultas dan Kepala Jurusan (Kajur) dari masing-masing jurusan yang ada di FEBI serta wisudawan yang hari ini akan dilepas. Acara tersebut berjalan secara hikmat […]

  • UIN Walisongo Masih Selenggarakan Pemilwa 2018 dengan Sistem Lama

    • calendar_month Kam, 20 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 738
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Nomor 4961 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Agama Islam, dalam melalukan pemilihan umum mahasiswa (Pemilwa) dilakukan dengan sistem musyawarah mahasiswa (Musma-red). Namun di Pemilwa 2018 ini, UIN Walisongo Semarang belum menerapkan sistem tersebut dan masih menggunakan sistem pemungutan suara. Kamis, (20/12/2018). “Pembahasan […]

expand_less
Exit mobile version