Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 256
  • comment 0 komentar

Sumber: google.com

lpminvest.com- Sejak dua pekan kemarin, warga Jl. Tanjungsari, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang mengeluhkan listrik yang padam hampir setiap hari. Padahal mayoritas penduduk yang tinggal di Jl. Tanjungsari adalah mahasiswa. Hal ini membuat mereka geram, bahkan beberapa warga setempat melakukan demonstrasi di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terletak di Jl. Walisongo No.29, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. Selasa, (9/4/19).

Setelah menemui pihak PLN, ternyata permasalahannya adalah belum ada jaringan listrik yang permanen sebagai ganti pembongkaran jaringan listrik akibat jalan tol.

“Nanti pembangunan jaringan baru yang permanen akan diletakkan di Perumahan Velia Regensi, di daerah Kliwonan. Tapi mereka belum menyediakan akses jalan yang permanen untuk pembangunan jaringan. Ditambah pihak Waskita belum bayar ganti rugi atas pembongkaran jaringan. Kita bongkar jaringan, untuk kepentingan proyek mereka, berarti mereka harus ganti rugi untuk membangun jaringan yang baru,” jelas Wira saat ditemui kru lpminvest.com di PLN Krapyak, Semarang. Sabtu, (13/4/19).

Sumber: google.com

Namun pihak Waskita menyangkal hal tersebut, menurut Humas PT. Waskita, Abdi, masalah keuangan PT Waskita dengan PLN sudah selesai.

“Ganti rugi apa? kita sudah mbayar mbak. Makanya mereka (PLN) mau tanam tiang lagi di situ. Yang belum dibayar tuh di seberang jalan tol, bukan di Tanjungsari. Nanti saya klarifikasi loh pak Budinya (PLN) kalo ngomong begitu,” tegas Abdi saat dihubungi Kru lpminvest.com melalui telepon Whatssapp.

Menurut Abdi, memang ada masalah birokrasi yang belum jelas. Abdi mengatakan bahwa PLN menanam tiang listrik di area Right of Way (RoW)  jalan tol tanpa izin PT. Waskita.

“Nah untuk mengatasi kekurangan daya listrik, mereka (PLN) tanam tiang tanpa izin Waskita, padahal itu adalah RoW-nya jalan tol. Kemudian saya minta surat pernyataan jika nanti tiang listriknya digeser lagi, jangan minta dibayar lagi ke Waskita. Tapi sampai sekarang dia (PLN) belum ngasih surat ke Waskita,paparnya.

PLN memang membangun jaringan listrik sementara di Tanjungsari, inisiatif itu dilaksanakan pasca beberapa warga berdemonstrasi ke kantor PLN.

“Warga maunya hanya listrik hidup tanpa tahu permasalahan listrik padam, maka kita mendirikan beberapa tiang di pinggir jalan sebagai solusi untuk membuat jaringan sementara, tapi hanya akan bertahan beberapa minggu,” tutur Wira, Staf Teknik PLN Krapyak, Semarang.

Adanya jaringan sementara tidak membuat warga benar-benar lega. Pasalnya jika tegangan terlalu besar, jaringan pun tidak kuat dan mengakibatkan listrik padam.

“Kita berusaha mencari jalan keluar dengan membuat jaringan sementara, dan itu pun tidak kuat untuk menahan tegangan listrik yang besar di daerah Tanjungsari, makanya setiap travo panas, dia akan auto mati,” jelas Wira.

Wira juga menyatakan bahwa jalan menuju Tanjungsari itu bukan jalan permanen, besar kemungkinan jaringan sementara tersebut akan digeser atau bahkan dipindahkan.

“Kita sehari membangun jaringan permanen bisa, tapi permasalahannya akses jalan untuk jaringan itu belum ada. Dampak jalan tol membuat akses Tanjungsari ke Kliwonan menjadi terputus, jadi kita menunggu jalan permanen dari Perumahan Velia. Karena gak mungkin kita bangun tiang di pekarangan warga,” tambahnya.

Bukan hanya warga yang dirugikan, Wira mengaku padamnya listrik di Tanjungsari juga merugikan pihak PLN.

“Kalau bicara rugi bukan hanya warga Tanjungsari yang merasa rugi. PLN juga rugi karena tidak bisa jualan. Kilowatt-hour (kwh) di Tanjungsari tergolong besar, jadi selama listrik padam pendapatan PLN jadi berkurang,” pungkasnya.

Mengetahui hal tersebut, Alma, mahasiswa UIN Walisongo yang berdomisili di Jl. Tanjungsari berharap PT Waskita dan PLN saling komunikasi dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman dan tidak ada yang dirugikan antara kedua belah pihak dan juga warga Tanjungsari.

“Bukan karena memihak di salah satu perusahaan, tapi yang namanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alangkah lebih baiknya memberi kesejahteraan untuk warganya. Yang tinggal di sini bukan hanya mahasiswa. Kalau mahasiswa, paling gak bisa belajar dan gak bisa mandi. Tapi kalau warga, mata pencaharian mereka jadi terganggu. Fotokopian, penjual jus, dll harus ditutup,” ujar mahasiswa jurusan Perbankan Syariah itu kepada Kru lpminvest.com. (Ari_[i])

 

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resensi Film Kang Mak from Pee Mak : Kisah Komedi, Horor, dan Romance yang Menggetarkan Hati

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul                : Kang Mak from Pee Mak Sutradara         : Herwin Novianto Tanggal Rilis   : 15 Agustus 2024 (Indonesia) 19 September 2024 (Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam) 7 Oktober 2024 (Kamboja) Pemeran          : Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Indro Warkop, Tora Sudiro, Indra Jegel, Rigen Rakelna,                […]

  • Lebaran Tanpa Mudik

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Bukan hanya baju baru, angpau, bingkisan, atau kue kering. Mudik juga salah satu prioritas yang dipersiapkan masyarakat Indonesia menjelang lebaran (Idul Fitri). Di mana tradisinya, para perantau baik yang bekerja maupun yang berjihad mencari ilmu berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk menikmati lebaran bersama keluarga. Uniknya, boleh jadi hal ini hanya terjadi di Indonesia. Konon […]

  • Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 174
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang mengenalkan dan mengajar program matematika detik kepada siswa kelas 5 SDN 2 Gadu, Blora. Kegiatan pengenalan dan pembelajaran dilakukan di salah satu rumah siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Sabtu, (17/10/2020) Kegiatan ini dilakukan berturut-turut selama dua hari yaitu pada hari […]

  • Dorong Potensi Mahasiswa Lewat Orsenik

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 183
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) kembali digelar di UIN Walisongo Semarang. Orsenik 2018 dibuka langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Muhibbin di Gedung Serba Guna Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Orsenik 2018 mengusung tema “Show Your Sportifity, Make a Creation”. Jumat, (21/09/2018). Prof. Muhibbin dalam sambutannya menerangkan bahwa Orsenik 2018 […]

  • Terungkap! Budget Wisuda Online Ramah di Kantong

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 233
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kamis, (6/08/2020) menjadi hari yang paling bersejarah bagi UIN Walisongo Semarang. Pasalnya, wisuda periode Agustus 2020 ini digelar secara virtual dan melahirkan 1.661 wisudawan. Rincian wisudawan yaitu ada 69 orang Ahli Madya, 1.553 orang Sarjana, serta 51 orang Magister dan 8 orang Doktor. Wisuda kali ini memanfaatkan teknologi Face Animation Tracking (FAT), dimana wisudawan […]

  • Fasilitas Keamanan Kampus Minim, Aksi Curanmor Kembali Terjadi.

    • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah beberapa waktu lalu berita mengenai pencurian sepeda motor di kampus UIN Walisongo mulai memudar, kini peristiwa tersebut kembali terjadi. Naasnya, kejadian kali ini di alami oleh Rahul, Mahasiswa semester dua S1 Perbankan Syariah. Kamis, (8/3/2018). Kejadian itu terjadi di parkiran gedung L sekitar pukul 10.20-12.00. disaat korban masih kuliah. “Saat itu saya ada […]

expand_less
Exit mobile version