Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 841
  • comment 0 komentar

Sumber: google.com

lpminvest.com- Sejak dua pekan kemarin, warga Jl. Tanjungsari, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang mengeluhkan listrik yang padam hampir setiap hari. Padahal mayoritas penduduk yang tinggal di Jl. Tanjungsari adalah mahasiswa. Hal ini membuat mereka geram, bahkan beberapa warga setempat melakukan demonstrasi di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terletak di Jl. Walisongo No.29, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. Selasa, (9/4/19).

Setelah menemui pihak PLN, ternyata permasalahannya adalah belum ada jaringan listrik yang permanen sebagai ganti pembongkaran jaringan listrik akibat jalan tol.

“Nanti pembangunan jaringan baru yang permanen akan diletakkan di Perumahan Velia Regensi, di daerah Kliwonan. Tapi mereka belum menyediakan akses jalan yang permanen untuk pembangunan jaringan. Ditambah pihak Waskita belum bayar ganti rugi atas pembongkaran jaringan. Kita bongkar jaringan, untuk kepentingan proyek mereka, berarti mereka harus ganti rugi untuk membangun jaringan yang baru,” jelas Wira saat ditemui kru lpminvest.com di PLN Krapyak, Semarang. Sabtu, (13/4/19).

Sumber: google.com

Namun pihak Waskita menyangkal hal tersebut, menurut Humas PT. Waskita, Abdi, masalah keuangan PT Waskita dengan PLN sudah selesai.

“Ganti rugi apa? kita sudah mbayar mbak. Makanya mereka (PLN) mau tanam tiang lagi di situ. Yang belum dibayar tuh di seberang jalan tol, bukan di Tanjungsari. Nanti saya klarifikasi loh pak Budinya (PLN) kalo ngomong begitu,” tegas Abdi saat dihubungi Kru lpminvest.com melalui telepon Whatssapp.

Menurut Abdi, memang ada masalah birokrasi yang belum jelas. Abdi mengatakan bahwa PLN menanam tiang listrik di area Right of Way (RoW)  jalan tol tanpa izin PT. Waskita.

“Nah untuk mengatasi kekurangan daya listrik, mereka (PLN) tanam tiang tanpa izin Waskita, padahal itu adalah RoW-nya jalan tol. Kemudian saya minta surat pernyataan jika nanti tiang listriknya digeser lagi, jangan minta dibayar lagi ke Waskita. Tapi sampai sekarang dia (PLN) belum ngasih surat ke Waskita,paparnya.

PLN memang membangun jaringan listrik sementara di Tanjungsari, inisiatif itu dilaksanakan pasca beberapa warga berdemonstrasi ke kantor PLN.

“Warga maunya hanya listrik hidup tanpa tahu permasalahan listrik padam, maka kita mendirikan beberapa tiang di pinggir jalan sebagai solusi untuk membuat jaringan sementara, tapi hanya akan bertahan beberapa minggu,” tutur Wira, Staf Teknik PLN Krapyak, Semarang.

Adanya jaringan sementara tidak membuat warga benar-benar lega. Pasalnya jika tegangan terlalu besar, jaringan pun tidak kuat dan mengakibatkan listrik padam.

“Kita berusaha mencari jalan keluar dengan membuat jaringan sementara, dan itu pun tidak kuat untuk menahan tegangan listrik yang besar di daerah Tanjungsari, makanya setiap travo panas, dia akan auto mati,” jelas Wira.

Wira juga menyatakan bahwa jalan menuju Tanjungsari itu bukan jalan permanen, besar kemungkinan jaringan sementara tersebut akan digeser atau bahkan dipindahkan.

“Kita sehari membangun jaringan permanen bisa, tapi permasalahannya akses jalan untuk jaringan itu belum ada. Dampak jalan tol membuat akses Tanjungsari ke Kliwonan menjadi terputus, jadi kita menunggu jalan permanen dari Perumahan Velia. Karena gak mungkin kita bangun tiang di pekarangan warga,” tambahnya.

Bukan hanya warga yang dirugikan, Wira mengaku padamnya listrik di Tanjungsari juga merugikan pihak PLN.

“Kalau bicara rugi bukan hanya warga Tanjungsari yang merasa rugi. PLN juga rugi karena tidak bisa jualan. Kilowatt-hour (kwh) di Tanjungsari tergolong besar, jadi selama listrik padam pendapatan PLN jadi berkurang,” pungkasnya.

Mengetahui hal tersebut, Alma, mahasiswa UIN Walisongo yang berdomisili di Jl. Tanjungsari berharap PT Waskita dan PLN saling komunikasi dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman dan tidak ada yang dirugikan antara kedua belah pihak dan juga warga Tanjungsari.

“Bukan karena memihak di salah satu perusahaan, tapi yang namanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alangkah lebih baiknya memberi kesejahteraan untuk warganya. Yang tinggal di sini bukan hanya mahasiswa. Kalau mahasiswa, paling gak bisa belajar dan gak bisa mandi. Tapi kalau warga, mata pencaharian mereka jadi terganggu. Fotokopian, penjual jus, dll harus ditutup,” ujar mahasiswa jurusan Perbankan Syariah itu kepada Kru lpminvest.com. (Ari_[i])

 

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Bahtsul Kutub; Dialog Pemahaman Agama Islam Antarmahasiswa UIN Walisongo yang Dipersiapkan dengan Matang

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 716
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bahtsul Khutub merupakan salah satu cabang lomba (cabor) Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) UIN Walisongo 2021. Perlombaan ini dilaksanakan Kamis, (11/11/2021). Cabor Bahtsul Khutub diikuti oleh tujuh peserta yang mewakili tiap-tiap fakultas Siti Nur Manasikana salah satu panitia perlombaan Bahtsul Khutub mengungkapkan persiapan dilakukan dengan matang sebelum hari H perlombaan. “Dari panitia […]

  • Persiapan Lomba Debat, LPM Invest Gembleng Kru  

    • calendar_month Sel, 27 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 581
    • 0Komentar

      lpminvest.com, Semarang – Kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyiapkan diri untuk menghadapi Lomba Debat yang diadakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selasa (27/3/2018). Dengan didampingi Pimpinan Umum dan Oikos (Kaderisasi) LPM Invest, ketiga kru LPM Invest tampak serius berdiskusi terkait tema debat yang nanti akan dilombakan. Maya […]

  • Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Usai Ujian Nasional SD, waktunya bagi saya untuk mencari sekolah baru ke jenjang pendidikan SMP. Setelah beberapa sekolah saya kunjungi, keputusan jatuh di Sekolah Negeri yang menurutku cukup bagus di daerah Bekasi. Setelah beberapa hari datanglah brosur Pondok Pesaantren dari salah satu teman saya. Akhirnya, orang tua memberikan usulan agar mondok saja. Sempat terpikir kala […]

  • Keterbatasan Ekonomi Tidak Menghalangi Mila Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 696
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sidang Senat Terbuka Universita Islam Negeri (UIN) Waliongo Semarang berhasil meluluskan 558 wisudawan. Mila Nur Fatikhah mahasiswa (S1) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat fakultas pada Sabtu (02/11/2024) di Gedung Auditorium II Kampus 3. Ia berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks […]

  • Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 493
    • 0Komentar

    “Jika sudah lulus kuliah, kamu harus bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding Bapak dan Ibuk.” Mungkin sepenggal ucapan tersebut pernah diterima oleh sebagian besar mahasiswa. Bahkan tak jarang menjadi motivasi yang terngiang sepanjang kurun waktu perkuliahan. Memang, mengenyam bangku perkuliahan merupakan tanggung jawab juga beban moral yang mendalam. Tanggung jawab moral tersebut yang menjadikan […]

  • Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan Melalui PAG KOPMA Walisongo

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 661
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Koperasi mahasiswa (KOPMA)  Walisongo menggelar Pendidikan 3700 Anggota (PAG) ke XIV bertajuk “Be a Young Pioneer of Coperation,” bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.  Selasa, (29/08/2017). PAG KOPMA Walisongo telah berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (28-29/8). Pada hari sebelumnya, peserta PAG Kompa merupakan mahasiswa baru  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), […]

expand_less
Exit mobile version