Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Resep Lulus Tepat Waktu Ala Wisudawati Terbaik

Resep Lulus Tepat Waktu Ala Wisudawati Terbaik

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 9 Mar 2018
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Wisudawati terbaik UIN Walisongo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam periode Maret 2018.

lpminvest.com– Perhelatan wisuda UIN Walisongo Semarang telah digelar pada Rabu, (7/8/2018). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisaudawati terbaik universitas maupun masing-masing fakultas.

Nadea Lathifah Nugraheni mahasiswi jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menjadi salah satu nama yang disebut. Tidak hanya disebut, video profilnya pun ditayangkan di depan ratusan pasang mata yang menghadiri perhelatan akbar tersebut.

Dea, sapaan akrabnya, menjadi wisudawati terbaik, termuda, dan tercepat seuniversitas pada prosesi wisuda sarjana (S1) ke-72. Skripsinya yang berjudul “An analysis of criminal act of sexual gratification on positive law and fiqih jinayah perspective” pun menjadi skripsi berbahasa Inggris terbaik seuniversitas.

Ia pernah tidak sengaja menyeletuk akan menjadi wisudawati terbaik ketika sedang menemani ayahnya yang sakit parah di rumah sakit.

“Bapak harus bertahan hidup, wong anake mau jadi sarjana, nanti naik ke panggung Dea jadi wisudawati terbaik,” celetuknya yang saat itu masih semester empat.

Namun celetukannya Ia anggap sebagai janji suci kepada ayahnya sekaligus menjadi pacuan baginya untuk belajar dan berusaha lebih keras. Alhasil, Ia berhasil menepati janjinya dan meraih IPK 3,94 hingga membuat haru kedua orang tuanya.

Lain halnya dengan Siti Rohmawati, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini tak pernah menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik dan tercepat sefakultas. Ia mengaku tidak pernah menarget akan menjadi wisudawati terbaik sebelumnya.

“Saya tidak pernah memplanning bisa lulus cepet, hanya saja saya menjalankan apa yang ingin saya lakukan dengan sungguh-sungguh,” tutur Rahma kepada kru lpminvest.com via whatsapp. Kamis, (8/3/2018).

Meski di awal semester sempat cuti selama setahun karena patah tulang akibat kecelakaan, gadis berparas ayu tersebut berhasil merampungkan studinya dalam kurun waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,83. Akhirnya, Ia berhasil menggaet predikat wisudawati terbaik fakultas dan membuat kedua orang tuanya bangga.

Di balik Layar

Predikat wisudawati terbaik tidak semata-mata Dea dan Rahma dapatkan dengan cuma-cuma. Ada banyak pengorbanan, ujian, dan godaan yang mereka hadapi dengan payah.

Rahma mengaku bahwa Ia tipikal orang yang tidak bisa diam. Terbukti dengan rutinitasnya sebagai bendahara di Dema FEBI dan LPM Invest. Ia harus pandai membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Kesibukannya tidak lantas membuat ia surut dalam belajar. Ia juga sempatkan waktu untuk membaca buku di waktu luang, barang sepuluh menit.

“Saya kan orangnya nggak mau diem. Jadi nggak pernah yang namanya duduk manis di kos. Berangkat jam tujuh ke kampus, terus pulang kos mandi, habis mandi ngelesi. Ya paling kalo baca buku sepuluh menitlah di waktu luang, nggak harus di kos atau di rumah. Kalo nggak ya baca-baca artikel di internet,” papar gadis peraih beasiswa Bank Indonesia tersebut.

Ketika ditanya terkait kunci suksesnya lulus tepat waktu, Ia berprinsip bahwa tujuan akan dapat dicapai jika berproses dengan sungguh-sungguh.

“Prinsip saya, lakukan apa yang ingin kamu lakukan, jangan tunda keinginanmu. Jadi saya selalu bersungguh-sungguh untuk melakukan apapun yang ingin saya capai,” tegasnya.

Selain bersungguh-sungguh, Ia juga kerap melaksanakan sholat sunah Tahajud dan Duha agar dimudahkan segala urusannya.

Sedangkan Dea yang kesehariannya banyak Ia habiskan di Ma’had al Jami’ah Walisongo mengaku sering kesulitan dalam hal ekonomi. Ayahnya rela menjual motor, harta keluarga satu-satunya untuk membiayainya kuliah. Ia sering tidak bisa membayar uang makan, maka ia kerap berpuasa.

Namun Ia tidak tinggal diam. Karena tidak mungkin mengandalkan biaya dari kedua orang tuanya, Ia rajin mencari beasiswa, menulis di media cetak atau online, dan menjadi guru les di salah satu bimbel demi mempertahankan hidup dan gelar sarjananya. Ia pun dipercaya menjadi musyrifah (pengurus) di Ma’had untuk membimbing ratusan mahasiswa baru agar menjadi mahasiswa yang berkarakter dan berpikiran hebat. Lalu uang yang Ia hasilkan ditabung untuk membeli buku.

Ketika ditanya resep khusus kesuksesannya, Ia hanya meyakini bahwa Allah akan mengabulkan apa yang benar-benar hamba-Nya inginkan.

“Tidak ada resep khusus. Allah mau apa yang kita mau kalau kita benar-benar mau,” jelasnya kepada kru lpminvest.com.

Kedua wisudawati terbaik tersebut sama-sama meyakini bahwa cita-cita akan dapat dicapai jika prosesnya dijalankan dengan sungguh-sungguh. Diiringi doa dan restu orang tua, serta percaya akan kemurahan Allah dengan keyakinan penuh. (Ari/Yeni/Hasna-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampaikan Rencana Blended Learning, Unit Pengelola Prodi AKS Gelar Ngobrol Gayeng Virtual dengan Orang Tua Mahasiswa

    • calendar_month Rab, 11 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 159
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Pengelola Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah (AKS) UIN Walisongo Semarang menggelar acara bertajuk “NGOBROL GAYENG : Unit Pengelola Program Studi dengan Orang Tua/Wali Mahasiswa Akuntansi Syariah”. Acara diikuti 125 Wali Mahasiswa Akuntansi Syariah. Rabu, (11/11/2020). Ratno Agriyanto selaku Kepala Program Studi Akuntansi Syariah menyampaikan pentingnya dukungan Wali Mahasiswa dalam kegiatan belajar Mahasiswa. […]

  • Dana EIDONATION HMJ EI; Bentuk Kepedulian terhadap UMKM

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 194
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tujuan EI Goes To Village ialah menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ini diselenggarakan di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Sabtu, (16/11/2019). “Kami menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk menunjang produktivitas pelaku UMKM […]

  • GenBI UIN Walisongo Gelar Kitchen Talk, Perkenalkan Superfood Lokal untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 200
    • 0Komentar

    lpminvest.com– GenBI Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan Kitchen Talk bertema “Superfood Lokal: Bahan Lokal dengan Gizi Maksimal” pada hari Minggu (16/2/2025) di Balai Desa Getas. Tujuan penyelenggaran kegiatan tersebut untuk mengenalkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi, meningkatkan kesadaran pola makan sehat, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan […]

  • Gerbang Kantor Dijebol, Ganjar Akhirnya Temui Massa

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 241
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Semarang Raya menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, terkait revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat. Selasa, (24/09/2019). Dalam aksi tersebut massa menuntut tujuh tuntutan, mengenai RKUHP, Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketatanegaraan,  […]

  • Berdamai Dengan Diri Sendiri Melalui Buku Ini?

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Judul               : Insecurity is My Middle Name Penerbit           : Alvi Ardhi Publishing Penulis            : Alvi Syahrin Tahun terbit    : Mei 2021 Tebal               : 264 Halaman ISBN               : 978-623-97002-0-1 Peresensi         :Azkiyatun Nasiha Buku self-healing pertama yang diterbitkan seorang penulis Alvi Syahrin yang menggambarkan self-healing dapat mengajak para pembaca untuk bisa […]

  • Si Tua Butuh Teman Mati

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Mualifah Sayup-sayup lampu uplik usang tak temaram oleh hembusan desah nafasnya Dengan nafas tersengal-sengal ia tertegun dengan suatu makna mendalam Ayat-ayat cinta Sekelilingnya terkepung dingin angin malam Bambu di luar rumah bambunya berdecit-decit, Ikut bertasbih, menemani si tua bersemedi dalam sajadah berkaratnya Dengan Warna pudar tiada berlukis rupa Khusuk sampai tertunduk […]

expand_less
Exit mobile version