Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Sedang Lesuh, UMKM Berkah Mandiri Kantongi Bantuan presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Sedang Lesuh, UMKM Berkah Mandiri Kantongi Bantuan presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM)

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 868
  • comment 0 komentar

Oleh: Elisha Martha

Di tahun 2020 ini, Indonesia sedang dihadapkan dengan bencana nasional berupa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan masif di Indonesia tercatat hingga saat ini per tanggal 18 November 2020 terkonfirmasi sebanyak 479 ribu kasus. Kasus positif COVID-19 mencapai 478.720 kasus, yang dinyatakan sembuh 402.347 kasus, dan meninggal sebanyak 15.503 kasus. (covid19.go.id)

Pemerintah sudah melakukan beberapa upaya untuk menangani penyebaran COVID-19 ini, diantaranya melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap di daerah yang teridentifikasi mempercepat penyebaran COVID-19. Kemudian, menerapkan jaga jarak (Physycal Distancing) atau dikenal juga dengan upaya karantina wilayah (lockdown), dan menetapkan kebijakan Work From Home (WFH). Dari adanya kebijakan-kebijakan tersebut, masalah yang ditimbulkan dari virus COVID-19 bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ekonomi di Indonesia. Tidak hanya industri-industri besar, namun juga telah membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) gelisah.

Pandemi ini menyebabkan turunnya kinerja dari sisi permintaan yaitu konsumsi serta daya beli dari masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan penjualan UMKM menurun. Selain mengalami penurunan penjualan, para pelaku UMKM juga kesulitan dalam mendapatkan bahan baku karena adanya kegiatan impor yang dibatasi sehingga mengganggu proses produksi dan perdagangan. Adanya penerapan PSBB juga menyebabkan proses distribusi yang mereka lakukan menjadi terhambat, sehingga membuat pengiriman atau penerimaan barang kepada konsumen terlambat.

Untuk menghadapi hal tersebut, para pelaku UMKM harus melakukan upaya untuk bertahan menghadapi pandemi COVID-19 dengan meningkatkan keahlian demi perkembangan bisnis kedepannnya. Salah satunya dengan meningkatkan atau mengasah keahlian para pelaku UMKM dalam melakukan digital marketing atau mengembangkan platform E-Commerce sendiri. Karena ketika PSBB terus berjalan, kebutuhan untuk hidup selama PSBB juga harus terpenuhi. Sehingga, banyak masyarakat yang akhirnya menggunakn e-commerce untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Dengan demikian, penjualan bisnis para pelaku UMKM dapat meningkat.

Setelah melihat kondisi yang demikian, pemerintah memberikan Bantuan presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku UMKM sebesar 2.4 juta rupiah. Adapun kriteria bagi penerima program tersebut adalah pelaku usaha mikro, bukan ASN, bukan Anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/BUMD, sudah punya tabungan dibawah 2 juta rupiah atau belum memiliki tabungan, serta belum pernah atau sedang menerima pinjaman dari pihak perbankan. Dalam tahap 1 penyaluran dana sudah diberikan kepada 9.1 juta UMKM dengan nilai Rp. 22 triliun.  Harapannya, para pelaku UMKM dapat mempertahankan bisnisnya di masa pandemi ini.

Ketika penjualan mengalami penurunan dan mungkin mengalami kerugian, dengan adanya bantuan tersebut dapat mengganti, sehingga bisnis mereka dapat terus berjalan dan berkembang. Hal ini harus dilakukan karena UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar untuk perekonomian Indonesia. Adanya bantuan tersebut tidak bisa memenuhi semua UMKM karena harus memiliki kriteria tertentu dan harus lolos seleksi untuk mendapatkan bantuan.

Sejauh ini, ada UMKM yang sudah lolos seleksi penerimaan bantuan BPUM, yaitu UMKM Berkah Mandiri yang dikelola oleh Evi Yumaroh dalam bidang pangan di Tambakharjo, Semarang Barat. Usaha yang dilakukan beliau yaitu menjual makanan matang setiap pagi dan sore hari di depan rumahnya. Selama pandemi berlangsung, penjualan terus menurun hingga akhirnya menyebabkan bisnis Evi sempat berhenti selama beberapa bulan. Setelah mendapatkan informasi bahwa ada bantuan BPUM untuk para pelaku UMKM, beliaupun mengajukan bantuan dan lolos. Adanya bantuan tersebut saat ini beliau dapat menjalankan bisnisnya kembali.

Bantuan apapun yang diberikan pemerintah saat pandemi seperti ini, hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. BPUM yang bernominal cukup untuk membantu UMKM itu harus digunakan dengan sebenar-benarnya. Jika UMKM bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 ini dengan bantuan dari pemerintah, maka masalah ekonomi sedikit terselesaikan. Pada akhirnya, bidang kesehatanlah yang selanjutnya harus diperhatikan betul-betul.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabor Mobile Legend Menemui Kendala, Begini Penyelesaiannya

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 770
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat, (18/11/2022) Piala FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) 2022 yang dihandle oleh UKM EBI Sport mengadakan lomba Mobile Legend Bang Bang (MLBB). Cabang olahraga (cabor) e-sport ini diadakan di Gedung L kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Cabor MLBB diikuti oleh 8 tim dengan setiap jurusan mengirim masing-masing dua (2) tim. Cabor e-sport satu […]

  • Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 678
    • 0Komentar

    “Jika sudah lulus kuliah, kamu harus bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding Bapak dan Ibuk.” Mungkin sepenggal ucapan tersebut pernah diterima oleh sebagian besar mahasiswa. Bahkan tak jarang menjadi motivasi yang terngiang sepanjang kurun waktu perkuliahan. Memang, mengenyam bangku perkuliahan merupakan tanggung jawab juga beban moral yang mendalam. Tanggung jawab moral tersebut yang menjadikan […]

  • Aizzah, Mahasiswa FEBI Menjuarai Sharia Accounting Event Days 2020

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Aizzah Sifaur Robbyah mahasiswi UIN Walisongo Semarang Prodi Akuntansi Syari’ah berhasil meraih juara pertama di Syariah Accounting Event  Days Institut Agama Islam Negeri Madura yang bertajuk Kenali Dirimu, Hancurkan Batasmu, Tunjukkan Kemampuanmu Untuk Menghadapi Disrupsi Masa Depan. Event diikuti kurang lebih 20 Universitas di Indonesia termasuk di dalamnya UIN Walisongo Semarang sendiri. Minggu (03/05/2020) […]

  • Inilah Omzet tukang parkir Car Free Day di Semarang.

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 906
    • 0Komentar

      Lpminvst.com-Makin banyak pengunjung dalam sebuah acara, makin banyak juga kebutuhan lahan parkir untuk kendaraan mereka. Acara Car Free Day (CFD_red) di Bundara Air Mancur-Semarang misalnya, setiap hari minggu tak kurang dari ribuan kendaraan bermotor memarkir motor di area Jl. Pahlawan-Semarang (11/6/2016) Menurut Sulis sebagai juru parkir, dalam acara yang dimulai pukul 05.30 hingga  09.00 […]

  • Business Action Jadi Cerita Profit Ala Magang Mahasiswa Prodi EI

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 813
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswa prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang tengah proses menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 22 juni samapi 21 Agustus 2020 nanti. Ada tiga alternatif tugas pengganti PPL ini, akan tetapi business action lebih menarik untuk diketahui perkembangannya. Jumat, (24/7/2020) Adapun alternatif tugas pengganti PPL […]

  • Angkat Usahanya Sendiri, Mahasiswa UB Juarai NEC 2019

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Semarang – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, babak final National Essay Competition (NEC) 2019, yaitu seleksi presentasi karya esai diadakan di Lantai 1 Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.  Kamis, (2/5/2019). Kompetisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang tersebut diikuti oleh 69 peserta dari […]

expand_less
Exit mobile version