Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 2.151
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 274 Calon Wisudawan FEBI Lepas Status Mahasiswanya

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 687
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 274 calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang angkatan 11 mengikuti prosesi Pelepasan Wisuda. Senin, (26/8/2019). Acara tersebut bertempat di Ballroom lantai 5 Haris Hotel Semarang. Dalam laporan yang disampaikan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI Ali Murtadho, calon wisudawan dari jurusan S2 Ekonomi Syariah sebanyak 7 orang […]

  • 3.844 Genwa Semarakkan PBAK UIN Walisongo

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 773
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Generasi Walisongo (Genwa) 2017 UIN Walisongo Semarang mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan tema besar “Meneguhkan Integritas Mahasiswa dalam Upaya Memperkokoh NKRI”. Bertempat di lapangan sepakbola Kampus III UIN Walisongo Semarang. Berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 tahun 2016, PBAK merupakan perubahan orientasi pengenalan akademik (OPAK) sebagaimana […]

  • Perkembangan Industri Halal di Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    Oleh: Miftakhu Rozaq Industri halal saat ini menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dan banyak diperbincangkan, baik di tingkat nasional maupun global. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini menjadikan industri halal sebagai topik yang masih hangat dan […]

  • Kompak Belajar dan Diskusi Modal Menangkan Kompetisi

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Semarang- Delegasi Forum Studi Ekonomi dan Hukum Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang memenangkan SHEVENT Sharia Economic Competition (SEC) 2017. Kompetisi itu bertajuk “Optimalisasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Sabtu, (09/12/2017). SHEVENT SEC merupakan event tahunan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) sekomisariat Semarang. Adapun perlombaan yang diadakan adalah lomba cerdas cermat, esai […]

  • Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 3.172
    • 0Komentar

    Identitas Film  Judul               : Orang Kaya Baru Penulis            : Joko Anwar Sutradara         : Ody C. Harahap Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures Durasi             : 99 menit Rilis                : 24 Januari 2019 Negara            : Indonesia Bahasa            : Indonesia Sinopsis Film Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia […]

  • Memupuk Filantropi Menekan Krisis Ekonomi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Meminjam konsep Hilman Latief (2013) bahwa filantropi berhubungan erat dengan rasa kepedulian, solidaritas dan relasi sosial antara orang miskin dan orang kaya, antara yang “kuat‟ dan yang “lemah”, antara yang “beruntung” dan “tidak beruntung” serta antara yang “kuasa” dan “tuna-kuasa. Namun yang sering menjadi momok kesalahpahaman yakni filantropi dianggap kedermawanan untuk darah biru dan hanya […]

expand_less
Exit mobile version