Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 2.062
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atlet PRESMA FEBI Raih Juara Satu

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 677
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Atlet cabang lomba Presentasi Makalah (PRESMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil meraih juara satu dalam kompetisi Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2017. Bertempat di Laboratorium Dakwah (Labda) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (22/09/2017). Pemenang cabang lomba PRESMA terdiri dari; Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) dengan perolehan rata-rata nilai 24,7, […]

  • Hari Terakhir PBAK, Expo UKM-U Mendapat Kesan Positif dari Maba

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 782
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang dilaksanakan pada hari Jumat, (5/8/2022). Dimeriahkan dengan pengenalan expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas yang bertempat di Gedung Auditorium II Kampus III UIN Walisongo. Universitas mengenalkan UKM yang ada di kampus kepada mahasiswa baru dengan menampilkan keunikan ataupun ciri khas dari setiap UKM […]

  • Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah menyelenggarakan acara wisuda pada Sabtu (07/02/2026) yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga selesai. Wisuda periode Februari 2026 ini dilangsungkan dalam 2 sesi. Sesi 1 dilakukan pada pukul 07.00 – 11.00 WIB mengukuhkan sebanyak 629 mahasiswa, yang terdiri dari 13 lulusan […]

  • Wakil Dekan III; Menulis Harus Jadi Keterampilan Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 648
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dunia mahasiswa tidak lepas dari menulis. Menyadari akan pentingnya menulis, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan Pelatihan Menulis bertempat di Auditorium I Lantai 2 Kampus I UIN Walisongo Semarang. Kamis, (23/11/2017). Khoirul Anwar, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam pun mengapresiasi acara pelatihan menulis yang bertajuk “Eksis […]

  • Putri Sinditya Ramadhanti, dari Penikmat Jajanan ke Pemilik Keropang

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 811
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa (10/9/2019) lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan suntikan modal usaha kepada tujuh mahasiswa UIN Walisongo, masing-masing sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diberikan pada acara Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang bertempat di Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo. Dari ketujuh mahasiswa tersebut salah satunya adalah Putri Sinditya […]

  • Penampilan Seni Meriahkan Puncak Acara FEBI SEWINDU

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 918
    • 0Komentar

    lpminvest.com- FEBI Sewindu merupakan tajuk acara peringatan hari ulang tahun (harlah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ke-8 tahun. Serangkaian acara diselenggarakan demi memeriahkan harlah FEBI dan puncaknya diselenggarakan inaugurasi, Jumat, (17/12/2021). Berlokasi di Auditorium 2 Kampus 3, acara inaugurasi yang dibintangi oleh beberapa penampilan kesenian. Pelaksanaan FEBI Sewindu ini dilaksanakan dengan sangat […]

expand_less
Exit mobile version