Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 1.594
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gantikan Atlet Cedera, Anisa Berhasil Sabet Juara

    Gantikan Atlet Cedera, Anisa Berhasil Sabet Juara

    • calendar_month Sab, 22 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 664
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Atlet Lari Sprint Putra dan Putri Fakultas  Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali mengantongi dua medali perunggu dalam perhelatan Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Dua atlet yang berhasil menaklukkan jarak 200 meter tersebut ialah Muhamad Hilmi Setiawan dan Anisa Setiana. Sabtu, (22/9/18). Penanggung Jawab (PJ) atlet Lari Sprint, Abdi Ma’rifin Sugeha […]

  • AKU

    AKU

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 1.422
    • 0Komentar

    Judul buku      : Aku ; Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar Penulis             : Sjuman Djaya Penerbit           : PT Metafor Intermedia Indonesia Cetakan           :  ke II, 2003 Tebal               : 155 hlm Resensator       : Sahrul Amar Saksena             Sebuah kejadian mengerikan terbayang ketika membuka isi buku Aku. Tergambar peristiwa perang dunia ke-II […]

  • Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Aktivitas ekonomi tidak luput dari dampak penyebaran virus corona yang dari hari ke hari semakin mengkhawatrikan. Akibatnya, banyak pengusaha terancam gulung tikar karena omzet berkurang drastis. Hari ini dunia ditempa musibah virus bernama Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, Cina ini sekarang sudah merebak ke seluruh dunia. Menurut data dari […]

  • Launching Z-Corner: Ajang Pengembangan Filantropi Islam di Kampus

    Launching Z-Corner: Ajang Pengembangan Filantropi Islam di Kampus

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 650
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Semarang, Sabtu (18/11/23) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia (RI), Noor Achmad secara simbolik meresmikan Z-Corner Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang bertempat dikantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Meski sudah beroperasi sejak beberapa bulan belakangan, namun Z-Corner baru diresmikan hari ini secara tatap muka. Alasan BASNAZ RI memilih kampus […]

  • Pemantapan Progam MBKM, DEMA FEBI Gelar Seminar Hardiknas Creativefest

    Pemantapan Progam MBKM, DEMA FEBI Gelar Seminar Hardiknas Creativefest

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 658
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan seminar Hardiknas Creativefest di ruang teater lantai 3 Syeikh Nawawi Al bantani (12/5/2023). Seminar ini mengusung tema “Sinergi Pendidikan Era Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)”. Adapun tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memperingati hari pendidikan nasional. Sebelumnya, […]

  • PBAK 2023; Sambut 4.681 MABA UIN Walisongo Semarang

    PBAK 2023; Sambut 4.681 MABA UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 898
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Jumat, (04/08/2023) bertempat di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara PBAK UIN Walisongo Semarang kali ini, akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 4-6 Agustus 2023 kedepan. Pada PBAK tahun ini mengangkat tema “Peduli Lingkungan Untuk Kemanusiaan”. Menurut […]

expand_less