Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
  • visibility 700
  • comment 0 komentar
Oleh : Ahyar Manarul Sumber gambar : google

Oleh : Ahyar Manarul Hidayah Fatah 
Sumber gambar : google

Aktivitas ekonomi tidak luput dari dampak penyebaran virus corona yang dari hari ke hari semakin mengkhawatrikan. Akibatnya, banyak pengusaha terancam gulung tikar karena omzet berkurang drastis.

Hari ini dunia ditempa musibah virus bernama Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, Cina ini sekarang sudah merebak ke seluruh dunia. Menurut data dari cnbcindonesia.com  saat tulisan ini ditulis, sedikitnya ada 2.092 kasus, dengan 191 meninggal, dan 150 sembuh di Indonesia. Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin parah pemerintah Indonesia menghimbau pada masyarakat untuk melakukan physical distancing dan social distancing. Masyarakat diminta untuk menjalankan aktivitas di rumah, mulai dari bekerja, belajar, serta meminimalisir kegiatan apapun di luar rumah lainnya.

Akibat dari situasi seperti ini, dampaknya terhadap sektor ekonomi sangat besar. Banyak pengusaha terancam gulung tikar karena mengalami penurunan omzet penjualan yang tajam. Dilansir dari cnbcindonesia.com, Pengusaha memperkirakan, mereka hanya bisa bertahan sampai Juni 2020. Ini bisa diartikan dalam hal kemampuan berproduksi dan tenaga kerja.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengatakan dampak Covid-19 ini hampir menyentuh semua sektor, seperti ada 698 hotel yang tutup, hanya 10% transportasi daerah yang masih beroperasi, hingga industri manufaktur yang mengalami kesulitan cash flow atau minus.
Haryadi menyebutkan, sektor yang paling awal terkena pandemi corona ini adalah hotel dan restoran, sampai saat ini bahkan bertumbangan menutup operasi. Selain itu, ada sektor transportasi darat dan udara. Sektor manufaktur sudah mengalami penurunan produksi sampai 50%.

Pemerintah tidak tutup mata dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan empat insentif perpajakan guna membantu wajib pajak terdampak pandemi. Keempat insentif tersebut terkait dengan ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ketentuan insentif ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 tahun 2020, yang berlaku mulai 1 April sampai September 2020.

Memang seluruh lapisan pengusaha saat ini berada pada situasi yang sulit. Akan tetapi, tidak akan ada penyakit tanpa obat. Berikut adalah tips-tips yang bisa dilakukan pelaku usaha dalam mempertahankan bisnisnya di tengah wabah corona.

Pertama, evaluasi kinerja perusahaan. Dalam situasi yang sulit seperti ini adanya evaluasi menjadi penting agar kinerja perusahaan bisa lebih efektif. Anda bisa mengurangi biaya produksi jika permintaan pasar mulai menurun. Perhatikan dengan cermat pendapatan dan pengeluaran. Hindari pengeluaran  pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting. Sebagai contoh, Anda bisa menekan biaya listrik dan telepon karena sebagian karyawan bekerja di rumah. Sebaiknya lakukan evaluasi lebih rutin di masa-masa seperti ini.

Kedua, gunakan dana darurat. Dana darurat tidak hanya harus dimiliki individu, tapi juga perusahaan. Omzet penjualan yang menurun menyebabkan dana untuk biaya produksi juga berkurang. Perusahaan harus memiliki dana darurat agar bisa dimanfaatkan di situasi seperti ini.

Ketiga, mengecek persediaan bahan baku dan stok. Di saat aktivitas ekonomi melambat, sangat mungkin terjadi kelangkaan bahan baku. Hal ini akan menjadi masalah bagi para pebisnis. Tidak ada salahnya untuk tetap meng-update informasi terkait produk. Memastikan bahan baku produk tersedia dengan baik. Andai terjadi kelangkaan, Anda harus mulai menyusun strategi yang akan dipakai, misalnya mengurangi anggaran lain agar tetap bisa mendapatkan bahan baku yang sama, atau mencari bahan pengganti.

Keempat, beralih ke online. Aktivitas sosial yang dibatasi membuat orang jarang keluar rumah. Bahkan kegiatan ini dikampanyekan langsung oleh pemerintah dengan nama social disntancing dan physical distancing. Bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus. Situasi ini berimbas pada kegiatan ekonomi yang melemah. Pasar menjadi sepi sehingga konsumen berkurang. Untuk usaha yang sekiranya masih mungkin dialihkan ke online, lebih baik segera dialihkan dan diefektifkan. Agar konsumen bisa tetap memesan tanpa harus keluar rumah.

Kelima, Manfaatkan Customer Relationship Management (CRM). CRM ini adalah suatu upaya strategis yang mengkolaborasikan antara strategi pemasaran dan teknologi informasi. Sebagai pebisnis, Anda bisa menjalin hubungan baik dengan konsumen dalam meningkatkan profitabilitas. Manfaatkan database customer, jadikan peluang ini untuk kemudian anda bisa kirim pesan baik via SMS, WhatsApp, email atau yang lainnya. Anda bisa menyosialisasikan tentang corona, menginfokan soal promo, atau mengajak pelanggan supaya memesan lewat online.

Keenam, tunjukan komitmen pada pelanggan. Inilah saat yang tepat bagi anda untuk menunjukan pada pelanggan bahwa Anda adalah yang terbaik. Misal, jika bisnis anda bergerak di bidang makanan, apabila pelanggan tidak bisa datang langsung ke tempat anda, dorong mereka untuk memesan lewat online. Dengan tetap memperhatikan kualitas dan pelayanan yang maksimal. Pelanggan akan puas ketika anda bisa memenuhi kebutuhan mereka. Tunjukan yang terbaik disaat situasi sulit seperti ini.

Terakhir, beri insentif. Memperhatikan kesejeahteraan karyawan merupakan satu hal penting. Jika penjualan online sudah dilakukan, Anda harus bisa memberikan insentif pada karyawan. Hal ini untuk mendorong semangat bekerja dan bisa mencapai target. Situasi sulit menyebabkan pemasukan menjadi lesu, jika tidak ada motivasi yang kuat maka dampaknya akan berimbas pada perusahaan. Perhatikan juga dalam pembagian shift karyawan. Bagaimana pun juga fenomena virus ini sifatnya menular. Maka penting bagi kita untuk mencegah penularan tersebut.

Itulah sedikit tips yang mungkin bisa dilakukan bagi anda yang sedang menjalankan bisnis di situasi saat ini. Situasi sulit mengharuskan kita untuk berpikir cermat dan melakukan langkah-langkah strategis. Langkah-langkah itu bisa dilakukan demi keberlangsungan bisnis agar tetap hidup.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak FEBI Bersholawat

    Semarak FEBI Bersholawat

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 664
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah baru saja resmi dilantik, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan program pertamanya yang bertajuk Febi Bersholawat. Acara perdana ini dilaksanakan di depan Kantor FEBI Kampus 3 UIN Walisongo. Selasa, (03/03/2015). Selain dihadiri oleh mahasiswa, dalam acara ini juga turut dihadiri Dekan, Wakil Dekan dan segenap pimpinan […]

  • Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Peresmian pembukaan OPAK yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr. Muhibbin menuai antusias mahasiswa baru, selasa (23/8/16). Pelepasan balon dilakukan tepat setelah Rektor UIN Walisongo menabuh gong kebesaran UIN Walisongo sebanayak sembilan kali. Prof Muhibbin mengatakan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan OPAK bahwa sembilan kali penabuhan […]

  • Banyak Siswa Belum Siap UN Online

    Banyak Siswa Belum Siap UN Online

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 767
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ujian Nasional (UN) mulai dilaksanakan serentak pada hari Senin 13 April 2015. Ujian yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan diikuti seluruh siswa menengah umum . Salah satunya SMAN 8 Semarang. Kabar yang berhembus dilaksanakannya ujian secara online kurang diterima SMAN 8 khususnya para siswa-siswi. Senin, (13/04/2015) Ketidaksiapan dalam menghadapi Ujian online dikarenakan sarana […]

  • Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu (21/08/2024) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Sidang Senat Terbuka untuk pelepasan Wisuda Doktor (S3) Ke-36, Magister (S2) Ke-60, dan Sarjana (S1) Ke-93 yang terbagi dalam dua sesi, bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Waliongo. Dalam sambutannya, M. Nizar Ali selaku Rektor UIN berpesan agar para wisudawan terus berkembang. “Ketika kalian […]

  • Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 769
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan, mulai dari himbauan, ancang-ancang ekonomi sampai pemberian stimulus di berbagai sektor. Sebaliknya, justru masyarakat yang merasa menjadi korban malah enggan untuk melindungi diri dan orang sekitar, perlindungan terkecil misal memakai masker dan rajin cuci tangan,” statement yang diungkapkan  Dina sebagai bukti Sharing Session Peduli Covid-19 dimulai. Minggu,(11/10/2020). Sesuai tema […]

  • LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 859
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam LPM Niche Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang berkunjung ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Hasna Aulia, Pimpinan Umum (PU) LPM Invest menyambut baik visitasi dari LPM Niche Undip. Sebagai LPM yang baru berdiri lima […]

expand_less