Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Jurnalis di Negara Demokrasi

Jurnalis di Negara Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa

Penulis                  : Akhi Abdurahman

Penerbit                : Cakrawala

Cetakan                : Pertama, 2009

Tebal                    : 67 halaman

Resensor              : Tatang Turhamun

Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang bermunculan, maka makin banyak pula tenaga-tenaga jurnalis yang di butuhkan. Pada zaman orde baru wartawan tidak mempunyai kebebasan dalam meliput berita, namun pada masa pemerintahan Habibie hingga saat ini, wartawan sudah di tempatkan sebagaimana mestinya. Sebagai wartawan harus menguasai kode etik jurnalistik dan kemampuan dalam bidang kewartawanan, apabila tidak menguasai keduanya, tidak menutup kemungkinan kalo tidak lolos seleksi sebagai wartawan.

“Mas, tolong ya jangan diliput” (hal 7). begitulah sepatah kata yang di ucapkan kepada wartawan. Dari kata yang tadi di ucapkan maka timbulah pertanyaan apakah wartawan itu? dari buku yang saya kutip, Wartawan adalah seorang jurnalis yang bekerja di media cetak, online, tv, dan radio. Mungkin sebagian besar ada yang menyukai pekerjaan tersebut dan sebagian besar juga ada yang membencinya. Wartawan reporter dan jurnalis itu mempunyai pengertian yang berbeda. Wartawan itu adalah jurnalis yang bekerja di bagian percetakan. Contohnya: majalah, koran, tabloid, dll. Reporter itu adalah jurnalis yang bekerja di media elektronik yang bertugas untuk melaporkan atau menyampaikan berita. Sedangkan jurnalis itu mencakup dari dua kata tadi (wartawan dan reporter). Mereka memiliki fungsi kerja yang sama, yaitu mencari dan meliput berita.

Jurnalis harus mencari informasi yang terjadi di lapangan untuk di jadikan bahan berita yang nantinya akan di sampaikan oleh reporter atau diliput dalam media cetak. Media massa itu menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendaatkan berbagai informasi terkini, sehingga media massa dalam menyampaikan berita harus aktual dan faktual.

Kebebasan pers di luar negeri sangat dijunjung tinggi, itu merupakan suatu bagian dari sistem demokrasi. Pers menjadi bagian dari suara masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah mengenai ketimpangan atau kekurangan-kekurangan yang ada, sekaligus menjadi alternatif tawaran solusi menuju perubahan dan perbaikan. Dalam sejarahnya fungsi pers sebagai mitra atau kontrol terhadap pemerintah, mampu memberikan warna dan juga peran yang sangat penting. Seorang presiden, di negara demokrasi bisa di turunkan dari jabatannya berkat meda massa. Tanggung jawab seorang wartawan itu adalah menulis, walaupun menulis sudah menjadi makanan sehari-hari seorang wartawan, tetapi tulisannya mampu mengguncang keadaan bahkan dunia dalam seketika. (Invest_Tatang).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lemang Siarang; Kelezatan dan Simbol Kerukunan Masyarakat Sumatra

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Kita sudah sering mendengar bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. Benar, bukan hanya kaya akan alamnya yang indah, kebudayaan, suku, dan bahasa yang beragam. Tapi makanan khas daerahnya pun terkenal kelezatannya bahkan diakui dunia. Sebagaimana yang dilansir dari m.detik.com bahwa tiga masakan Indonesia masuk dalam 50 daftar makanan terenak di dunia versi CNN periode 2017, […]

  • Cahaya dalam Sujud

    • calendar_month Sen, 12 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Widi Astuti Pagi ini kudapati sebuah hamparan pemandangan yang membuatku tiada hentinya bersyukur kepada-Nya betapa indah apa yang tengah berada di depanku ini, yang tengah kulihat saat ini.             “Subhanallah” desahku dengan melepas nafas setelah merasakan betapa sejuknya udara pagi ini di pondok putri daerah Yogyakarta yang sudah kurang lebih tiga tahun kutempati […]

  • Upaya Tim KKN Posko 97 Dalam Menekan Angka Kecanduan Handphone di Desa Sukomulyo

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Selasa (30/07/24), Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke- 18 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang adakan kegiatan seminar edukasi tentang penggunaan handphone yang mengangkat tema “Bijak Dalam Penggunaan Handphone Bagi Siswa”. Kegiatan ini bertempat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Sukomulyo yang diikuti 59 siswa dari kelas 3 sampai 6.  Ahmad Kasyif […]

  • Ia, yang Terpaksa Melacur

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 172
    • 0Komentar

    AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku […]

  • Kapolri Listyo Sigit Narasumberi Stadium General Peringatan Sumpah Pemuda UIN Walisongo

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 177
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober tiap tahunnya. UIN Walisongo Semarang turut memperingatinya dengan mengadakan Stadium General yang diisi oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (KAPOLRI) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Usungan tema yang diangkat yakni “Pemuda dan Dinamika Kebangsaan” dengan tagline ‘Memaknai Peringatan Sumpah Pemuda sebagai Momentum Konsolidasi Kebangsaan’. Kegiatan bertempat […]

  • Beauty Privilege

    • calendar_month Jum, 11 Des 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Ada satu pepatah terkenal yang agak terdengar omong kosong untuk diterapkan di dunia nyata yang serba menggunakan mata. “Dont’t Judge Book by the Cover” atau versi bahasa Indonesianya “Jangan Menilai Buku dari Sampulnya”. Penilaian terhadap objek untuk pertama kalinya tentu menilai secara visual. Mustahil seseorang mampu menilai buku dari isinya sedangkan belum membacanya. Begitu pun […]

expand_less
Exit mobile version