Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Makna Cinta Keluarga

Makna Cinta Keluarga

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
  • visibility 818
  • comment 0 komentar

Sumber: google.co.id

Judul Keluarga Cemara
Jenis Film Drama
Produser Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Sutradara Yandi Laurens
Produksi Sinema Pictures
Presensi

Iswatun Ulia

Menjadi keluarga ideal merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Lantas sebenarnya citra keluarga ideal itu seperti apa? Apakah mereka yang berlimpahan materi sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan, atau bahkan sebaliknya?

Melalui film yang disutradarai oleh Yandi Laurens ini bisa menjadi salah satu contoh citra keluarga yang ideal. Meski idealitas merupakan subjektivitas bagi setiap orang dan tidak bisa diuniversalkan. Film yang menggambarkan kehidupan harmonis dalam keluarga ini diperankan oleh Ringgo Agus Rahman selaku Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT 48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara.

Dalam film tersebut, Abah adalah sosok Ayah yang sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu siap meski dalam  situasi yang sangat sulit sekalipun. Sedangkan Emak, adalah sosok perempuan yang cerdas. Emak mampu mendidik, menerima, dan menguatkan Abah dalam kondisi bagaimanapun.

Dalam film ini, rumah Abah disita oleh debt collector karena hutang perusahaan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya, Fajar. Penyitaan dilakukan pada saat pelaksanaan pesta ulang tahun Euis yang ke-13 tahun. Akibat penyitaan tersebut, Abah dan keluarga harus tinggal di kantor untuk sementara waktu. Sempat meminta bantuan advokat untuk meminta kembali hak  milik rumahnya, namun kasusnya kalah di pengadilan. Sehingga mengakibatkan keluarganya jatuh miskin, bahkan mungkin untuk selamanya.

Akibat kejadian tersebut terpaksa Abah, Emak, Euis dan Ara harus tidur di ruangan kerja Abah di kantor, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya Abah teringat akan rumah masa kecilnya yang merupakan rumah warisan peninggalan Aki (ayah Abah) yang berada di Jawa Barat.

Menempati rumah sederhana dan jauh dari perkotaan menjadi kehidupan baru yang harus dilalui oleh keluarga Abah, terutama untuk Euis dan Ara. Terlebih Euis, yang harus berpisah dari teman-temannya yang berada di Jakarta dan berpindah ke sekolah dengan fasilitas yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya. Sama halnya Ara yang saat ini juga mulai bersekolah. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru.

Abah mencoba mencari pekerjaan baru namun nahasnya, Abah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria karyawan yang dicari oleh perusahaan. Kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi memutuskan Abah untuk bekerja menjadi seorang kuli bangunan, bersama dengan kawan masa kecilnya Romli. Abah bekerja keras, pagi siang dan malam. Tidak juga beristirahat, seperti kawan-kawannya meski sebenarnya Abahpun lelah. Sampai pada akhirnya Abah terjatuh dari ketinggian saat hendak mengambil adukan semen bangunan. Akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, Abah mengalami patah kaki sebelah kanan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah peribahasa yang pantas disematkan oleh keluarga Abah. Kesulitan datang bertubi-tubi, terlebih pada saat mengetahui bahwa Emak sedang hamil. Kondisi Abah yang tidak dapat bekerja lagi, sedang harus membiayai sekolah Ara dan Euis serta kehamilan yang semakin membesar, menjadikan Emak memutuskan untuk berjualan Opak singkong. Setiap hari, Euis dengan terpaksa harus membawa dagangannya ke sekolahan untuk dijual kepada teman-temannya. Akibat cibiran dari kawan-kawannya, menjadikan Euis marah kepada Abah dengan menyalahkan kondisi yang Euis alami sekarang. Kondisi yang sangat jauh berbeda dibandingkan dulu. Euis menginginkan agar pindah ke Jakarta dan kembali hidup dengan kondisi, fasilitas, dan teman-temannya yang dulu.

Namun, untuk berpindah ke Jakarta tentu membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Mulai dari tempat tinggal, biaya sekolah dan biaya hidup lainnya sedangkan kondisi keluarga saat ini terbilang jauh dari cukup. Namun, sebagai Abah yang menginginkan kebahagiaan putrinya, Abahpun dengan terpaksa memutuskan untuk menjual rumah warisan Aki untuk pindah ke Jakarta.

Namun berbeda dengan Ara, Ara yang masih berusia sekitar enam tahun itu, justru memiliki pandangan yang berbeda. Kondisi serba sederhana yang saat ini sedang dialami justru menjadikan Ara bahagia. Dikarenakan Ara bisa satu kamar dengan kakak perempuannya, teh Euis, dan setiap hari bisa berkumpul dengan Abah dan Emak. Kebersamaan yang dulu jarang ia dapatkan meski hidup penuh dengan kecukupan. Lambat laun, hal tersebut juga dirasakan oleh Euis. Euis pun tidak menginginkan lagi pindah ke Jakarta. Situasi saat ini yang bisa berkumpul bersama setiap harinya adalah segalanya.

Malam hari, Abah mendapatkan kabar bahwa Emak melahirkan di Rumah Sakit. Ragil, adalah bayi laki-laki yang kini melengkapi kebahagiaan Abah, Emak, Euis dan Ara. Tak hanya Ragil yang merupakan hadiah keluarga, melainkan juga kehadiran sertifikat rumah yang ternyata tidak jadi dijual sebagaimana yang diinginkan Euis dan Ara. Pada akhirnya, mereka tinggal dalam rumah warisan Aki. Meski terbatas materi, namun berlimpah kebahagiaan.

Keluarga adalah relasi yang saling menguatkan. Mengubah yang  sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, sempit menjadi sempat, sedikit menjadi cukup dan tangis menjadi bahagia. Karena sesungguhnya, harta yang paling berharga adalah keluarga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedua Kalinya, EBI Sport Adakan Turnamen Futsal

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 760
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EBI Sport Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Walisongo untuk kedua kalinya mengadakan event turnamen futsal FEBI CUP. Turnamen futsal ini diselenggarakan bagi FE/FEB/FEBI se-Pulau Jawa dan Bali. Senin, (4/11/2019). “Ini merupakan event lanjutan dari tahun sebelumnya. Tapi pada tahun […]

  • Wisudawan Inspiratif; Selesaikan Kuliah Tepat Waktu Walaupun Sibuk

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 714
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kisah inspiratif datang dari dua wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Firdaus dan Usmiyati, resmi menerima gelar S.Akun pada Selasa, (23/05/2023). Peresmian gelar tersebut dilaksanakan di Gedung Auditorium 2 Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada acara Wisuda Doktor (S-3) ke-31, Magister (S2) ke-55, Sarjana (S1) ke-88. Firdaus Aulia Purnama diresmikan […]

  • Arak-Arakan dengan Toa dan Drum, Wisudawan Merasa Senang

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 857
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Prosesi Wisuda dalam balutan Sidang Senat Terbuka akhir tahun 2022 UIN Walisongo Semarang terselenggara di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo dengan meriah. Hal tersebut ditandai dengan ramainya penjemputan wisudawan-wisudawati dari pintu keluar venue hingga jalan-jalan utama Kampus 3, pada Selasa (8/11/2022). Penjemputan peserta wisuda dengan arak-arakan sudah menjadi budaya tersendiri oleh organisasi ekstra […]

  • KKN RdR Kelompok 53 Bantu Konservasi Jamur Tiram di Ponpes Darul Falah Semarang

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 883
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin ( 2/11/2020 ), kelompok 53 Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 melakukan konservasi budidaya jamur ke salah satu pembudidaya jamur. Konservasi ini  berlangsung di rumah Rudi di daerah Bawen, Semarang. Menurut keterangan Rudi seorang petani jamur, mengungkapkan bahwa teknik budidaya jamur tiram memiliki tiga aspek. “Tiga aspek dalam pembuatan benih […]

  • Menumbuhkan Tanggung Jawab GENWA melalui Resitasi

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 799
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo tahun 2017 telah selesai. Dalam upacara penutupan tersebut panitia memberi penghargaan kepada belasan mahasiswa yang artikelnya masuk dalam kategori terbaik. Kamis, (24/08/2017). Ratih, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, menyambut baik dengan diadakannya resitasi ini.  “Saya sama sekali tidak keberatan ketika disuruh membuat artikel. […]

  • PBAK Hari Kedua, Panitia Kenalkan Budaya Organisasi di Kampus

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 924
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Hari ke-II pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang dilaksanakan    di Auditorium I lantai 1kampus 1 UIN Walisongo. Selasa, (22/8/17). PBAK hari ke-II  ini,  menekankan pada pengenalan budaya organisasi di dalam kampus, agar budaya organisasi kampus tetap lestari. Chusni Mubarok selaku Ketua Panitia PBAK  menyatakan, […]

expand_less
Exit mobile version