Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Makna Cinta Keluarga

Makna Cinta Keluarga

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
  • visibility 819
  • comment 0 komentar
Judul: Keluarga Cemara Jenis Film	: Drama Produser	: Anggia Kharisma, Gina S. Noer Sutradara	: Yandi Laurens Produksi	: Sinema Pictures Peresensi	: Iswatun Ulia

Sumber: google.co.id

Judul Keluarga Cemara
Jenis Film Drama
Produser Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Sutradara Yandi Laurens
Produksi Sinema Pictures
Presensi

Iswatun Ulia

Menjadi keluarga ideal merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Lantas sebenarnya citra keluarga ideal itu seperti apa? Apakah mereka yang berlimpahan materi sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan, atau bahkan sebaliknya?

Melalui film yang disutradarai oleh Yandi Laurens ini bisa menjadi salah satu contoh citra keluarga yang ideal. Meski idealitas merupakan subjektivitas bagi setiap orang dan tidak bisa diuniversalkan. Film yang menggambarkan kehidupan harmonis dalam keluarga ini diperankan oleh Ringgo Agus Rahman selaku Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT 48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara.

Dalam film tersebut, Abah adalah sosok Ayah yang sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu siap meski dalam  situasi yang sangat sulit sekalipun. Sedangkan Emak, adalah sosok perempuan yang cerdas. Emak mampu mendidik, menerima, dan menguatkan Abah dalam kondisi bagaimanapun.

Dalam film ini, rumah Abah disita oleh debt collector karena hutang perusahaan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya, Fajar. Penyitaan dilakukan pada saat pelaksanaan pesta ulang tahun Euis yang ke-13 tahun. Akibat penyitaan tersebut, Abah dan keluarga harus tinggal di kantor untuk sementara waktu. Sempat meminta bantuan advokat untuk meminta kembali hak  milik rumahnya, namun kasusnya kalah di pengadilan. Sehingga mengakibatkan keluarganya jatuh miskin, bahkan mungkin untuk selamanya.

Akibat kejadian tersebut terpaksa Abah, Emak, Euis dan Ara harus tidur di ruangan kerja Abah di kantor, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya Abah teringat akan rumah masa kecilnya yang merupakan rumah warisan peninggalan Aki (ayah Abah) yang berada di Jawa Barat.

Menempati rumah sederhana dan jauh dari perkotaan menjadi kehidupan baru yang harus dilalui oleh keluarga Abah, terutama untuk Euis dan Ara. Terlebih Euis, yang harus berpisah dari teman-temannya yang berada di Jakarta dan berpindah ke sekolah dengan fasilitas yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya. Sama halnya Ara yang saat ini juga mulai bersekolah. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru.

Abah mencoba mencari pekerjaan baru namun nahasnya, Abah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria karyawan yang dicari oleh perusahaan. Kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi memutuskan Abah untuk bekerja menjadi seorang kuli bangunan, bersama dengan kawan masa kecilnya Romli. Abah bekerja keras, pagi siang dan malam. Tidak juga beristirahat, seperti kawan-kawannya meski sebenarnya Abahpun lelah. Sampai pada akhirnya Abah terjatuh dari ketinggian saat hendak mengambil adukan semen bangunan. Akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, Abah mengalami patah kaki sebelah kanan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah peribahasa yang pantas disematkan oleh keluarga Abah. Kesulitan datang bertubi-tubi, terlebih pada saat mengetahui bahwa Emak sedang hamil. Kondisi Abah yang tidak dapat bekerja lagi, sedang harus membiayai sekolah Ara dan Euis serta kehamilan yang semakin membesar, menjadikan Emak memutuskan untuk berjualan Opak singkong. Setiap hari, Euis dengan terpaksa harus membawa dagangannya ke sekolahan untuk dijual kepada teman-temannya. Akibat cibiran dari kawan-kawannya, menjadikan Euis marah kepada Abah dengan menyalahkan kondisi yang Euis alami sekarang. Kondisi yang sangat jauh berbeda dibandingkan dulu. Euis menginginkan agar pindah ke Jakarta dan kembali hidup dengan kondisi, fasilitas, dan teman-temannya yang dulu.

Namun, untuk berpindah ke Jakarta tentu membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Mulai dari tempat tinggal, biaya sekolah dan biaya hidup lainnya sedangkan kondisi keluarga saat ini terbilang jauh dari cukup. Namun, sebagai Abah yang menginginkan kebahagiaan putrinya, Abahpun dengan terpaksa memutuskan untuk menjual rumah warisan Aki untuk pindah ke Jakarta.

Namun berbeda dengan Ara, Ara yang masih berusia sekitar enam tahun itu, justru memiliki pandangan yang berbeda. Kondisi serba sederhana yang saat ini sedang dialami justru menjadikan Ara bahagia. Dikarenakan Ara bisa satu kamar dengan kakak perempuannya, teh Euis, dan setiap hari bisa berkumpul dengan Abah dan Emak. Kebersamaan yang dulu jarang ia dapatkan meski hidup penuh dengan kecukupan. Lambat laun, hal tersebut juga dirasakan oleh Euis. Euis pun tidak menginginkan lagi pindah ke Jakarta. Situasi saat ini yang bisa berkumpul bersama setiap harinya adalah segalanya.

Malam hari, Abah mendapatkan kabar bahwa Emak melahirkan di Rumah Sakit. Ragil, adalah bayi laki-laki yang kini melengkapi kebahagiaan Abah, Emak, Euis dan Ara. Tak hanya Ragil yang merupakan hadiah keluarga, melainkan juga kehadiran sertifikat rumah yang ternyata tidak jadi dijual sebagaimana yang diinginkan Euis dan Ara. Pada akhirnya, mereka tinggal dalam rumah warisan Aki. Meski terbatas materi, namun berlimpah kebahagiaan.

Keluarga adalah relasi yang saling menguatkan. Mengubah yang  sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, sempit menjadi sempat, sedikit menjadi cukup dan tangis menjadi bahagia. Karena sesungguhnya, harta yang paling berharga adalah keluarga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama PBAK, Maba FEBI Mendapat Sambutan Hangat dari Berbagai Pihak

    Hari Pertama PBAK, Maba FEBI Mendapat Sambutan Hangat dari Berbagai Pihak

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 877
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setelah rangkaian acara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat universitas selesai, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan PBAK tingkat fakultas pada Rabu (3/8/2022). Acara tersebut dibuka langsung oleh Dekan FEBI yang ditandai dengan pelepasan balon kemudian dilanjutkan pengenalan Kepala Program Studi (kaprodi) beserta beberapa dosen FEBI. Sambutan […]

  • Keterbatasan Ekonomi Tidak Menghalangi Mila Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang

    Keterbatasan Ekonomi Tidak Menghalangi Mila Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 875
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sidang Senat Terbuka Universita Islam Negeri (UIN) Waliongo Semarang berhasil meluluskan 558 wisudawan. Mila Nur Fatikhah mahasiswa (S1) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat fakultas pada Sabtu (02/11/2024) di Gedung Auditorium II Kampus 3. Ia berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks […]

  • Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 894
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memicu kemacetan di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Rabu, (23/8/2023) UIN Walisongo telah resmi meluluskan 1.807 wisudawan dan wisudawati yang mana acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Saat pergantian […]

  • Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 843
    • 0Komentar

      Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak […]

  • Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

    Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 651
    • 0Komentar

    “Jika sudah lulus kuliah, kamu harus bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding Bapak dan Ibuk.” Mungkin sepenggal ucapan tersebut pernah diterima oleh sebagian besar mahasiswa. Bahkan tak jarang menjadi motivasi yang terngiang sepanjang kurun waktu perkuliahan. Memang, mengenyam bangku perkuliahan merupakan tanggung jawab juga beban moral yang mendalam. Tanggung jawab moral tersebut yang menjadikan […]

  • DEMA PTKIN  Seluruh Indonesia Gelar Petisi Kejelasan Sistem Perkuliahan Daring dan Layanan Free Acces, Berikut Isinya

    DEMA PTKIN  Seluruh Indonesia Gelar Petisi Kejelasan Sistem Perkuliahan Daring dan Layanan Free Acces, Berikut Isinya

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Yth : 1. Menteri Agama RI 2. Dirjen Pendis 3. Forum Rektor PTKIN Se Indonesia     Assalamualaikum wr. wb   SURAT TERBUKA DEWAN EKSEKUTIF MAHASISWA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI SELURUH INDONESIA  A. DASAR Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 657/03/2020 Tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID 19 di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Terkait […]

expand_less