Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Hikayat Para Pemeluk Luka

Hikayat Para Pemeluk Luka

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 706
  • comment 0 komentar

​Di hamparan aspal yang membentang tanpa ujung, sebuah jalur tunggal yang kita sebut takdir. Semua orang adalah pengelana. Tidak ada bangku untuk beristirahat, tidak ada persimpangan untuk berbalik arah. Ribuan langkah berderap serempak, menciptakan irama monoton yang memenuhi udara.

​Jika dilihat dari ketinggian kerumunan itu tampak seperti sungai yang mengalir dalam remang. Namun, jika kau turun dan berjalan di antara mereka kau akan melihat pemandangan yang ganjil.

​Hampir setiap orang berjalan dengan posisi tangan yang serupa: melingkar erat di depan dada.

​Mereka tidak sedang kedinginan. Mereka sedang mendekap luka masing-masing.

​Ada yang mendekapnya dengan kasar seolah sedang mencekik rasa sakit agar tidak berteriak. Ada yang mendekapnya dengan gemetar seolah ketakutan jika rahasia di balik jemari mereka terungkap. Namun ada pula yang memeluk lukanya dengan ketenangan yang ganjil. Seperti seorang ibu yang menimang bayi yang sedang lelap.

​Anehnya, mereka yang memeluk dengan paling tulus adalah mereka yang langkahnya paling stabil.

​Di tengah kegelapan jalan takdir yang seringkali berkabut dari sela-sela lengan yang saling mengunci itu keluar pendar cahaya. Pijar-pijar itu kecil namun cukup untuk menyinari aspal di bawah kaki masing-masing pejalan. Cahaya itu tidak bersumber dari langit melainkan merembes dari retakan-retakan di dada yang mereka dekap.

​Luka-luka itu, jika dibiarkan terbuka dan ditolak hanya akan menjadi borok yang meracuni langkah. Namun, di jalan ini, orang-orang belajar sebuah hukum alam yang sunyi bahwa rasa sakit yang diterima dan dipeluk dengan tabah akan perlahan mengkristal menjadi cahaya.

​Di jalan takdir ini kau bisa melihat perbedaan itu dengan jelas.

​Mereka yang mencoba membuang lukanya ke pinggir jalan atau menyeretnya dengan penuh amarah di belakang punggung, justru berjalan dalam kegelapan total. Mereka sering tersandung, menabrak pejalan lain, dan kehilangan arah meskipun jalannya lurus. Mereka memiliki kaki tapi tidak memiliki mata.

​Sebaliknya, para pemeluk luka tetap melangkah dengan khidmat. Mereka tidak lagi bertanya kapan jalan ini akan berakhir. Bagi mereka perjalanan bukan lagi tentang seberapa cepat sampai ke tujuan, melainkan tentang menjaga agar dekapannya tidak melonggar. Sebab mereka tahu di dunia yang seringkali kehilangan cahaya ini hanya hancurnya diri sendiri yang sanggup menjadi suar penunjuk jalan.

​Maka ribuan orang itu terus berjalan. Sebuah orkestra langkah kaki yang membawa cahaya-cahaya kecil di dada mereka. Mereka tidak saling bicara namun mereka saling tahu bahwa di balik balutan pakaian masing-masing, ada luka yang sedang dipeluk erat, yang memastikan mereka tidak akan pernah benar-benar tersesat di atas garis yang telah digariskan.

[ Pengurus Invest BPH Periode 25/26 ]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBAK 2023; Sambut 4.681 MABA UIN Walisongo Semarang

    PBAK 2023; Sambut 4.681 MABA UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Jumat, (04/08/2023) bertempat di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara PBAK UIN Walisongo Semarang kali ini, akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 4-6 Agustus 2023 kedepan. Pada PBAK tahun ini mengangkat tema “Peduli Lingkungan Untuk Kemanusiaan”. Menurut […]

  • 74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

    74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Kata merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga makna. Pertama, bebas. Maksud bebas di sini tentu sudah kita rasakan sejak 17 Agustus 1945, yakni bebas dari penjajah. Hal ini tidak terlepas dari peran pahlawan yang gugur di medan perang maupun yang berjuang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan. […]

  • Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 907
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perpustakaan Lentera dengan tema Menciptakan Literasi yang Inklusif untuk Generasi Unggul telah diresmikan pada kamis, (20/2/2020) lalu. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa selaku pembina perpustakaan, Mardhiyah dan perwakilan dari siswa-siswi Yayasan Raudhatus Sholihin Desa Loireng. “Hari ini launching Perpustakaan Lentera agar semua warga tahu di Desa Loireng sudah ada perpustakaan bisa membekali […]

  • Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

    Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 730
    • 0Komentar

    “KKN adalah pengalaman sekali seumur hidup, banyak keseruan di dalamnya, dari mulai cinta-cintaan sampai ‘baku hantam’ setiap hari. Bakal kelihatan mana yang rajin, jorok, pemalas, manja,” begitulah buah tangan yang sering dibawakan oleh kakak tingkat usai menjalani ibadah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sangat beruntung, bisa menjadi bagian dari 2.156 mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang dilepas […]

  • Lebaran di Era Digital: Ketika Silaturahmi Tak Lagi Terhalang Jarak

    Lebaran di Era Digital: Ketika Silaturahmi Tak Lagi Terhalang Jarak

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut Lebaran dengan penuh suka cita. Momen kemenangan setelah sebulan berpuasa ini selalu identik dengan tradisi saling memaafkan dan berkumpul bersama keluarga. Namun di zaman sekarang, cara kita bersilaturahmi mengalami perubahan menarik berkat hadirnya teknologi digital. Dulu, merayakan Lebaran berarti harus pulang kampung, bersalaman langsung, dan mengunjungi rumah […]

  • Webinar Kesetaraan Gender; Dilema Perempuan dan Kemampuan Multitaskingnya

    Webinar Kesetaraan Gender; Dilema Perempuan dan Kemampuan Multitaskingnya

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 802
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Webinar Kesetaraan Gender dengan tema “Peran Penting Wanita Karier dalam Pekerjaan dan Keluarga” digelar pada Kamis, (4/11/2021). Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN RdR Angkatan 77 Kelompok 21 UIN Walisongo Semarang lewat platform virtual Zoom Meeting. Tema ini diangkat untuk menegaskan bahwa perempuan diputari oleh dilema atas keadaan karena ke-serba bisaan-nya atau multitasking. Webinar […]

expand_less