Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 25 Apr 2017
  • visibility 785
  • comment 0 komentar
doc. lpm invest

doc. lpm invest

Oleh : Iswatun Ulia

In politics if you want anything said, ask a man, If you want anything done, ask a women.

(The Iron Woman, Margareth Hilda Thatcher)

Peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan. Dalam keluarga misalnya, perempuan memiliki tugas dan kodrat menyelesaikan segala keperluan rumah tangga, yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai 3M, macak (berhias), masak (memasak), manak (mempunyai anak). Namun dalam ranah sosial, eksistensi  perempuan sempat mengalami kemunduran, terutama saat berlakunya patriarkhi, yang mana menganggap bahwa laki-laki memliki kedudukan lebih tinggi dibanding perempuan. Istilah domestikasi, marginalisasi dan pengiburumahtanggaan menjadi platform tanpa memandang kelas sosial perempuan berasal. Pengusungan kesetaraan gender saat ini, nampaknya telah sedikit membuahkan hasil, hal ini terlihat pada partisipasi perempuan dalam pentas panggung politik.

Sebelum Indonesia menjadi Negara demokrasi, potret partisipasi perempuan dapat kita tilik pada era kolonialisme Belanda.  Dalam konstruksi sosial masyarakat yang menganggap bahwa perempuan sebagai inferior laki-laki, terlihat bahwa R.A Kartini mampu  memperjuangkan hak asasi perempuan dalam memperoleh pendidikan. Lain halnya dengan Supeni, yang dikenal sebagai politikus perempuan yang menduduki jabatan penting di parlemen.

Pada zaman Orde Baru pula, partisipasi perempuan dalam kancah politik sangat dibatasi. Perempuan memiliki hak memilih dan dipilih setiap lima tahun sekali, namun perempuan hanya diperkenankan untuk menggunakan hak memilihnya. Hal ini berarti dalam pemilu, suara perempuan digunakan untuk memperbesar suara perolehan dari sebuah partai.

Dalam Undang-undang No. 12 tahun 2003 tentang pemilu telah dijelaskan bahwa keterwakilan perempuan dalam politik memiliki prosentase sebanyak 30%. Hal ini semestinya dijadikan angin segar bagi perempuan untuk menjadikan dirinya sebagai wakil masyarakat di pemerintahan. Sekaligus dapat mendorong aktivis perempuan untuk selalu bergerak  masif memajukan diri dan menyuarakan persoalan kemiskinan, kekerasan seksual kesehatan, dan segala permasalahan perempuan.

Indonesia pada kepemimpinan era Jokowi, setidaknya telah menyingkirkan sejenak sistem patriakhi yang telah lama menjajah eksistensi perempuan, terutama di kancah politik. Pada Minggu, 26  Oktober 2014 presiden  Jokowi telah resmi mengumumkan susunan kabinet kerja yang berjumlah 34 menteri, dimana delapan diantaranya adalah perempuan. Dalam penyusunan kabinet ini, keterlibatan perempuan dalam panggung politik lebih banyak dibanding dengan kabinet kepemimpinan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sepak terjang perempuan mengalami peningkatan.

Partisipasi aktif perempuan tersebut dalam kancah politik maupun bidang lainnya tentu bukanlah berasal dari  perempuan biasa, melainkan perempuan yang memiliki kesadaran, cara pandang, dan memiliki keberpihakan untuk memajukan diri dan kaumnya yang tertinggal. Sekaligus, dapat serta memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat dan negara.

Sebagaimana kita ketahui, pengaruh Hindhuisme dari India telah memberikan pengaruh dalam khazanah budaya Indonesia yang multikultur dan mengenalkan tokoh Dewi Saraswati. Dewi Saraswati merupakan sosok yang ideal bagi perempuan karena digambarkan memiliki empat tangan yang memegang lontar, bunga,  tasbih dan sitar serta berdiri di atas bunga teratai. Analogi tersebut menyiratkan bahwa perempuan harus memiliki pengetahuan, kecantikan batin, iman yang kuat serta harmoni dalam berkomunikasi serta mampu berdiri kuat dalam berbagai kondisi.

Dalam bahasa sansekerta dikenal pula istilah Rupasampat Wahyabyantara, yang berarti kecantikan perempuan yang utuh dan bersinar merupakan harmoni antara kecantikan lahiriah (outer beauty) dan batiniah (inner beauty). Dewi Saraswati merupakan gambaran yang ideal dan tak lekang oleh zaman, hingga di era globalisasi ini, penggambaran perempuan yang sesuai kodratnya adalah sosok yang multi dimensi harus bersikap dan berperan dalam masyarakat.

Adanya hal tersebut semestinya menjadikan kita dapat menghindari pandangan negatif bahwa perempuan tidak  lebih rendah dari pada laki-laki. Melalui derasnya arus informasi dan kecanggihan teknologi, perempuan dapat meningkatkan kualitas diri melalui pencarian pengetahuan, baik melalui jalur instansi pendidikan tinggi maupun peningkatan kemampuan diri (skill). Hingga pada akhirnya, keterlibatan perempuan dalam dunia politik tidak diragukan lagi. Waalhua’lam bisshowab.

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Kenangan

    Di Balik Kenangan

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Oleh: Amimah Ulul Mualifah Aku sendiri juga tak mengetahuinya, Emak. Semua hal kemarin terbungkus dengan rapinya dalam memori. Seringkali terputar dengan sendirinya, Melintas di bayangan mataku. Bibirku jadi mengembang sepuluh senti. Kenangan. Aku suka mengenangnya. Terlebih Tentang mereka. Terlebih tentang dengannya dan mereka. Emak, apakah Tuhan memiliki mesin pengulang waktu? Hari-hari kemarin terasa begitu manis […]

  • Aksi Demo oleh Mahasiswa UIN Walisongo di depan gerbang Kampus 3

    Seruan Aliansi Mahasiswa Walisongo: Kecelakaan Truk Picu Aksi ini

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 975
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN) Semarang gelar aksi sebagai bentuk menyuarakan dari keresahan warga Ngaliyan khususnya di Jl. Prof. Dr. Hamka pada hari Senin, (25/11/2024) pukul 16.00 WIB. Aksi ini diawali dengan orasi di gerbang depan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, orasi disampaikan oleh perwakilan Aliansi Mahasiswa UIN. Kemudian masa aksi melakukan […]

  • Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 841
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. “Selama tiga […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 803
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

  • Soft Launching Lagu “Profesorku Keren” Ikut Memeriahkan Febiversary ke-9

    Soft Launching Lagu “Profesorku Keren” Ikut Memeriahkan Febiversary ke-9

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 985
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memperingati anniversary yang ke-9 pada jumat, (9/12/2022) bertempat di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini megangkat tema “Getting Better and Contribute More”. Acara ini dimeriahkan oleh sejumlah dosen, tenaga pendidik (tendik), dan mahasiswa FEBI. Acara febiversary dimulai pukul 07.00 yang […]

  • Catatan Harian Menantu Sinting

    Catatan Harian Menantu Sinting

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 2.004
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul                : Catatan Harian Menantu Sinting Kategori film   : Drama Komedi Sutradara        : Sunil Soraya Produser         : Soraya Intercine Films Penulis             : Donna Rosamayna dan Rosi L. Simamora Pemeran          : Ariel Tatum, Raditya Dika, Lina Marpaung, Robby Purba, dan Raline Shah Peresensi         : Septi Kumala Dewi Film Catatan Harian […]

expand_less