Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » 9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2017
  • visibility 1.036
  • comment 0 komentar

Oleh: Dziyaul L. Tamrin

Alumni Lembaga Pers Mahasiswa Invest

“Black represents the gloom of this country in terms of human rights. The umbrella carries the message that our right to stage this rally is protected by the Constitution,” Said Commission for Missing Persons and Victims of Violence member Yati Andriani.

Banyak negara yang mempunyai rekam jejak buruk menyoal penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada masa lalu, misalnya, Afrika Selatan, Jerman, Argentina dan Korea Selatan. Termasuk Indonesia. Berbeda dengan negara-negara lain yang berani mengakui, menuntaskan dan melakukan rekonsiliasi terhadap kejahatan kemanusiaan, namun di Indonesia sepertinya belum mengalami perubahan yang berarti. Terdapat banyak kasus yang terabaikan, belum tuntas bahkan masih mandeg di Kejaksaan dan tidak ditindaklanjuti. Akhirnya upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM mengambang.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1965-1966 dan tahun-tahun sesudahnya merupakan catatan hitam sejarah bangsa Indonesia. Kebenaran mengenai tragedi kejahatan kemanusiaan pada kepemimpinan Orde Baru tersebut tidak pernah terungkap. Meliputi jumlah korban yang dibunuh ataupun penghilangan orang secara paksa (forced diseppearance). Beberapa sumber menyatakan berkisar 300 ribu sampai 2,5 juta jiwa terbunuh dan hilang.

Berbagai peristiwa kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada saat itu merupakan dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pada umumnya, hal tersebut dialami oleh orang-orang yang dianggap memiliki ideologi komunis dan dianggap melawan kebijakan pemerintah. Kemudian ada semacam kebijakan pemerintah yang mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan aksi kekerasan terhadap orang-orang yang dituduh komunis dan pembangkang pemerintah.

Para korban yang selamat dan keluarganya juga tidak luput dari pelanggaran HAM. Selain dirugikan dalam bentuk materil, mereka juga mengalami tindakan diskriminatif meliputi pelanggaran hak-hak sipil, politik, sosial dan budaya. Paling menyedihkan lagi yakni mereka mengalami penderitaan psikologis secara turun temurun hingga sekarang.

Keadaan ini yang mendasari berdirinya Aksi Kamisan didepan istana Negara yang dipelopori oleh para korban,  keluarga dan pejuang HAM. Aksi yang dimulai sejak 18 januari 2007 silam merupakan wujud perjuangan dan konsistensi korban untuk memperoleh keadilan. Menagih janji-janji pemerintah untuk menguak dan mengadili pelaku kasus-kasus kejahatan kemanusiaan.

Aksi Kamisan pada mulanya terinspirasi oleh aksi yang dilakukan oleh ibu-ibu di Plaza D  e Mayo Argentina yang menuntut agar pemerintah mengembalikan suami dan anak mereka yang diculik oleh junta militer. Aksi ini dilakukan setiap hari Kamis dijantung ibu kota Argentina. Selama 30 tahun lebih mereka berdiri dan meneriakkan tuntutan yang serupa.

Sejarah mencatat bahwa Aksi Kamisan tidak terlepas dari aktor penggeraknya yaitu Suciwati Munir, Sumarsih dan Bedjo Untung bersama keluarga korban lainnya yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Keluarga Korban (JSKK). Anggota  dari JSKK meliputi korban penembakan di Universitas Atmajaya dan Trisakti, korban kerusuhan Mei 98, korban tragedi kemanusiaan  tahun 1965-1966, korban pembunuhan Munir serta korban penculikan aktivis mahasiswa. Mereka seolah tidak pernah lelah dan putus harapan untuk tetap memperjuangkan keadilan bagi keluarganya yang belum ditemukan dan diketahui keberadaannya. Semua orang tidak pernah menyangka aksi ini akan bertahan sampai bertahun-tahun.

Ditengah keran demokratisasi yang dibuka selebar-lebarnya memberikan angin segar bagi civil society untuk melakukan aksi protes seperti Aksi Kamisan. Meskipun begitu, aksi yang dilakukan setiap hari kamis sore dengan menggunakan payung hitam, baju serba hitam dan atribut aksi lainnya sampai saat ini belum banyak mengalami perubahan.

 9 tahun sudah Aksi Kamisan menjadi sebuah institusi bagi korban untuk mengharap keadilan. Aksi Kamisan sebagai gerakan kolektif yang juga berusaha untuk memelihara ingatan masyarakat agar terus mengingat pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Negara belum juga selesai hingga sekarang. Sehingga pelanggaran-pelanggaran HAM masa lalu tidak akan terulang kembali.

Masa pemerintahan presiden Jokowi yang digadang-gadang sebagai presiden pilihan rakyat tidak jauh berbeda dengan presiden sebelumnya. Presiden Jokowi bahkan berjanji akan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang dituangkan dalam Nawacita, namun pada kenyataannya belum dijalankan sebagaimana mestinya. Janji sekedar janji, pemerintah seolah saling lempar bola terkait dengan kewenangan penyelesaian kasus-kasus tersebut.

Berkali-kali hasil laporan dari Komnas HAM dibahas dan berkali-kali pula laporan ini mengalami penundaan pengambilan keputusan akibat sidang paripurna meminta tim untuk memperbaiki kualitas laporan dan alasan yang bias. Dan lagi-lagi, kasus demi kasus masih tertunda dan belum terselesaikan.

Dalam penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu terdapat dua langkah yang bisa ditempuh yakni, langkah hukum dan langkah politik. Langkah hukum dapat dilakukan dengan cara menindaklanjuti setiap laporan penyelidikan komnas HAM dalam ranah penyidikan, penuntutan dan pengadilan. Hal ini tentu membutuhkan rekomendasi dari DPR selaku lembaga politik dan turut menerbitkan Keputusan Presiden tentang pembentukan pengadilan HAM ad hoc.

Langkah kedua adalah langkah politik yang dapat dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk menuntaskan pelanggaran HAM secara komprehensif. Hal tersebut dapat berupa permintaan maaf, dapat pula dengan mencabut perundangan diskriminatif terhadap korban dan keluarga ataupun dengan mengungkapkan kebenaran sejarah. Paling penting lagi yaitu memperbaiki keadaan korban dan keluarga dengan pemberian rehabilitasi, restitusi dan kompensasi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi Mahasiswa Bidikmisi, Memotivasi Jamalul Lail untuk Lulus Tepat Waktu

    Menjadi Mahasiswa Bidikmisi, Memotivasi Jamalul Lail untuk Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 929
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Sidang Senat Terbuka Wisuda Doktor (S-3) ke-32, Magister (S-2) ke-56, Sarjana (S-1) ke-89, dan Diploma (D-3) ke-34 telah diselenggarakan di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Rabu (23/8/2023). Wisuda kali ini, meluluskan sebanyak 1.807 wisudawan yang terbagi menjadi 2 sesi. Moh. Jamalul Lail, Seorang mahasiswa jurusan Ilmu Al […]

  • Cabor Silat Sumbang Tujuh Medali untuk Febi

    Cabor Silat Sumbang Tujuh Medali untuk Febi

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil meraih tujuh medali dari cabang olahraga (cabor) silat pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan keterampilan (Orsenik) 2019. Cabor silat mempertandingkan tiga kategori, yaitu kategori laga, seni tunggal dan seni berganda. Lomba tersebut diselenggarakan di Auditorim I Kampus I UIN Walisongo Semarang. Kamis, (19/9/2019). Tujuh mendali yang […]

  • Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

    Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 988
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelaksanaan wisuda UIN Walisongo Semarang digelar secara luring pada Selasa (24/5/2022). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisudawati terbaik. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi salah satu acuan merah predikat tersebut. Farras Khirzi Khanifah mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjadi wisudawati peraih IPK tertinggi dengan nilai 3,97 (predikat […]

  • Memanfaatkan Liburan Semester Dengan Berbisnis

    Memanfaatkan Liburan Semester Dengan Berbisnis

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 625
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Libur semester adalah momentum yang ditunggu-tunggu Mahasiswa untuk me-refresh pikirannya setelah melalui ujian semester. Biasanya momen ini dimanfaatkan Mahasiswa untuk jalan-jalan dengan teman serta mencari hiburan agar menumbuhkan semangat baru untuk semester berikutnya. Namun, beberapa mahasiswa memilih bekerja dan belajar berbisnis untuk membantu dan meringankan beban orang tuanya. “Daripada liburan saya hanya di rumah mendingan […]

  • Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 712
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa UIN Walisongo Semarang rela antre berdesakan pagi-pagi di Warung Makan Pak Nur Fuad, Jl. Tanjungsari Rt 7 Rw V, Tambakaji, Ngaliyan. Mereka mengantre demi mendapat sebungkus nasi rames untuk sarapan. Minggu, (12/3/17). Warung bercat orange yang sudah berdiri sejak 2008 ini menjadi destinasi favorit mahasiswa dalam mencari makan. Pasalnya, selain tempatnya yang strategis […]

  • Dakwah Via Desain Grafis

    Dakwah Via Desain Grafis

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 719
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pameran desain grafik muslim, jadi gaya dakwah baru di kota lumpia. Desain berwujud gambar berwarna-warni yang mengambarkan perintah-larangan bagi pemeluk agama islam ini, ditampilkan apik oleh Zaid dalam acara pameran Muslim Design community (MDC) (14/06/15) Acara yang digelar di sepanjang JL. Pahlawan Semarang ini, bermaksud menyampaikan dakwah lewat visual. Zaid sebagai desainer mengungkapkan, “cara […]

expand_less