Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Dihujani Gas Air Mata

Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Dihujani Gas Air Mata

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 396
  • comment 0 komentar

Massa yang Disemprot Mobil Water Cannon

lpminvest.com– Aliansi Masyarakat Sipil dan Aliansi Mahasiswa se-Semarang, Jawa Tengah kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja dengan tema “UU Cipta Kerja Menyelamatkan Oligarki Menghabisi Demokrasi”. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari yang sebelumnya, diadakan pada selasa (14/03/2023) dan kembali mendapatkan aksi represifitas dari aparat.

Aksi penolakan UU hari ini sempat diwarnai dengan adanya dorong-dorongan antara massa dengan aparat. Massa aksi juga dihujani dengan semprotan meriam air dari mobil water cannon aparat pada saat titik aksi yang berada di gerbang utama kantor DPRD Jawa Tengah.

Meskipun demikian, massa tidak tinggal diam dan mengalihkan titik aksinya menuju gerbang belakang Kantor DPRD lalu melakukan penyegelan gerbang menggunakan rantai dan gembok. Dilakukan simbolisasi penolakan dan perlawanan dengan pelemparan tikus-tikus dan celana dalam ke dalam area gedung DPRD Jawa Tengah.

“Tikus memang menjadi sebuah hewan ikonik yang menggambarkan bahwasannya itu adalah para koruptor-koruptor atau penjilat-penjilat pemerintah yang menghabisi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, tikus kami anggap sebagai kawan dari orang-orang yang berada di gedung tersebut.” ujar Fuad selaku koordinasi lapangan (Korlap) UIN Walisongo.

Aksi tersebut diakhiri dengan kericuhan antara aparat dengan massa, serta terjadi pembubaran secara paksa oleh para aparat dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.

Koordinator lapangan, Junaidi, mengutuk keras tindakan represifitas aparat kepada massa aksi. Hal tersebut membahayakan peserta aksi penolakan UU Cipta Kerja di Kawasan Gedung DPRD Jawa Tengah.

“Kami juga mengutuk aparat Kepolisisan Jawa Tengah karena telah melakukan represifitas tanpa kemanusiaan terhadap kawan-kawan masa aksi kami. Hari ini sudah sampai malam, kawan-kawan kita ditahan di Polres dan beberapa juga mengalami kebocoran kepala. Oleh karena itu, aksi kami pada hari ini tidak hanya sampai disini, aksi kami akan sampai selesai dimana Undang-Undang Cipta Kerja yang cacat dan melawan konstitusi negara itu harus dicabut,” pungkasnya. Royhan&Awa_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MABA Sampaikan Keluhan Fasilitas Pada Konsolidasi Akbar Usut Tuntas Kebijakan Ma’had

    MABA Sampaikan Keluhan Fasilitas Pada Konsolidasi Akbar Usut Tuntas Kebijakan Ma’had

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 821
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kebijakan wajib ma’had bagi Mahasiswa Baru (MABA) 2023 menuai banyak kontroversi. Banyak keluhan dari MABA yang terus bermunculan, salah satunya terkait fasilitas yang diterima tidak sesuai dengan nominal yang mereka bayarkan. Pada konsolidasi yang diselenggarakan oleh DEMA-U & SEMA-U bersama Aliansi Mahasiswa Walisongo menjadi wadah bagi MABA untuk mengutarakan keluhannya selama tinggal di ma’had […]

  • Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    • calendar_month Rab, 9 Des 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 471
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Korps Suka Rela (KSR) UIN Walisongo kembali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk menggelar Donor Darah di UIN Walisongo Semarang. Senin, (23/11/2015). Donor Darah kali ini mengusung tema “Kita Peduli dan Ada Untuk Berbagi”, acara di gelar di beberapa titik kampus. Yaitu di teras perpustakaan Universitas, gedung Pusat Kegiatan Mahasisa (PKM) Ushuludin, […]

  • Kejutan Kedua; Pisah Sambut Dekan FEBI

    Kejutan Kedua; Pisah Sambut Dekan FEBI

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 507
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Usai mendapat kejutan di acara penglepasan wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kali ini Imam Yahya mendapat kejutan dari mahasiswa baru (maba) FEBI 2019. Kamis, (29/8/19). Kejutan tersebut diberikan usai acara pisah sambut Dekan FEBI yang kini dijabat oleh Muhammad Saifullah. Bertepatan dengan adanya chant class untuk persiapan orientasi olahraga, seni, ilmiah dan […]

  • Lemang Siarang; Kelezatan dan Simbol Kerukunan Masyarakat Sumatra

    Lemang Siarang; Kelezatan dan Simbol Kerukunan Masyarakat Sumatra

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Kita sudah sering mendengar bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. Benar, bukan hanya kaya akan alamnya yang indah, kebudayaan, suku, dan bahasa yang beragam. Tapi makanan khas daerahnya pun terkenal kelezatannya bahkan diakui dunia. Sebagaimana yang dilansir dari m.detik.com bahwa tiga masakan Indonesia masuk dalam 50 daftar makanan terenak di dunia versi CNN periode 2017, […]

  • Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 508
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Silaturrahim Guru Besar dan Akademisi se-Jawa Tengah bertajuk “Rahim Bangsa, Meski Berbeda, Kita Saudara” ini berlangsung di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Para Guru Besar dan Akademisi ini mendiskusikan keadaan Indonesia akhir-akhir ini ramai, pasalnya, prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi kian mengancam demikrasi dan kebhinekaan kita. Dari silaturrahim ini tercetus ide […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less