Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 18 Jan 2018
  • visibility 983
  • comment 0 komentar
Oleh: Risky Darmawan

Oleh: Risky Darmawan

Maraknya kabar impor beras yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada awal tahun 2018, tentu banyak menimbulkan berbagai perspektif. Pemerintah menilai akhir-akhir ini terjadi lonjakan harga beras di pasaran.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi detik.com per tanggal 4 Desember 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis harga beras bulan November 2017. Harga beras kelas medium mengalami kenaikan 1,79 persen, yakni Rp 9.280/Kg. Kenaikan juga diikuti beras kelas premium sebesar 0,38 persen atau Rp 9.539/Kg. Tidak ketinggalan beras kelas rendah pun naik hingga 2,33 persen, yakni Rp 9.039/Kg.

Berdasarkan data tersebut kita dapat melihat semua jenis beras dari beras rendah, medium hingga premium mengalami kenaikan harga. Lalu, strategi apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut? Bagaimana pula efek yang dirasakan petani padi?

Langkah Pemerintah

Setelah viral munculnya Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2018, menyoal upaya pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga beras saat ini yang mencapai kisaran Rp 13.000/Kg. Pemerintah berencana melakukan kebijakan impor beras dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500.000 ton. Impor beras tersebut ditargetkan dapat diterima dan dinikmati masyarakat antara akhir Januari hingga awal Februari 2018.

Menurut Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan, menilai kebutuhan masyarakat akan beras medium sangat dominan. Alasan tersebut yang menyebabkan langkah impor beras dinilai tepat untuk menekan harga. Sehingga harga beras medium bisa kembali normal di kisaran Rp 9.450/Kg seperti yang diharapkan masyarakat.

Imbas kebijakan Impor Beras

Kebijakan pemerintah yang menghendaki impor beras dari Thailand dan Vietnam, seakan menjadi kabar buruk bagi para petani padi dalam negeri. Pasalnya, waktu mengeluarkan wacana impor beras tersebut mendekati waktu panen raya, otomatis akan sangat berpengaruh pada pendapatan petani lokal.

Panen raya yang diperkirakan akan terjadi di awal Maret, tentu akan menimbulkan stok berlebih jika impor beras tetap dilakukan. Seperti pada teori penawaran, apabila stok barang (padi) melimpah akan menimbulkan turunya harga. Apabila harga barang turun, otomatis penjualan dari hasil panen tersebut sangatlah sedikit. Alhasil, petani merugi banyak.

Semestinya sebelum pemerintah mengambil kebijakan impor beras, terlebih dahulu memikirkan kesejahteraan petani lokal. Saya menilai langkah pemerintah ini cenderung tergesa-gesa mengingat kebijakan ini mendekati musim panen raya. Alangkah lebih baik jika pemerintah lebih memprioritaskan kesejahteraan petani ketimbang impor dari negara asing. Misalnya mengalokasikan dana untuk pembangunan irigasi agar panen bisa merata, supaya tidak lagi menggantungkan air hujan untuk pengairan sawah. Sehingga masalah kelangkaan bisa sedikit teratasi dan kestabilan harga dapat dikelola dengan baik, sehingga kesejahteraan petani bisa lebih terjamin. [i].

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Investasi dan Trading Sama?

    Apakah Investasi dan Trading Sama?

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Oleh: M. Shodiq Al Hakim (Wadyabala Invest 2018) Di era sekarang, masyarakat millenial pastinya sudah sering mendengar istilah trading dan investasi. Namun, tahu kah kamu apa itu trading dan investasi? Terkadang kita memang sedikit keliru dalam memaknai trading maupun investasi. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap bahwa hal itu sama dan tidak ada bedanya. Faktanya […]

  • Di Pelantikan Ormawa FEBI 2020, Saifullah Haturkan Tips Pertahankan Kader

    Di Pelantikan Ormawa FEBI 2020, Saifullah Haturkan Tips Pertahankan Kader

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 870
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, 13/2/2020 usai dilaksanakan pelantikan Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang Periode 2020. Kegiatan berlangsung di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo dengan tujuan untuk meresmikan kepengurusan organisasi mahasiswa (ormawa) FEBI. Di momen yang hanya bisa dijumpai satu tahun sekali ini, membuat Saifullah Dekan FEBI UIN Walisongo memberikan wejangan […]

  • Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Financial Inclusion untuk Pekerja Migran dan Dampaknya terhadap Perekonomian” menjadi tema studium general Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kali ini. Ritus yang selalu ada tiap tahun ini berlangsung di Audit I Kampus I UIN Walisongo dan dibatasi hanya untuk 60 mahasiswa. Jumat, (6/9/2019). Dihadiri Wakil Rektor I Mukhsin Jamil, Dekan FEBI Saefullah, dosen […]

  • KKL; Kompetensi dan Eksistensi Syariah

    KKL; Kompetensi dan Eksistensi Syariah

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 962
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Prodi S1 Ekonomi Islam (EI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). 5 (lima) rombongan bus FEBI UIN Walisongo Semarang, dipersiapkan untuk peserta dan beberapa dosen pendamping yang akan melaksanakan KKL. Selasa, (25/4/17). Pemberangkatan KKL dengan rute perjalanan menuju Malang dan Pasuruan, dan tujuan mengunjungi beberapa lembaga, […]

  • Mahasiswa Bidikmisi, Agus Buktikan Kebolehannya Raih Wisudawan Terbaik FEBI

    Mahasiswa Bidikmisi, Agus Buktikan Kebolehannya Raih Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 830
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Keterbatasan ekonomi tak lantas membatasi Agus Sulistiyono sukses meraih gelar wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Wisuda periode ke-84 UIN Walisongo dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Penghargaan ia dapatkan di depan para wisudawan lain beserta keluarga masing-masing tepatnya di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Mahasiswa asal Pati ini mengungkapkan, […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less