Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Sebuket Tulip Merah

Sebuket Tulip Merah

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
  • visibility 711
  • comment 0 komentar

Arsha tak lagi merasa hidup setelah bunganya pergi. Napasnya sering sesak, suasana hatinya sering kali tak baik, dan mulai membenci cuaca cerah.

Hal yang sebenarnya cukup menyulitkan, namun baginya yang sudah tak lagi memiliki tenaga untuk bangkit, rasa-rasanya percuma saja jika raga ini berjuang. Arsha tak lagi memiliki alasan kenapa ia harus pulang lebih cepat, tak lagi mengunjungi florist tiap minggu untuk membeli bunga kesukaan kekasihnya, atau begadang tiap malam menemani kekasihnya melakukan hobi.

Kekasihnya suka sekali dengan kaos kaki anak-anak. Tiada hari untuknya tak menata kaos kaki kecil sesuai warna kemudian merangkainya dalam bingkai foto untuk dipajang. Terlihat tak berguna, namun Arsha suka saat setiap titik di rumahnya berhiaskan hasil kerajinan tangan sang kekasih.

Kekasihnya yang rajin dan cantik. Yang menyukai bunga tulip merah dan langit mendung. Tak menyukai kacang namun suka makan badam. Tak suka warna merah muda, namun terlihat paling menawan saat memakainya.

Arsha bahkan masih ingat raut masam kekasihnya saat ia sengaja membelikan satu set pakaian mahal berwarna merah muda.

“Percaya deh, kamu paling cantik kalau pake warna pink, Ki.”

“Kelihatan cewek banget aku kalau pake pink.”

“Kamu ‘kan emang cewek, Kinaaan.”

Kinan menoleh dengan wajah lelah. Berusaha membujuk Arsha agar ia tak memakai gaun selutut warna soft pink itu untuk bertemu rekan kerja di acara pesta ulang tahun perusahaan lelaki itu.

Meski begitu, Arsha tetap kukuh meminta Kinan memakainya. Dengan rambut panjangnya yang tergerai, Arsha memasangkan jepit rambut mutiara di sisi rambut hitam Kinan.

“Cantik. Kamu selalu cantik, Ki.”

Arsha tak bohong. Bahkan di saat Kinan tak melakukan apa-apa, hanya terbaring saat Arsha memasangkan beanie hat karena rambut Kinan yang menipis, gadis itu tetap menjadi yang tercantik di mata Arsha.

“Sha,”

“Hm?”

“Aku cantik nggak?”

Arsha menatap lembut Kinan yang memandangnya dengan sorot berkaca. Dengan kondisinya yang sekarang, orang-orang mungkin akan memandang iba. Namun, tidak dengan Arsha yang tak berubah meski bisa dibilang Kinan tak lagi memiliki tenaga untuk tertawa.

“Cantik.”

“Bohong.”

“Kamu cantik, Ki.” Arsha tersenyum. Jemarinya mengusap sisi wajah Kinan yang tak lagi memiliki lemak gembil. “Selalu, kamu selalu cantik.”

Jujur saja, Arsha marah kala mengetahui kekasihnya jarang terlihat bahagia. Sinar ceria di wajahnya menghilang, binar di kedua matanya tak lagi ada. Arsha marah menyadari ia tak bisa melakukan apapun untuk mengembalikan Kinan yang dulu. Yang selalu menyambutnya pulang, memandangnya dengan binar bahagia, dan berbagi cerita tentang hari-hari yang terkadang membosankan.

Ia rindu dengan segala tentang Kinan, tapi melihat bahwa kekasihnya tak lagi menderita membuat Arsha mau tak mau ikhlas menghadapi kenyataan.

“Sha, kamu tahu bunga tulip?”

“Mm-hm, kenapa?”

“Tiap kamu bawain aku bunga, kamu tahu nggak kalau mereka punya makna?”

“Eng…nggak.” Arsha nyengir. “Aku cuma tahu kalau bunga mawar artinya cinta, jadi aku bawain aja bunga itu tiap minggu. Kamu…nggak suka ya?”

“Bukan gitu. Aku suka. Cuma, boleh nggak kalau suatu saat nanti aku minta dikasih bunga tulip merah?”

“Kenapa?”

“Kamu bakal tahu nanti.” Kinan tersenyum. “Tolong bawain itu ke rumahku nanti ya.”

Arsha tak tahu jika hal itu adalah permintaan terakhir Kinan sebelum pamit. Permintaan yang sederhana namun sulit bagi Arsha untuk mengabulkan, terlebih ketika ia menyadari Kinan telah meninggalkan pesan tentang makna bunga yang sama sekali tak Arsha sadari.

Sumber : Pinterest

Bunga tulip merah artinya cinta abadi. Dan Kinan memintanya datang ke florist langganan gadis itu untuk menerima surat yang ditinggalkan Kinan untuknya.

Sebuket tulip merah yang ternyata menjadi bunga kesukaan Kinan tanpa diketahui Arsha. Lambang sederhana dari cinta abadi yang Kinan bawa untuk Arsha.

Kinan, kekasihnya yang cantik.

Oleh : Alfina Winda C. (Koor Sastra)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 832
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa. Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir […]

  • Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 2.589
    • 0Komentar

    “Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh […]

  • Termotivasi Temannya, Setyo Sekar Sari Jadi Wisudawan Terbaik Universitas

    Termotivasi Temannya, Setyo Sekar Sari Jadi Wisudawan Terbaik Universitas

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setyo Sekar Sari mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat universitas pada Selasa (08/11/2022). Predikat cumlaude yang disandang berasal dari Indeks Prestasi Kumulatifnya yang sebesar 3,91. Setyo dinobatkan sebagai wisudawan terbaik ketika berlangsungnya acara wisuda periode November 2022 di Gedung Auditorium […]

  • Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 719
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semangat para mahasiswa baru (maba-red) UIN Walisongo Semarang seusai mengikuti serangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) belum padam. Pasalnya, agenda besar tahunan bagi maba yaitu Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) telah menanti mereka.  Jumat, (31/8/2018). Orsenik merupakan ajang perlombaan antarfakultas yang bertujuan untuk menggali minat dan bakat maba. Rencananya Orsenik akan […]

  • Barrier Gate Menuai Kemacetan

    Barrier Gate Menuai Kemacetan

    • calendar_month Sel, 26 Jun 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 680
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Penggunaan barrier gate di setiap pintu masuk utama UIN Walisongo akhirnya diberlakukan pada awal perkuliahan pascalibur lebaran. Siapapun yang keluar-masuk kampus menggunakan kendaraan wajib mengambil karcis untuk dapat melewati palang pintu otomatis. Selasa (26/7/18). Pemberlakuan sistem barrier gate ini menuai kontroversi. Pasalnya, hal tersebut mengakibatkan antrean mengular hingga ke jalan raya di hari pertama […]

  • Dekan FEBI Dapat Kejutan di Acara Penglepasan Wisuda

    Dekan FEBI Dapat Kejutan di Acara Penglepasan Wisuda

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 771
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Imam Yahya mendapat kejutan dari para calon wisudawan FEBI.  Senin, (26/8/2019). Saat sedang serius menyampaikan sambutan di depan 274 calon wisudawan, lampu Ballroom lantai 5 Haris Hotel yang merupakan tempat acara Penglepasan Wisudawan FEBI tiba-tiba redup. Meski lampu dalam keadaan temaram, Imam Yahya […]

expand_less