Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » FEBI Bentuk Dua Lembaga Baru

FEBI Bentuk Dua Lembaga Baru

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2015
  • visibility 369
  • comment 0 komentar

lpminvest.com Dalam ranah perekonomian masa kini, manusia dituntut untuk menjadi seorang ekonom yang cerdas dan kreatif, ekonom yang bukan hanya mengandalkan gaji dari pekerjaannya. Sebagai usaha untuk mewujudkan harapan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo menggagas dua lembaga baru yaitu Lembaga Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (LPK2) dan Lembaga Riset Ekonomi Islam (LREI). Kamis, (5/3/2015).

”Dimulai sedini mungkin. Agar kami dapat menularkan virus entrepreneur yang berwawasan luas kepada mahasiswa. Hidup itu tidak sekedar menjadi pegawai,” ujar Turmudhi selaku ketua LPK2. Kamis, (5/3/2015).

Dibentuknya LPK2 sendiri dilatarbelakangi oleh kegelisahan para Dosen FEBI dengan para alumni FEBI yang berorientasi sempit, hanya menjadi karyawan maupun pegawai lembaga keuangan saja. Akan lebih berharga jika para alumni bisa menjadi pelaku-pelaku ekonomi. Terutama menjadi pengusaha muslim yang sukses.

Seperti yang dikatakan oleh Turmudhi, bahwa membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan merupakan tanggungjawab Fakultas.

”Selain memiliki tujuan dari sudut pandang umum, LPK2 mempunyai tujuan yang dilihat dari sudut agama. FEBI menginginkan alumninya tidak melakukan korupsi, tama’, bahkan mencuri atau segala sesuatu yang bisa menjadikan ‘sampah’ di mata masyarakat dan tidak sesuai dengan ajaran agama.” Tutur Turmudhi ketika ditemui kru Invest.

”Ekonomi Islam mengutamakan kesejahteraan di dunia dan di Akhirat,” Tambahnya.

LPK2 berdiri pada tanggal 25 Agustus 2014 berdasarkan SK Dekan No. In 0606/KP. 07.6/1902/2014. LPK2 sedang dalam proses pengembangan agar bisa menjadi lembaga yang maju dan berhasil merealisasikan visi misinya. Lembaga ini memang belum banyak diketahui oleh mahasiswa FEBI. Namun Fakultas sudah menyusun perencanaan agar tujuan-tujuan LPK2 terwujud. Misalnya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan usaha seperti bazar agar mahasiswa bisa belajar marketting secara langsung.

Wacana LREI

Sementara itu, terkait dengan Lembaga Riset Ekonomi Islam FEBI, ternyata lembaga tersebut belum diresmikan dan masih menjadi wacana.

”Saya belum menerima SK dari pak Dekan, jadi saya belum berani memberikan komentar apapun. Namun LREI ini sudah kami rencanakan sejak lama,” Ujar Saifullah, salah satu penggagas LREI ketika diwawancarai kru Invest.

Pada dasarnya LREI dicetuskan tak lain untuk membangun nalar kritis mahasiswa FEBI, yang tidak hanya melakukan riset sebagai syarat kelulusan sarjana. (Uyun/Niswa­_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • USAI

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 338
    • 0Komentar

    USAI Oleh: Ummi Zahrotun Nadhiroh Hujan itu mulai reda, Tuan Layaknya perasaan kita yang mulai menghilang Layaknya kisah kita juga yang kian memudar Dan suara rintihan hujan yang tenang seakan telah membawamu pergi melanjutkan asa Kini di antara jiwa yang tak bisa lagi selaras Tangan yang tak bisa saling menggenggam Raga yang tak bisa saling […]

  • Mengaku Ingin Murtad, Salah Satu Netizen Hebohkan PBAK Daring

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 585
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tidak ada kesempatan bertatap muka, antusias mahasiswa baru (maba) tetap terjaga sampai hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Hal ini bisa disaksikan di kanal youtube DEMA UIN Walisongo maupun DEMA Fakultas masing-masing. Rabu, (9/9/2020). Tidak ada tata tertib perihal keaslian akun yang harus digunakan dalam mengikuti PBAK. “Terkait keharusan tidak ada, karena […]

  • Gus Muwafiq; Sikapi Perbedaan dengan Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 390
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (PERANTARA), mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, (14-15/9/2019), di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara ini diawali dengan suguhan penampilan tari Sigeh Pengunten oleh mahasiswa perantau asal Lampung untuk menyambut tamu undangan, salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Agan Maraka menyatakan tujuan acara ini ialah menjadikan […]

  • Aneh

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Oleh: Sahrul Amar Saksena Jalanan ramai Dua orang sibuk ke ujung Seluruh ruang menyempit Menghimpit andai-andai yang membesar  Jari dan asap rokok sibuk menandingi kealpaan suaramu Jendela membelah mata Kanan dan kiri Membelah kenyataan dan harapan Bahwa di tempat yang kecil dan luas ini Aku mendatangimu dan kau tidak menyerahkan dirimu Aku menolak pulang Pulang […]

  • Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 485
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Nur Fathoni Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengharapkan filantropi zakat dan wakaf tidak lagi hanya dikaitkan dengan kedermawanan dalam Islam saja. Menurutnya, filantropi zakat dan wakaf kini dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Mahasiswa (IPM). Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutan […]

  • Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  […]

expand_less
Exit mobile version