Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
  • visibility 411
  • comment 0 komentar
sumber: https://www.google.com/search?q=pesantren&clien

sumber: https://www.google.com/search?q=pesantren&clien

Usai Ujian Nasional SD, waktunya bagi saya untuk mencari sekolah baru ke jenjang pendidikan SMP. Setelah beberapa sekolah saya kunjungi, keputusan jatuh di Sekolah Negeri yang menurutku cukup bagus di daerah Bekasi. Setelah beberapa hari datanglah brosur Pondok Pesaantren dari salah satu teman saya. Akhirnya, orang tua memberikan usulan agar mondok saja. Sempat terpikir kala itu, ”kalau misalkan mondok, apa saja yang nantinya saya dapat?.

Tetapi, mungkin orang tua punya alasan kenapa memberi saran itu, mungkin saja mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi sesama. Dan akhirmya, keputusan saya bulat. Pondok sebagai jalan juang saya selanjutnya.

Mendengar kata Pondok Pesantren, pasti sudah tak asing lagi ditelinga kita. Sebuah tempat dimana kita menimba ilmu agama dan bagaimana cara mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Tentunya banyak teman banyak pengalaman dan cerita khususnya yang akan didapat. Itu pun terjadi padaku sewaktu mondok di Pandeglang.

Nama saya Ari Yuwono Saputro, biasa disapa Ari oleh teman-teman. Saya berasal dari Bekasi.

Pondok saya bernama Ibad Ar Rahman. Letaknya di Pandeglang, tepatnya di jalan Cikoromoy KM 01 Cimanuk Pandeglang Banten. Terbilang cukup jauh dari rumah, mungkin bisa memakan waktu tiga sampai empat jam untuk bisa sampai ke sini. Pondok ini dikelilingi bentangan sawah yang indah dan diapit dua gunung (gunung Karang dan gunung Pulosari) yang indah memanjakan mata, pemandangan yang selalu menawarkan keindahan di setiap mata yang memandang. Seperti inilah gambaran keadaan pondokku. Disini saya adalah santri angkatan pertama, jadi pondok saya ini masih baru, terlihat dari bangunanya yang masih bagus.

Awal saya mondok pada bulan Juli tahun 2010. Rasanya sedih campur senang. Sedih rasanya meninggalkan keluarga dan sanak saudara untuk menuntut ilmu. Ya mau bagaimana lagi, selain mengharap restu orang tua dan lagi pula usia saat itu menginjak 12 tahun, sudah sepatutnya pisah dengan orang tua. Senangnya karena dapat banyak teman baru di sini, ada yang dari Padang, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Ambon dan masih banyak lagi. Satu hal yang terpenting lagi adalah bisa  melanjutkan pendidikan dengan tanpa biaya, dari mulai asrama, sekolah, makan, dan fasilitas lain, semua ditanggung oleh donatur pondok.

Karena sudah berada di lingkungan pondok, para ustadz-lah yang menjadi pengganti orang tua kita. Apabila nantinya ada keperluan, baik menelpon orang tua, perizinan keluar atau apapun itu bisa langsung mendatangi ustadz yang ada. Biasanya sudah ada bagian-bagian yang mengurus segala keperluan santri, setiap kamarpun ada satu ustadz yang menemani sekaligus pembimbing kita.

Saya termasuk golongan dhuafa waktu itu, sebagian teman saya ada yang sama seperti saya ada pula yang yatim dan reguler. Semua kumpul jadi satu slayaknya satu keluarga. Tak pandang kaya atau miskin, semua sama. Alhamdulillah Khusus dhuafa dan yatim selain gratis, biaya kami dapat uang bulanan pula. Semua itu diberikan agar kami berjuang dan berhasil menjadi orang yang bermanfaat nantinya.

Kegitan-kegiatan di pondok sangat padat. Salah satunya halaqah quran. Dalam kegiatan ini kami membentuk lingkaran kecil berjumlah sekitar sepuluh orang. Untuk menghafal quran dan wajib menyetorkannya kepada pembimbing kami. Jumlah kami kurang lebih ada 120 orang, jadi dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok halaqah takhasus dan ada pula yang biasa. Tiap hari kami mengahafal ayat demi ayat halaman demi halaman. Kami terus berupaya agar kami bisa menjadi hafidz quran. Motto pondok kami adalah Al Quran In My Heart And Science In My Mind. Jadi kami disini dituntut menjadi penghafal dan berpengetahuan luas.

Selain kegiatan rutin halaqah quran. Kami juga sekolah seperti biasa. Ada beberapa kelas disini, dari mulai kelas VII A sampai dengan VII D. Pelajaran-pelajarannya pun beragam, ada pelajaran agama dan pengetahuan umum. kami lebih menyukai pelajaran TIK di lab komputer, karena banyak permainannya. Semua selalu tampak antusias dalam belajar sampai tidur di kelas saking semangatnya. Setiap hari kami sekolah dan liburnya di hari Jumat, karena ini pondok jadi berbeda dengan sekolah luar.

            Saya punya banyak teman di pondok, tetapi ada beberapa yang paling dekat. Salah satunya ada Ahmad Mundzir. dia salah satu teman dekat saya. Setiap perizininan keluar ia sering dengan saya. Orangnya pun selalu membantu ketika ada temannya yang sedang dalam masalah. Kami berdua saling kejar-kejaran prestasi di kelas, walau dalam hal Al Quran dia lebih jauh melangkah di depan saya.

Ada beberapa kejadian yang masih saya ingat sampai sekarang. Salah satunya ialah, anak santri biasanya kalau sudah tak betah atau lagi nakal-nakalnya, muncullah dalam benak mereka bagaimana caranya agar bisa kabur dari pondok. Mulai dari lompat pagar sampai izin keluar melebihi batas hanya untuk main Play Station dan warnet, bahkan ada juga yang sampai pulang ke rumah. Pada akhirnya kalau sudah ketahuan, rambut menjadi sasaran empuk bagi ustadz-ustadz yang menghukum.

Saat itu, usai pemberian kajian oleh salah satu ustadz. Ternyata ada banyak manfaat ketika kita dalam ruang lingkup pondok. Yang pertama, setidaknya kita terlatih untuk hidup mandiri, tak harus bergantung kepada orang tua. Yang kedua, kita di didik sebagai kader-kader masa depan yang kelak akan menjadi pemimpin yang benar. Dan yang ketiga, secara tak sadar kita punya keluarga baru.

Itulah yang membedakan antara anak santri dengan anak-anak luar lainnya. Mereka yang hanya belajar lalu pulang, mungkin akan sedikit mengetahui makna hidup. Tetapi kalau kita sudah pernah berada di pondok pesantren. Apapun pondoknya kita pasti akan lebih mengetahui arti hidup itu sendiri.

Singkat cerita, kami mengikuti ujian kelulusan atau yang biasa disebut ujian nasional tingkat SMP. Ini yang akan menentukan lulus atau tidaknya dari selama 3 tahun belajar. Hari-hari yang sudah terlewat tanpa tak meninggalkan kesan hari-hari yang tak akan pernah terlupakan dalam hidup.

Pondok Pesantren sudah menjadi bagian dari diri saya, sudah menjadi satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Banyak pelajaran berarti yang tidak akan pernah terlupakan. Mungkin benar apabila kita masih di pondok selalu mengeluh ingin pulang atau tak betah, Tapi nyatanya setelah keluar kitalah yang akan merindukan pondok, rindu akan suasana kebersamaan yang sulit digambarkan.

Inilah pondokku. Sebuah tempat yang sudah membentuk kepribadian dan tingkah laku saya menjadi seperti sekarang ini. Terima kasih semua yang sudah membimbing dan mendukung di setiap lika-liku hidup saya. Ustadz-ustadz yang tak pernah lelah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan keikhlasannya, semoga Allah balas jasa-jasamu dengan balasan yang setimpal.

Sekarang kami sudah besar, sudah waktunya bagi kami untuk melangkah lebih jauh lagi. Kami harap doa restumu, qgar kami tak tersesat di jalan yang salah. Semoga kami tumbuh menjadi orang-orang besar yang nantinya bisa menjadi pemimpin bangsa yang adil.

Sungguh, aku merindukan suasana saat itu, para kiai, para ustadz

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.844 Genwa Semarakkan PBAK UIN Walisongo

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 287
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Generasi Walisongo (Genwa) 2017 UIN Walisongo Semarang mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan tema besar “Meneguhkan Integritas Mahasiswa dalam Upaya Memperkokoh NKRI”. Bertempat di lapangan sepakbola Kampus III UIN Walisongo Semarang. Berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 tahun 2016, PBAK merupakan perubahan orientasi pengenalan akademik (OPAK) sebagaimana […]

  • Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 282
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pandemi virus corona yang mengguncang dunia tak kunjung berakhir. Di tengah pandemi ini HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk  Menganalisis Peluang Industri Halal di Tengah Pandemi. (Rabu, 16/09/2020). “Tema yang diangkat sangat tepat, persoalan tersebut berkaitan dengan Keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Apalagi sebagai seorang […]

  • Umroh Gratis dan Sepeda Jadi Hadiah Utama

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 334
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Penyelenggaraan jalan sehat yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dalam rangka perayaan hari lahir FEBI yang ke-9 menghadirkan berbagai doorprize menarik untuk para peserta jalan sehat pada jumat (9/12/2022) di Lapangan Febi UIN Walisongo Semarang. Peserta jalan sehat diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas academica dengan start dan finish di […]

  • Penguatan Ekonomi Pesantren Melalui Bank Wakaf Mikro

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 291
    • 0Komentar

        Salah satu problem mendasar yang dialami masyarakat sampai saat ini adalah persoalan kemiskinan. Kemiskinan dan ketimpangan sosial masih menjadi permasalahan krusial. Bahkan, di negara maju sekalipun tidak terlepas dari persoalan kemiskinan. Pemerintah Indonesia khususnya, saat ini masih terus berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka […]

  • Sang Alkemis

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Judul: Sang Alkemis Penulis: Paulo Coelho Penerjemah: Tanti Lesmana Tahun Terbit: April 2025 – Cetakan Kelima Puluh Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Halaman: 224 Halaman Genre: Fiksi Filosofis Judul Asli: The Alchemist Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho merupakan salah satu karya sastra yang banyak dibaca oleh berbagai generasi dan budaya. Novel ini membawakan tema pencarian […]

  • Hari Capucino Sedunia, Tora Bika Bagi-bagi Kopi Gratis

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 350
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kopi Tora Bika Capucino dalam memperingati hari capucino sedunia bagikan kopi gratis kepada mahasiswa UIN Walisongo. (26/11/2015). Banyak mahasiswa yang berbondong-bondong menuju ke audit 2 kampus 3 untuk menikmati kopi gratis yang telah disediakan oleh kopi tora bika capucino. “Bagi-bagi kopi gratis di UIN Walisongo ini dilakukan untuk memperingati hari capucino sedunia yang jatuh […]

expand_less
Exit mobile version