Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

Menyiapkan Masa Depan Lulusan Sarjana

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
  • visibility 552
  • comment 0 komentar
Alief Nurrohman Kru LPM Invest, Jurusan Ekonomi Islam 2017

Alief Nurrohman Kru LPM Invest, Jurusan Ekonomi Islam 2017

Jika sudah lulus kuliah, kamu harus bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding Bapak dan Ibuk.

Mungkin sepenggal ucapan tersebut pernah diterima oleh sebagian besar mahasiswa. Bahkan tak jarang menjadi motivasi yang terngiang sepanjang kurun waktu perkuliahan. Memang, mengenyam bangku perkuliahan merupakan tanggung jawab juga beban moral yang mendalam.

Tanggung jawab moral tersebut yang menjadikan lumrah, jika kadang terbesit keinginan untuk bisa mandiri secara finansial. Itung-itung latihan untuk masa depan dan tentunya meringankan beban orang tua mencari uang untuk kiriman. Terlebih sebagai mahasiswa dari jurusan ekonomi, harusnya sudah mulai menyelaraskan stereotip khalayak dengan pembuktian di masa mendatang.

Di Indonesia sendiri, tidak sedikit perguruan tinggi dengan jurusan ekonomi dan seperangkat disiplin ilmu yang serahim dengan ekonomi (ekonomi pembangunan, perbankan, akuntansi dsb). Namun pada kenyataannya juga tidak sedikit lulusan yang berakhir bukan pada orientasinya, mirisnya malah ke lini manapun tidak (pengangguran).

Belum lama pada Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Kondisinya menunjukkan bahwa angka pengangguran turun menjadi 5,01 persen atau berkurang 50 ribu jiwa selama satu tahun terakhir. Jadi dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2019 berjumlah 6,82 juta jiwa.

Meskipun demikian secara agregat angka pengangguran menurun, tapi jika dilihat dari tingkat pendidikannya malah justru lulusan diploma dan universitas yang makin banyak tidak bekerja. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang dirasa menyebabkan peningkatan pengangguran terdidik tersebut.

Pertama karena keterampilan tidak sesuai kebutuhan, kedua karena ekspektasi penghasilan dan status lebih tinggi, ketiga karena penyediaan lapangan kerja terbatas. Sedangkan jika melihat mereka yang berpendidikan rendah malah cenderung lebih menerima pekerjaan apapun, sehingga hal inilah yang menyebabkan kenapa angka pengangguran tertinggi diisi oleh mereka yang berpendidikan tinggi  dibanding yang berpendidikan rendah.

Mulai Berkarya Sejak Mahasiswa

Berbicara mengenai peluang, era disruption kini secara tidak langsung membuka akses ke lini manapun. Terlepas dari pengaruh negatifnya, peluang untuk berbisnis pun sangat besar. Bygrave (1994) menyatakan bahwa wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang mampu melihat peluang dan berusaha menciptakan cara untuk mendapatkan hasil dari peluang tersebut (Walipah, Nani, 2016).

Memang benar, jika para mahasiswa pascalulus sepatutnya tidak hanya berorientasi mencari kerja saja, melainkan juga harus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam hal ini, sedikit demi sedikit mencoba berwirausaha ialah hal yang paling tepat. Berjualan di kantin, membuka jasa preorder, kulakan (membeli barang dengan skala besar lalu dijual kembali), dan mungkin masih banyak lagi jenis usaha yang cocok bagi kalangan mahasiswa.

Banyak contoh orang yang sukses di usia muda, dan yang lebih keren, mereka membuka pekerjaan bagi orang yang lebih tua darinya. Kondisi tersebut bukan semata-mata didapat secara instan dan tidak membutuhkan waktu yang lama, melainkan buah dari jatuh bangunnya usaha, menahan lapar karena tidak balik modal, hingga cibiran yang sudah seperti sarapan.

Ada beberapa tokoh inspiratif terkait wirausaha, mengutip dari liputan6.com, orang yang sukses di usia muda, diantaranya yaitu: Nadiem Makarim (CEO GoJek), Ahmad Zaky (CEO Bukalapak), Ferry Unardi (CEO Traveloka) dan masih banyak lagi. Dengan ini teman-teman mahasiswa seharusnya bisa termotivasi agar terus berkarya dan berusaha agar mandiri secara finansial.

Sederhananya, mulailah dan jangan hiraukan orang lain berpendapat apa tentang usahamu. Jika boleh mengutip quotes dari CEO Bukalapak, “Jangan terlalu lama menunggu waktu dan terbuang sia-sia untuk mencari inspirasi. Mulailah, inspirasi akan datang kepadamu”.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Metopen Kuantitatif dengan SPSS LPM Invest; Libas Tuntas Skripsi

    Pelatihan Metopen Kuantitatif dengan SPSS LPM Invest; Libas Tuntas Skripsi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 843
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu, (19/3/2022) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo gelar Pelatihan Metopen Kuantitatif dengan SPSS. “Libas Tuntas Skripsi” dilaksanakan di Gedung G, Ruang G4-G5 area FEBI UIN Walisongo. Mendatangkan narasumber yang expert di bidangnya, acara pelatihan diramaikan oleh para mahasiswa sebagai upaya persiapan untuk tugas akhir skripsi nanti. […]

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 603
    • 0Komentar

    “Om, kapan-kapan main lagi yuk.” “Kalau Om sedih ke halaman aja, tiap sore kita main di sana.” “Kita pulang dulu ya, Om.” Aku melambai ringan membalas tiga anak yang sekarang berpamitan itu. Raut bahagia tercetak jelas di wajah mereka, bahkan menular sesaat padaku. Ternyata mereka tinggal di lantai yang berbeda, untuk itu aku membiarkan ketiga […]

  • Indonesia Development Forum 2022: 4 Strategi Pertumbuhan di Masa Depan

    Indonesia Development Forum 2022: 4 Strategi Pertumbuhan di Masa Depan

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Indonesia Development Forum (IDF) merupakan forum berskala Internasional ang dihadiri para petinggi luar Negeri dan turut mengundang pemerintah Indonesia dimana pembahasan utamanya adalah tentang pembangunan. Pada tahun 2022, forum IDF diadakan di Bali, Indonesia pada tanggal 21-22 November yang lalu dengan usungan tema The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigma for Indonesia’s Economic Transformation”. Pembahasan […]

  • 1,2 Juta Pekerja Dirumahkan; Program Kartu Prakerja Jadi Solutif

    1,2 Juta Pekerja Dirumahkan; Program Kartu Prakerja Jadi Solutif

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Social distancing adalah langkah jitu yang harus ditempuh, dengan catatan bahwa semua pihak harus terlibat dalam pemberian subsidi kebutuhan primer masyarakat, terkhusus untuk perantau. Contoh bentuk tanggung jawab lembaga yang bisa kita rasakan di lingkup UIN Walisongo Semarang yaitu masing-masing fakultas mendata mahasiswa yang masih berada di lingkup Ngaliyan Semarang serta diberikan subsidi. Bukan hanya […]

  • Begini Persiapan Wisudawan untuk Momen Wisuda

    Begini Persiapan Wisudawan untuk Momen Wisuda

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 676
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sabtu, (8/06/2024) hari yang paling dinanti-nanti bagi wisudawan/wisudawati Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Pasalnya, pada hari itu tentunya jadi agenda penting bagi wisudawan/wisudawati. Berbicara mengenai budget wisuda, tentunya wisudawan/wisudawati berbeda. Bagi wisudawati, pilihan kebaya dan songket tentu merupakan hal yang sangat diutamakan. Selain itu, make up yang digunakan juga sangat diperhatikan. Mereka tentu […]

  • Menelisik Sisi Positif dari Game Online

    Menelisik Sisi Positif dari Game Online

    • calendar_month Sen, 12 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Dilihat dalam beberapa tahun belakangan, industri e–sport berkembang sangat pesat. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Konsep game online sendiri adalah menjadikan permainan yang dimainkan untuk menuju ke ranah profesional. Hal ini memberikan pengaruh cukup besar bagi masyarakat khususnya kaum muda milenial. […]

expand_less