Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Surat yang Berlayar di Selokan

Surat yang Berlayar di Selokan

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 799
  • comment 0 komentar

Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan.

Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih satu satunya orang yang kupercayai di dunia ini, ia sedang menambal ban sepeda tuanya. Tangannya cemong oleh pelumas hitam. Sesekali ia meniup telapak tangannya sendiri untuk mengusir dingin.

“Mas” panggilku, setengah berteriak agar suaraku tidak kalah oleh hujan. “Syahid itu huruf belakangnya ‘d’ atau ‘t’?”

Mendengar pertanyaan ku gerakan tangan Mas Galih lansung terhenti. Kunci inggris di tangannya bergemerincing pelan saat diletakkan ke lantai semen. Ia menoleh perlahan menatapku dengan sorot mata yang sulit kuartikan.

“Pakai ‘d’ Dek,” jawabnya pelan. Suaranya serak. “Memangnya kamu sedang nulis apa?”

“Surat untuk Ibu” jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari kertas. Aku merangkai huruf demi huruf dengan hati-hati. “Aku mau cerita ke Ibu kalau aku sudah mengerti kata-kata sulit yang sering muncul di berita radio.”

Mas Galih menghela napas panjang. Ia bangkit mengelap tangannya dengan kain lap lusuh lalu duduk di sebelahku. Bau karat dan keringat menguar dari tubuhnya.

“Sini, Mas lihat.”

Aku menggeser bukuku. Di sana tertulis kalimat dengan huruf-huruf besar yang sedikit berantakan: IBU, KATA MAS GALIH AYAH SUDAH SYAHID DI PERBATASAN. IBU KAPAN PULANG DARI KANTOR REZIM?

Dulu, aku mengira ‘rezim’ adalah nama sebuah perusahaan tempat orang-orang bekerja lembur. Sampai suatu subuh sebulan setelah seragam tentara Ayah dikembalikan ke rumah dalam keadaan robek dan bersimbah darah kering sebuah jip hitam tanpa pelat nomor berhenti di depan gang kami.

Orang-orang berjaket kulit mendobrak masuk. Mereka membentak dan menyeret Ibu karena Ibu terus-terusan mencetak selebaran protes menuntut keadilan atas pasukan Ayah yang sengaja dikorbankan di garis depan demi kepentingan politik elite ibukota. Ibu tidak menangis saat diikat. Ia hanya menatap Mas Galih tajam dan berbisik, “Jangan pernah berhenti bersuara, tapi jaga adikmu.”

Mas Galih menatap tulisanku cukup lama dengan raut wajahnya berubah sendu, kelopak matanya sembab menahan genangan air yang tak kunjung tumpah. Hujan di luar semakin deras tapi di dalam petak sempit ini waktu terasa berhenti sejenak. Kudengar helaan napasnya bergetar. Tangannya yang kasar terulur mengusap puncak kepalaku dengan lembut.

“Tulisannya rapi sekali,” pujinya memaksakan sebuah senyum lengkung yang tidak mencapai matanya. Ujung matanya terlihat berair. “Ibu pasti bangga membacanya.”

“Nanti kita kirim lewat Pak Pos ya, Mas? Biar Ibu tahu aku pintar, terus Ibu diizinkan pulang.”

Mas Galih terdiam. Ia menatap tetesan air hujan yang jatuh ke dalam ember plastik berulang-ulang. Lalu ia merobek kelopak kertas dari bukuku dengan sangat hati-hati.

“Pak Pos tidak tahu alamat Ibu yang sekarang Dek,” ucapnya lirih. Jemarinya yang cemong mulai melipat kertas suratku mempertemukan ujung-ujungnya hingga membentuk sebuah perahu kertas kecil.

“Terus, suratnya dikirim pakai apa?” tanyaku kecewa.

“Pakai ini.” Mas Galih meletakkan perahu kertas itu ke telapak tanganku. “Nanti kalau hujannya reda, kita taruh perahu ini di selokan depan. Air selokan akan mengalir ke sungai dan sungai akan mengalir ke laut yang luas. Nanti perahu ini akan sampai ke tempat Ibu.”

Aku mengangguk setuju tersenyum lebar sambil memeluk perahu kertas itu erat-erat di dadaku. Mas Galih memalingkan wajahnya ke arah tembok basah menyembunyikan isak tangis yang akhirnya pecah terbawa suara derasnya hujan.

Sore itu aku belajar menunggu reda, berharap air bah akan membawa rinduku berlayar tanpa tahu bahwa beberapa surat memang tidak pernah ditakdirkan untuk tiba.

[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbebani UKT, Mahasiswa Baru Menyatakan Sikap Penolakan   

    Terbebani UKT, Mahasiswa Baru Menyatakan Sikap Penolakan  

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 660
    • 0Komentar

      lpminvest.com- Hari kedua Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN Walisongo Semarang diakhiri dengan mahasiswa baru membuat formasi yang bertuliskan “UKT MAHAL” di samping gedung Auditorium I kampus I UIN Walisongo. Formasi ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dari pihak mahasiswa baru yang berkeinginan untuk menolak UKT yang dinilai terlalu tinggi. Rabu, (24/08/16). Formasi ini dibentuk untuk memfasilitasi […]

  • Satu-satunya delegasi FPK, Muna Mampu Raih Juara

    Satu-satunya delegasi FPK, Muna Mampu Raih Juara

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 704
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lana Yusriatul Muna, gadis bersuara emas asal Semarang berhasil meraih juara satu cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) di hari terakhir Orsenik 2019. Jum’at, (20/9/2019). Dengan nilai 98 ia berhasil mengalahkan 14 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Uniknya, delegasi dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) ini menjelaskan bahwa ia adalah delegasi […]

  • Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 643
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dalam rangka meramaikan Dies Natalise UIN Walisongo Semarang ke-49, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar Stadium General bertajuk “Menyiapkan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0”. Kamis, (14/03/2018). Stadium general tersebut menghadirkan narasumber Suharnomo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang. Dalam kesempatan itu, Suharmono menyatakan bahwa […]

  • Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

    Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 909
    • 0Komentar

    Maraknya kabar impor beras yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada awal tahun 2018, tentu banyak menimbulkan berbagai perspektif. Pemerintah menilai akhir-akhir ini terjadi lonjakan harga beras di pasaran. Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi detik.com per tanggal 4 Desember 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis harga beras bulan November 2017. Harga beras […]

  • Di Pelantikan Ormawa FEBI 2020, Saifullah Haturkan Tips Pertahankan Kader

    Di Pelantikan Ormawa FEBI 2020, Saifullah Haturkan Tips Pertahankan Kader

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 813
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, 13/2/2020 usai dilaksanakan pelantikan Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang Periode 2020. Kegiatan berlangsung di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo dengan tujuan untuk meresmikan kepengurusan organisasi mahasiswa (ormawa) FEBI. Di momen yang hanya bisa dijumpai satu tahun sekali ini, membuat Saifullah Dekan FEBI UIN Walisongo memberikan wejangan […]

  • Kapolri Listyo Sigit Narasumberi Stadium General Peringatan Sumpah Pemuda UIN Walisongo

    Kapolri Listyo Sigit Narasumberi Stadium General Peringatan Sumpah Pemuda UIN Walisongo

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 730
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober tiap tahunnya. UIN Walisongo Semarang turut memperingatinya dengan mengadakan Stadium General yang diisi oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (KAPOLRI) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Usungan tema yang diangkat yakni “Pemuda dan Dinamika Kebangsaan” dengan tagline ‘Memaknai Peringatan Sumpah Pemuda sebagai Momentum Konsolidasi Kebangsaan’. Kegiatan bertempat […]

expand_less