Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 937
  • comment 0 komentar

Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  bukanlah langkah berani dalam pengelolaan keuangan negara melainkan tindakan ceroboh yang dapat menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.

Mengapa saya berpendapat demikian? Mari kita lihat faktanya.

Pertama, kelas menengah adalah motor utama konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jumlah kelas menengah menyusut sementara kelompok “menuju kelas menengah”  membengkak. Artinya banyak orang yang dulunya mapan kini turun kasta. Mereka bukan orang miskin yang mendapat bansos tetapi mereka juga bukan konglomerat yang menikmati Tax Holiday (pembebasan pajak). Mereka adalah kelompok yang menanggung beban hidup sendirian.

Kedua, kebijakan fiskal kita belakangan ini terasa tidak peka terhadap realitas ini. Kenaikan PPN menjadi 12% (jika diterapkan atau sedang berjalan) ditambah dengan wacana iuran-iuran baru (seperti Tapera atau asuransi wajib) merupakan pukulan telak. Logikanya sederhana ketika pendapatan yang bisa dibelanjakan  tergerus oleh pajak dan inflasi harga pangan masyarakat akan menahan belanja.

Contoh nyatanya sudah terlihat di depan mata. Lihatlah sepinya pusat perbelanjaan di kota-kota besar atau fenomena “makan tabungan” (mantab) yang tercermin dari penurunan rasio tabungan masyarakat di perbankan. Ketika kelas menengah berhenti belanja kopi, berhenti membeli baju baru, atau menunda ganti kendaraan, dampaknya langsung menghantam sektor riil. UMKM kehilangan pelanggan, pabrik mengurangi produksi, dan ujung-ujungnya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini adalah lingkaran setan yang diciptakan oleh kebijakan yang terlalu fokus pada angka penerimaan negara tetapi lupa pada subjek pembayar pajaknya.

Tentu saya memahami bahwa negara butuh dana untuk pembangunan dan membayar utang. Argumen pemerintah bahwa “pajak adalah gotong royong” memiliki dasar yang valid. Pembangunan infrastruktur dan hilirisasi memang membutuhkan biaya besar. Namun memeras spons yang sudah kering tidak akan menghasilkan air. Memaksakan pungutan tinggi di saat ekonomi lesu justru kontraproduktif karena akan mematikan daya beli yang menjadi basis penerimaan pajak itu sendiri.

Oleh karena itu pemerintah harus mengubah haluan. Solusinya bukan dengan menambah beban melainkan memberikan insentif. Pertama tunda atau batalkan kenaikan tarif PPN dan pajak konsumsi lainnya sampai indikator daya beli membaik secara signifikan. Kedua fokuskan anggaran pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak, karena sektor informal yang mendominasi saat ini tidak memberikan kepastian pendapatan. Ketiga kendalikan harga pangan dengan serius karena inilah pengeluaran terbesar masyarakat.

[Pengurus Invest Periode 25/26]

  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKK dan Kader Desa Kecila Bersama Mahasiswa KKN Beri Bantuan ke Korban Bencana Alam

    PKK dan Kader Desa Kecila Bersama Mahasiswa KKN Beri Bantuan ke Korban Bencana Alam

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 813
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 kelompok 122 dirangkul oleh Kader dan PKK Desa Kecila. Mereka bersama-sama memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di wilayah RW 2 desa tersebut. Kegiatan berlangsung pada Rabu (04/11/2020). Bencana banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten […]

  • EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 874
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ-EI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan aksi pembagian donasi, berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada warga di sekitar pelataran jalan. Jumat, (31/03/2017). EI Donation (gerakan rumah amal) adalah program gerakan sedekah yang digalang oleh HMJ Ekonomi Islam setiap satu minggu sekali. Punbegitu, merupakan realisasi salah satu program kerja kepengurusan. Pasalnya, […]

  • Ingat Pesan Ayah, Waliawati Raih IPK Tertinggi Tingkat Universitas

    Ingat Pesan Ayah, Waliawati Raih IPK Tertinggi Tingkat Universitas

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 862
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Waliawati mahasiswa jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 berhasil sandang wisudawan terbaik UIN Walisongo. Wisuda ke-76 periode November 2019 ini berlangsung di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Rabu,(20/11/2019). “Gak nyangka sama sekali bakal menjadi wisudawan terbaik. Bahkan saya mengetahui kabar tersebut setelah gladi resik […]

  • <strong>5 Inovasi Fitur Impian yang Bisa Diterapkan pada </strong><strong>M-Banking Bank Syariah</strong>

    5 Inovasi Fitur Impian yang Bisa Diterapkan pada M-Banking Bank Syariah

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    Dalam transformasi keuangan modern, M-Banking Bank Syariah telah menjadi tonggak penting dalam maemahami kebutuhan finansial masyarakat. M-Banking, atau mobile banking, adalah sebuah terobosan revolusioner yang memungkinkan nasabah untuk mengelola keuangan mereka di ujung jari, sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan syariah. Saat ini, hampir seluruh nasabah bank mengandalkan aplikasi keuangan ini untuk menjalankan berbagai transaksi, menjadikan kegiatan […]

  • Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 753
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Peresmian pembukaan OPAK yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr. Muhibbin menuai antusias mahasiswa baru, selasa (23/8/16). Pelepasan balon dilakukan tepat setelah Rektor UIN Walisongo menabuh gong kebesaran UIN Walisongo sebanayak sembilan kali. Prof Muhibbin mengatakan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan OPAK bahwa sembilan kali penabuhan […]

  • Menjadi Mahasiswa Bidikmisi, Memotivasi Jamalul Lail untuk Lulus Tepat Waktu

    Menjadi Mahasiswa Bidikmisi, Memotivasi Jamalul Lail untuk Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 975
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Sidang Senat Terbuka Wisuda Doktor (S-3) ke-32, Magister (S-2) ke-56, Sarjana (S-1) ke-89, dan Diploma (D-3) ke-34 telah diselenggarakan di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Rabu (23/8/2023). Wisuda kali ini, meluluskan sebanyak 1.807 wisudawan yang terbagi menjadi 2 sesi. Moh. Jamalul Lail, Seorang mahasiswa jurusan Ilmu Al […]

expand_less