Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2014
  • visibility 736
  • comment 0 komentar

Indonesia mempunyai potensi dan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah sektor pertanian yang mendominasi dan tersebar seantero pelosok negeri. Kondisi geologi yang cukup baik untuk cocok tanam menjadi faktor pendukung dalam sistem pertanian.  Pertanian menjadi sandaran hidup dari para petani indonesia.

Sektor pertanian memang sudah seyogyanya dipertahankan dan dikembangkan dalam hal kualitas maupun teknis bercocok tanam. Namun yang terjadi hari ini adalah, banyak petani yang masih mempunyai paradigma tradisional. Artinya, mereka masih mempertahankan cara-cara lama dalam bertani tanpa adanya perkembangan.

Pada era globalisasi seperti ini, kita dipaksa untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Apabila tidak, maka kita akan tergerus dalam persaingan global yang melibatkan dari lintas negara. Tidak terkecuali dengan pertanian, petani dituntut untuk dapat bersaing dalam menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas.

Seiring maraknya produk impor yang bebas masuk dalam negeri semakin memperparah kondisi hasil pertanian dalam negeri. Pemerintah menganggap bahwa hasil produk dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan negeri sehingga perlu adanya import dari luar negeri. Apalagi saat ini kita akan dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana barang manapun bebas masuk di Indonesia. Sehingga cepat atau lambat produk dalam negeri akan kalah saing dengan produk import.

Pembiaran produk import yang tidak dibatasi, mengakibatkan produk import akan mendominasi permintaan dalam negeri. Mengingat bahwa produk import jauh lebih murah dan cantik, begitulah asumsi masyarakat saat ini. Ketika realitanya demikian, apabila pemerintah juga tidak melakukan penyuluhan tentang peningkatan mutu pertanian dan memodernisasikan sistem pertanian yang ada di Indonesia. Akibatnya, produk lokal akan terpuruk dan kalah saing. Maka hal tersebut secara perlahan akan mematikan ekonomi masyarakat yang berlatarbelakang petani. Kita tak ubahnya tikus yang  mati dilumbung padi.

Upaya pemerintah tentu saja membutuhkan peranan masyarakat dalam mendukung eksistensi petani lokal. Pola masyarakat yang hedonis dan gengsi menjadi faktor penghambat eksistensi produk lokal yang ada dalam negeri. Cenderung menyukai produk impor menjadi ancaman bagi petani. Misalkan saja buah-buahan, banyak buah impor yang lalu lalang dalam pasar maupun supermarket di Indonesia. Buah lokal kalah saing karena harga lebih mahal ketimbang buah import. Selain itu dalam segi packaging buah impor lebih indah daripada buah lokal. Hal ini yang menyebabkan mengapa buah import banyak digemari oleh masyarakat.

penting dari harga maupun penampilan adalah kualitas buah. Buah lokal memang tidak menarik untuk dilihat, namun buah lokal memiliki keunggulan yang jauh lebih baik dari buah lokal. Buah lokal adalah buah segar dan tidak banyak pengawet. Sedangkan buah import adalah buah yang sudah didiamkan dalam kardus selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Kita dapat membayangkan sendiri kesegaran dan kualitas dari buah import tersebut.

Sebagai masyarakat yang sadar akan keadaan bangsa yang sedang dalam kegalauan karena banyak bencana, baik bencana alam maupun kondisi Negara yang terjangkiti dengan kanker korupsi tingkat akut. Persoalan yang dianggap sepele ini tidak dapat diindahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita membeli produk-produk lokal, maka kita akan membantu dalam perekonomian dalam negeri. Sehingga negara ini tidak menjadi negara konsumtif yang dimanfaatkan oleh negara lain.

*Dziyaul Lami’_Mahasiswi Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisingo Semarang

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simak Persiapan Paper Mob Univesitas

    Simak Persiapan Paper Mob Univesitas

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 742
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Paper Mob Universitas dilaksanakan di Lapangan Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dihari Pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada hari Jumat (14/8/2023). Paper Mob ini mengangkat tema agraria dan kemanusiaan, peduli lingkungan untuk kemanusian. Dibalik suksesnya kegiatan paper mob ada panita yang sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Persiapan yang dilakukan […]

  • Wisuda Makin Asyik dengan Pesembahan Gamelan dan Sinden

    Wisuda Makin Asyik dengan Pesembahan Gamelan dan Sinden

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 991
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan wisuda periode Agustus kepada Sarjana (S1) yang ke-93, Magister (S2) yang ke-60, dan Doctor (S3) yang ke–36 pada Rabu, (21/08/2024) di gedung Auditorium II kampus 3. Para wisudawan saat memasuki auditorium II diiringi dengan hadrah. Acara ini diselenggarakan dengan meriah disertai dengan penampilan gamelan serta sinden […]

  • Tim Kreatif Ungkap Perihal Tujuan Dibalik Tarian Pompom

    Tim Kreatif Ungkap Perihal Tujuan Dibalik Tarian Pompom

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 617
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo menjadikan Flash MOB Color Fun sebagai salah satu rangkaian acara penutupan Pengenalan Budaya dan Kemahasiswaan (PBAK) 2018 kali ini. Acara tersebut diawali dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan melakukan tarian pompom serentak diiringi musik jingle PBAK. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengimplementasikan jargon PBAK 2018 yaitu “Cerdas dan Berkarya”. […]

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 610
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • Suparman Dorong Mahasiswa Baru Kuasai Dua Bahasa Utama Dunia

    Suparman Dorong Mahasiswa Baru Kuasai Dua Bahasa Utama Dunia

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 658
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar kegiatan pembukaan Pengenalan Budaya, Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat UIN Walisongo Semarang tahun 2018 di Audit 1 Lantai 1 Kampus I UIN Walisongo Semarang. Senin, (27/8/2018). Mengusung tema “Spirit Kesatuan Ilmu Pengetahuan Membentuk Karakter Bangsa yang Beradab” diharapkan mampu membangkitkan semangat belajar 514 mahasiswa baru FEBI yang […]

  • Mahasiswi FEBI Sabet Juara di Jambore Ekonomi Syariah Internasional

    Mahasiswi FEBI Sabet Juara di Jambore Ekonomi Syariah Internasional

    • calendar_month Sab, 29 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 687
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dina Rosyida, mahasiswi semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI-red) UIN Walisongo Semarang berhasil membawa pulang trofi dalam kompetisi Jambore Ekonomi Syariah (JES) Internasional di Banten. Sabtu (29/9/2018). Dina, sapaan akrabnya, berhasil menyabet juara dua lomba Karya Cipta Puisi dalam JES-Internasional yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Muhammad Hasanuddin  Banten. Tidak hanya berhasil mengalahkan […]

expand_less