Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2014
  • visibility 871
  • comment 0 komentar

Indonesia mempunyai potensi dan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah sektor pertanian yang mendominasi dan tersebar seantero pelosok negeri. Kondisi geologi yang cukup baik untuk cocok tanam menjadi faktor pendukung dalam sistem pertanian.  Pertanian menjadi sandaran hidup dari para petani indonesia.

Sektor pertanian memang sudah seyogyanya dipertahankan dan dikembangkan dalam hal kualitas maupun teknis bercocok tanam. Namun yang terjadi hari ini adalah, banyak petani yang masih mempunyai paradigma tradisional. Artinya, mereka masih mempertahankan cara-cara lama dalam bertani tanpa adanya perkembangan.

Pada era globalisasi seperti ini, kita dipaksa untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Apabila tidak, maka kita akan tergerus dalam persaingan global yang melibatkan dari lintas negara. Tidak terkecuali dengan pertanian, petani dituntut untuk dapat bersaing dalam menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas.

Seiring maraknya produk impor yang bebas masuk dalam negeri semakin memperparah kondisi hasil pertanian dalam negeri. Pemerintah menganggap bahwa hasil produk dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan negeri sehingga perlu adanya import dari luar negeri. Apalagi saat ini kita akan dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana barang manapun bebas masuk di Indonesia. Sehingga cepat atau lambat produk dalam negeri akan kalah saing dengan produk import.

Pembiaran produk import yang tidak dibatasi, mengakibatkan produk import akan mendominasi permintaan dalam negeri. Mengingat bahwa produk import jauh lebih murah dan cantik, begitulah asumsi masyarakat saat ini. Ketika realitanya demikian, apabila pemerintah juga tidak melakukan penyuluhan tentang peningkatan mutu pertanian dan memodernisasikan sistem pertanian yang ada di Indonesia. Akibatnya, produk lokal akan terpuruk dan kalah saing. Maka hal tersebut secara perlahan akan mematikan ekonomi masyarakat yang berlatarbelakang petani. Kita tak ubahnya tikus yang  mati dilumbung padi.

Upaya pemerintah tentu saja membutuhkan peranan masyarakat dalam mendukung eksistensi petani lokal. Pola masyarakat yang hedonis dan gengsi menjadi faktor penghambat eksistensi produk lokal yang ada dalam negeri. Cenderung menyukai produk impor menjadi ancaman bagi petani. Misalkan saja buah-buahan, banyak buah impor yang lalu lalang dalam pasar maupun supermarket di Indonesia. Buah lokal kalah saing karena harga lebih mahal ketimbang buah import. Selain itu dalam segi packaging buah impor lebih indah daripada buah lokal. Hal ini yang menyebabkan mengapa buah import banyak digemari oleh masyarakat.

penting dari harga maupun penampilan adalah kualitas buah. Buah lokal memang tidak menarik untuk dilihat, namun buah lokal memiliki keunggulan yang jauh lebih baik dari buah lokal. Buah lokal adalah buah segar dan tidak banyak pengawet. Sedangkan buah import adalah buah yang sudah didiamkan dalam kardus selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Kita dapat membayangkan sendiri kesegaran dan kualitas dari buah import tersebut.

Sebagai masyarakat yang sadar akan keadaan bangsa yang sedang dalam kegalauan karena banyak bencana, baik bencana alam maupun kondisi Negara yang terjangkiti dengan kanker korupsi tingkat akut. Persoalan yang dianggap sepele ini tidak dapat diindahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita membeli produk-produk lokal, maka kita akan membantu dalam perekonomian dalam negeri. Sehingga negara ini tidak menjadi negara konsumtif yang dimanfaatkan oleh negara lain.

*Dziyaul Lami’_Mahasiswi Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisingo Semarang

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Songsong Internasionalisasi Kampus, FEBI Kirim Dosen Ke Pare

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 794
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Demi mencapai visi misi UIN Walisongo terkait internasionalisasi kampus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bekali dosen dan tenaga kependidikan pelatihan bahasa Inggris di Pare, Kediri. Minggu, (8/9/2019). Diikuti oleh 11 dosen dan tenaga kependidikan, pelatihan ini merupakan angkatan kedua yang akan dilaksanakan selama satu pekan sejak Minggu, (8/9) hingga Sabtu, (14/9). “Pelatihan ini […]

  • PENGANTIN

    • calendar_month Jum, 16 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Kau sunting mesra ayat jihad Dengan lagu logika sesaat Dengan senyum manis Julang anganmu berpeluk bidadari sintal Mencuat payudara legit berlapis   Tepuk sorak Iblis Picukan segera pertemuan princess Segeralah kau mati sebab kunci bidadari di sini Membuka hati dan peluk pelangi mimpi surgawi Ayat jihadmu telah dikufurkan nafsumu merangkum kematian Massif dirimu dan manusia […]

  • Ajang Bergengsi Duta FEBI Warnai Acara HUT FEBI ke-8

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 822
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara peringatan hari lahir yang ke-8 dengan tajuk “FEBI Sewindu” pada Jumat, (17/12/2021). Salah satu kegiatan di dalamnya adalah pemilihan Duta FEBI yang bertujuan untuk memilih perwakilan Putra-Putri terbaik FEBI agar bisa mengenalkan FEBI di lingkungan masyarakat. Ajang ini mengusung tema “Menjadikan FEBI sebagai Garda […]

  • Ajarkan Teknologi Pada Masyarakat Dusun Watulawang, KKN MP Nawasena adakan pelatihan IPTEK

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 705
    • 0Komentar

    lpminvest.com– KKN MP (Kuliah Kerja Nyata Mandiri Pengakuan) Nawasena adakan kegiatan pelatihan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) di Dusun Watulawang, Desa Kedungboto, Kec. Limbangan, Kab. Kendal. Acara tersebut dibagi dalam 2 sesi yaitu  sesi pertama pada hari Kamis, 18 Juli 2024 dan sesi 2 pada  Jum’at, 19 Juli 2024. Sesi pertama diikuti oleh siswa SD […]

  • Cabor Catur Beri Dua Medali Pertama untuk FEBI

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 874
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) 2018, cabang olahraga (cabor) catur memberi hadiah untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan berhasil mengantongi dua medali sekaligus. Jumat, (21/9/18). Ialah Tyas Cahya Paningrum, atlit cabor catur putri yang berhasil menggondol medali emas pertama untuk FEBI setelah menundukan lawan-lawannya dengan mudah. […]

  • Febiversary Tanpa Uang Negara, Mahasiswa Pun Gembira

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 725
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan jalan sehat untuk merayakan hari ulang tahun FEBI ke-9 dengan slogan “Getting Better and Contribute More”. Kegiatan ini dilaksanakan pada jumat (9/12/22) di lapangan FEBI dengan dihadiri oleh sejumlah Dekan, civitas akademik, dan mahasiswa FEBI. Pembukaan dilakukan di depan gedung M dengan sambutan langsung […]

expand_less
Exit mobile version