Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

Pembeli Cerdas Utamakan Produk Lokal*

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2014
  • visibility 648
  • comment 0 komentar

Indonesia mempunyai potensi dan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah sektor pertanian yang mendominasi dan tersebar seantero pelosok negeri. Kondisi geologi yang cukup baik untuk cocok tanam menjadi faktor pendukung dalam sistem pertanian.  Pertanian menjadi sandaran hidup dari para petani indonesia.

Sektor pertanian memang sudah seyogyanya dipertahankan dan dikembangkan dalam hal kualitas maupun teknis bercocok tanam. Namun yang terjadi hari ini adalah, banyak petani yang masih mempunyai paradigma tradisional. Artinya, mereka masih mempertahankan cara-cara lama dalam bertani tanpa adanya perkembangan.

Pada era globalisasi seperti ini, kita dipaksa untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Apabila tidak, maka kita akan tergerus dalam persaingan global yang melibatkan dari lintas negara. Tidak terkecuali dengan pertanian, petani dituntut untuk dapat bersaing dalam menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas.

Seiring maraknya produk impor yang bebas masuk dalam negeri semakin memperparah kondisi hasil pertanian dalam negeri. Pemerintah menganggap bahwa hasil produk dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan negeri sehingga perlu adanya import dari luar negeri. Apalagi saat ini kita akan dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana barang manapun bebas masuk di Indonesia. Sehingga cepat atau lambat produk dalam negeri akan kalah saing dengan produk import.

Pembiaran produk import yang tidak dibatasi, mengakibatkan produk import akan mendominasi permintaan dalam negeri. Mengingat bahwa produk import jauh lebih murah dan cantik, begitulah asumsi masyarakat saat ini. Ketika realitanya demikian, apabila pemerintah juga tidak melakukan penyuluhan tentang peningkatan mutu pertanian dan memodernisasikan sistem pertanian yang ada di Indonesia. Akibatnya, produk lokal akan terpuruk dan kalah saing. Maka hal tersebut secara perlahan akan mematikan ekonomi masyarakat yang berlatarbelakang petani. Kita tak ubahnya tikus yang  mati dilumbung padi.

Upaya pemerintah tentu saja membutuhkan peranan masyarakat dalam mendukung eksistensi petani lokal. Pola masyarakat yang hedonis dan gengsi menjadi faktor penghambat eksistensi produk lokal yang ada dalam negeri. Cenderung menyukai produk impor menjadi ancaman bagi petani. Misalkan saja buah-buahan, banyak buah impor yang lalu lalang dalam pasar maupun supermarket di Indonesia. Buah lokal kalah saing karena harga lebih mahal ketimbang buah import. Selain itu dalam segi packaging buah impor lebih indah daripada buah lokal. Hal ini yang menyebabkan mengapa buah import banyak digemari oleh masyarakat.

penting dari harga maupun penampilan adalah kualitas buah. Buah lokal memang tidak menarik untuk dilihat, namun buah lokal memiliki keunggulan yang jauh lebih baik dari buah lokal. Buah lokal adalah buah segar dan tidak banyak pengawet. Sedangkan buah import adalah buah yang sudah didiamkan dalam kardus selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Kita dapat membayangkan sendiri kesegaran dan kualitas dari buah import tersebut.

Sebagai masyarakat yang sadar akan keadaan bangsa yang sedang dalam kegalauan karena banyak bencana, baik bencana alam maupun kondisi Negara yang terjangkiti dengan kanker korupsi tingkat akut. Persoalan yang dianggap sepele ini tidak dapat diindahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita membeli produk-produk lokal, maka kita akan membantu dalam perekonomian dalam negeri. Sehingga negara ini tidak menjadi negara konsumtif yang dimanfaatkan oleh negara lain.

*Dziyaul Lami’_Mahasiswi Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisingo Semarang

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ziarah ke Makam Waliyullah; Sebuah Usaha Mahasiswa KKN untuk Menggali Pengetahuan

    Ziarah ke Makam Waliyullah; Sebuah Usaha Mahasiswa KKN untuk Menggali Pengetahuan

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 859
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswa KKN MIT-DR 13 Kelompok 36 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lianah ziarah ke makam Wali Joko dan Wali Gambyang yang ada di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal Minggu, (20/2/2022). Ziarah ke makam Para Waliyullah itu bertujuan untuk mengingat kematian sekaligus menghormati jasa-jasa dan memohonkan ampunan bagi beliau. Wali Joko merupakan seorang […]

  • HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Lpminvest.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, menggelar stand kesehatan di Taman  Jati kampus II UIN Walisongo Semarang. Kamis, (11/06/2015). Agenda tersebut dalam rangka ulang tahun HMJ pendidikan Biologi yang ke-7. Pihak HMJ mendatangkan Sri sebagai salah satu dokter dari poliklinik kampus 1 dan Arif […]

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • Kelompok 53 KKN RdR Lakukan Pendampingan Ngaji untuk Lansia

    Kelompok 53 KKN RdR Lakukan Pendampingan Ngaji untuk Lansia

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 782
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Selasa (27/10/2020) Tim Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) (Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah) ke-75 Kelompok 53 UIN Walisongo Semarang menggelar pendampingan ngaji bersama para ibu usia lanjut (lansia). Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Roudlotul Jannah, Perumahan Bank Niaga, Tambakaji, Ngaliyan. Para ibu lansia membuktikan ungkapan menuntut ilmu tak kenal usia. Sebab […]

  • Dekan FEBI Dapat Kejutan di Acara Penglepasan Wisuda

    Dekan FEBI Dapat Kejutan di Acara Penglepasan Wisuda

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 652
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Imam Yahya mendapat kejutan dari para calon wisudawan FEBI.  Senin, (26/8/2019). Saat sedang serius menyampaikan sambutan di depan 274 calon wisudawan, lampu Ballroom lantai 5 Haris Hotel yang merupakan tempat acara Penglepasan Wisudawan FEBI tiba-tiba redup. Meski lampu dalam keadaan temaram, Imam Yahya […]

  • Es Campur dan Serba-serbi Ramadhan

    Es Campur dan Serba-serbi Ramadhan

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 506
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Bulan Ramadhan bagi sebagian pedagang membawa berkah tersendiri, tidak terkecuali bapak Edi (40). Penjual Es Campur di depan Masjid Agung Jawa Tengah ini setidaknya bisa menghasilkan tiga ratus ribu rupiah hanya pada saat menjelang buka puasa saja. Rabu, (08/07/2014). “Sekali jualan bisa dapat 300 ribu rupiah mas, itu hanya beberapa jam berjualan, kalau biasanya […]

expand_less