Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Budi Setyo Purnomo: “Ada Tujuh Dosa Media yang Perlu Diperhatikan”

Budi Setyo Purnomo: “Ada Tujuh Dosa Media yang Perlu Diperhatikan”

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 10 Apr 2018
  • visibility 835
  • comment 0 komentar

 

Tampak mahasiswa sedang antri memasuki Auditorium 2 kampus III UIN Walisongo. Semarang Senin,(09/04/2018)

Tampak mahasiswa sedang antri memasuki Auditorium 2 kampus III UIN Walisongo. Semarang Senin,(09/04/2018)

lpminvest.com– Antrean panjang nampak di halaman auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pasalnya, para mahasiswa antusias mengikuti acara Seminar dan Pameran Seni Rupa yang dipersembahkan oleh Kantor Penyiaran Islam Daerah (KPID) dan Rumah Rupa Walisongo.  Senin, (9/4/2018).

Seminar dan Pameran Seni Rupa tersebut dihadiri oleh Mahasiswa UIN Walisongo dari berbagai jurusan. Acara yang bertajuk “Literasi Media” ini berlangsung kurang lebih tiga jam dengan menghadirkan Budi Setyo Purnomo (KPID Jawa Tengah) dan Abdullah Ibnu Thalhah (Dosen Pendidikan Seni UIN Walisongo) sebagai pembicara.

Budi Setyo Purnomo mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya acara tersebut untuk menumbuhkan kesadaran agar bijak dalam menggunakan media sosial. Mengingat kian marak penyimpangan yang terjadi akibat tidak bijak dalam menggunakan media.

Pria berkacamata itu juga menghimbau kepada mahasiswa untuk bijak dalam penggunaan media, kususnya untuk menyaring terlebih dahulu berita dan tidak secara mentah dalam menerimanya.

“Mengapa perlu diperhatikan, karena banyak hal yang bisa terjadi dengan adanya media. Ada tujuh dosa media yaitu, distorsi informasi, dramatisasi fakta palsu, menganggu privasi, pembunuhan karakter, eksploitasi seks, meracuni benak pikiran anak-anak, dan penyalahgunaan kekuasaan sehingga perlu adanya pengawasan,” paparnya.

Senada dengan Budi, Abdullah Ibnu Thalhah dalam sambutannya pun menghimbau untuk bijak menggunakan media.

“Itu sebabnya kenapa akhirnya kita harus mempunyai sifat analisis, kritis, dan selektif dalam bermedia,” tandas dosen seni rupa itu.

Salah satu mahasiswi prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) mengaku senang dengan acara Seminar dan Pameran Seni Rupa ini.

“Acara ini sangat bagus, apalagi baru kali ini saya mengikuti seminar dan di suguhi dengan lukisan-lukisan. Semoga tahun berikutnya diadakan lagi dengan seni yang lebih banyak lagi,” tutur mahasiswi prodi BPI saat ditemui kru lpminvest.com usai acara. (Dyah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa Tahfiz Kembali Dibuka, Segera Lengkapi Persyaratan Ini

    Beasiswa Tahfiz Kembali Dibuka, Segera Lengkapi Persyaratan Ini

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 886
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Melalui surat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Walisongo Semarang Nomor. B-1709/Un. 10.0/R3/PP.00.9/06/2019 tanggal 11 Juni 2019, UIN Walisongo membuka kembali pendaftaran Beasiswa Tahfiz. Masa pendaftaran beasiswa ini dimulai sejak Senin lalu sampai Selasa mendatang (17-25/6/2019). Beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa penghafal al-Quran ini menyediakan kuota 34 orang mahasiswa dengan uang pembinaan […]

  • Observasi Mahasiswa EI di Industri Kreatif Joger

    Observasi Mahasiswa EI di Industri Kreatif Joger

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    lpminvest.com– FEBI UIN Walisongo Semarang mengunjungi Wisata Joger Bali di hari ke dua Kuliah Kerja Nyata (KKL) pada pukul 12.00 WITA. Sebanyak 140 mahasiswa menikmati keunikan joger. Selasa, (3/3/2020) Joger yang telah berdiri sejak 1987 menawarkan keanekaragaman produk seperti sandal, tas, kaos, cinderamata, kerajinan tangan, dan masih banyak lagi yang tidak bisa didapat di tempat […]

  • Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 693
    • 0Komentar

    lpminvest.com­- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1 Perbankan Syariah (PBAS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Nasional di Gedung Teater Soshum Lantai 3, pada Senin (8/5/2023). Semiloka Nasional ini akan diadakan selama 2 hari yaitu hari senin dan kamis mendatang. Seminar Nasional ini mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri […]

  • Kejutan Kedua; Pisah Sambut Dekan FEBI

    Kejutan Kedua; Pisah Sambut Dekan FEBI

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 670
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Usai mendapat kejutan di acara penglepasan wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kali ini Imam Yahya mendapat kejutan dari mahasiswa baru (maba) FEBI 2019. Kamis, (29/8/19). Kejutan tersebut diberikan usai acara pisah sambut Dekan FEBI yang kini dijabat oleh Muhammad Saifullah. Bertepatan dengan adanya chant class untuk persiapan orientasi olahraga, seni, ilmiah dan […]

  • Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 962
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lutfi Nur Fadillah adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Falak  Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) angkatan 2014 yang mengikuti prosesi wisuda ke-72. Bertempat di auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (7/03/2018). Lutfi sapaan akrabnya, sempat mendadak  viral di sosial media dikarenakan prestasinya yang mendapat IPK 3,94,  namun dirasa tidak mendapat pengakuan di […]

  • Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen. Menurut Martius (2004), salah […]

expand_less