Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Antrean Keluar dan Masuk UIN Mengular, Driver Ojek Online Enggan Terima Orderan Mahasiswa

Antrean Keluar dan Masuk UIN Mengular, Driver Ojek Online Enggan Terima Orderan Mahasiswa

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 27 Jun 2018
  • visibility 591
  • comment 0 komentar
Tampak kepadatan antrean di pintu gerbang masuk kampus III.

Tampak kepadatan antrean di pintu gerbang masuk kampus III.

lpminvest.com – Penerapan sistem barrier gate, terhitung sejak Senin lalu, menyebabkan antrean panjang di gerbang masuk dan keluar kampus UIN Walisongo. Mengularnya antrean membuat driver ojek online menjadi enggan untuk menerima orderan dari mahasiswa UIN Walisongo. Selasa, (26/6/2018).

Yahya, salah satu driver ojek online menilai adanya sistem tersebut menghambat pengorderan. Antrean yang panjang membuatnya berpikir dua kali jika menerima orderan mahasiswa UIN Walisongo. Karena menurutnya antrean yang panjang hanya akan memangkas waktu dan tenaga.

“Sistem tersebut mempengaruhi kinerja dan jumlah orderan kami. Terlebih saat jam sibuk seperti jam 12.00 WIB dan 17.00 WIB. Di jam-jam itu antreannya numpuk banget, nah dari ojek online kalau mau jemput penumpang ke dalam kampus itu pasti mikir-mikir dulu. Soalnya keluarnya lama, nggak hanya 10 atau 15 menit. Padahal omsetnya bisa dibilang tinggi,” tuturnya saat ditemui kru magang LPM Invest di depan kampus tiga.

Menurutnya, perlu adanya penambahan jumlah barrier gate. Selain itu jarak antar barrier gate dari jalan raya perlu dimusyawarahkan lebih lanjut. Mengingat antrean di gerbang masuk kampus tiga pernah mengular sampai jalan raya.

Senada dengan Yahya, Istanti, yang juga driver ojek online beranggapan demikian pula. Menurutnya, sistem baru ini menimbulkan beberapa kerugian seperti peng-cancel-an pemesanan ketika antrean tiket berlangsung.

“Terkadang pemesan nggak mau nunggu lama, terus di-cancel. Berarti kan sia-sia kita ngantri. Rugi juga kan kita,” keluh perempuan berkaca mata putih itu.

Fitriani Eka Nanda, mahasiswi S1 Perbankan Syariah menilai sistem barrier gate sebenarnya lebih aman daripada sistem kartu parkir. Namun, sebagai pelanggan ojek online, antrean panjang yang ia rasakan ketika memasuki kampus setelah diberlakukannya barrier gate membuat ia merasa dirugikan.

“Kalau terus-terusan macet kayak kemarin gitu sih saya merasa dirugikan. Yang seharusnya bisa on time sampai kelas, bisa-bisa terlambat gara-gara macet. Ya saya takut kalau ojek online tidak mau lagi mengambil orderan untuk tujuan UIN Walisongo, apalagi saya kosnya lumayan jauh dari kampus. Kalau bisa ya lebih di kondusifkan lagi biar gak ada kemacetan,” jelas perempuan yang tinggal di kos di Gang Nusa Indah. (Eva/Fachrizal/Aini_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilwa Kali Pertama Diselenggarakan Di Fakultas FEBI

    Pemilwa Kali Pertama Diselenggarakan Di Fakultas FEBI

    • calendar_month Sen, 22 Des 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 718
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo menyelenggrakan pemilihan mahasiswa (Pemilwa) di lima wilayah fakultas. Dalam pemilihan ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kali pertamanya baru menyelenggarakan pemilhan mahasiswa . Ketua Panitia Pemilwa FEBI, Taufik sapaan akrabnya, mahasiswa jurusan Ekonomi Islam menyampaikan, untuk penyelenggaraan pemilwa yang pertama kalinya sangat menantang, karena tidak mengira banyaknya mahasiswa […]

  • Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red). Kerusuhan besar yang dipelopori oleh […]

  • Kalau Saja

    Kalau Saja

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Oleh: Selvina Idha Alifiani Awan bersama angin mengiringi rintik airMembawa setiap hembusan dingin hingga menusuk kulitKala itu, aku duduk bersandarkan dindingMerasakan tiap tarikan napas, yang keluar dari diriku Aku merenung dalam keheninganMembiarkan ingatan itu kembali mengalirMeratapi setiap detik yang telah berlalu Pikiranku berkelana dalam labirin waktuBerpikir, “Kalau saja kala itu aku diam”Apakah tidak akan jadi […]

  • PBAK Telah Usai, Rektor Ingin Mahasiswa Paham Kampusnya

    PBAK Telah Usai, Rektor Ingin Mahasiswa Paham Kampusnya

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 680
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis,  (10/9/2020) memasuki hari terakhir PBAK 2020 Online UIN Walisongo Semarang, Mahasiswa baru disuguhkan beberapa pertunjukan ekspo ukm universitas yang mana diakhiri closing ceremony. Melalui laman youtube DEMA UIN Walisongo Semarang  Ahmad Izzuddin Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) melaporkan presentasi mahasiswa baru (maba) yang andil dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). […]

  • PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 549
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) merupakan gerbang awal bagi para Kru Magang (Kruma) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest 2024 untuk lebih dalam mengenal dunia kejurnalistikan. PJTD ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh LPM Invest dalam rangka menciptakan jurnalis yang kompeten dan meningkatkan critical thingking dengan penuh kreativitas. Dalam PJTD 2024 ini mengangkat […]

  • Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 594
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan, mulai dari himbauan, ancang-ancang ekonomi sampai pemberian stimulus di berbagai sektor. Sebaliknya, justru masyarakat yang merasa menjadi korban malah enggan untuk melindungi diri dan orang sekitar, perlindungan terkecil misal memakai masker dan rajin cuci tangan,” statement yang diungkapkan  Dina sebagai bukti Sharing Session Peduli Covid-19 dimulai. Minggu,(11/10/2020). Sesuai tema […]

expand_less