Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Resep Lulus Tepat Waktu Ala Wisudawati Terbaik

Resep Lulus Tepat Waktu Ala Wisudawati Terbaik

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 9 Mar 2018
  • visibility 574
  • comment 0 komentar

Wisudawati terbaik UIN Walisongo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam periode Maret 2018.

lpminvest.com– Perhelatan wisuda UIN Walisongo Semarang telah digelar pada Rabu, (7/8/2018). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisaudawati terbaik universitas maupun masing-masing fakultas.

Nadea Lathifah Nugraheni mahasiswi jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menjadi salah satu nama yang disebut. Tidak hanya disebut, video profilnya pun ditayangkan di depan ratusan pasang mata yang menghadiri perhelatan akbar tersebut.

Dea, sapaan akrabnya, menjadi wisudawati terbaik, termuda, dan tercepat seuniversitas pada prosesi wisuda sarjana (S1) ke-72. Skripsinya yang berjudul “An analysis of criminal act of sexual gratification on positive law and fiqih jinayah perspective” pun menjadi skripsi berbahasa Inggris terbaik seuniversitas.

Ia pernah tidak sengaja menyeletuk akan menjadi wisudawati terbaik ketika sedang menemani ayahnya yang sakit parah di rumah sakit.

“Bapak harus bertahan hidup, wong anake mau jadi sarjana, nanti naik ke panggung Dea jadi wisudawati terbaik,” celetuknya yang saat itu masih semester empat.

Namun celetukannya Ia anggap sebagai janji suci kepada ayahnya sekaligus menjadi pacuan baginya untuk belajar dan berusaha lebih keras. Alhasil, Ia berhasil menepati janjinya dan meraih IPK 3,94 hingga membuat haru kedua orang tuanya.

Lain halnya dengan Siti Rohmawati, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini tak pernah menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik dan tercepat sefakultas. Ia mengaku tidak pernah menarget akan menjadi wisudawati terbaik sebelumnya.

“Saya tidak pernah memplanning bisa lulus cepet, hanya saja saya menjalankan apa yang ingin saya lakukan dengan sungguh-sungguh,” tutur Rahma kepada kru lpminvest.com via whatsapp. Kamis, (8/3/2018).

Meski di awal semester sempat cuti selama setahun karena patah tulang akibat kecelakaan, gadis berparas ayu tersebut berhasil merampungkan studinya dalam kurun waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,83. Akhirnya, Ia berhasil menggaet predikat wisudawati terbaik fakultas dan membuat kedua orang tuanya bangga.

Di balik Layar

Predikat wisudawati terbaik tidak semata-mata Dea dan Rahma dapatkan dengan cuma-cuma. Ada banyak pengorbanan, ujian, dan godaan yang mereka hadapi dengan payah.

Rahma mengaku bahwa Ia tipikal orang yang tidak bisa diam. Terbukti dengan rutinitasnya sebagai bendahara di Dema FEBI dan LPM Invest. Ia harus pandai membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Kesibukannya tidak lantas membuat ia surut dalam belajar. Ia juga sempatkan waktu untuk membaca buku di waktu luang, barang sepuluh menit.

“Saya kan orangnya nggak mau diem. Jadi nggak pernah yang namanya duduk manis di kos. Berangkat jam tujuh ke kampus, terus pulang kos mandi, habis mandi ngelesi. Ya paling kalo baca buku sepuluh menitlah di waktu luang, nggak harus di kos atau di rumah. Kalo nggak ya baca-baca artikel di internet,” papar gadis peraih beasiswa Bank Indonesia tersebut.

Ketika ditanya terkait kunci suksesnya lulus tepat waktu, Ia berprinsip bahwa tujuan akan dapat dicapai jika berproses dengan sungguh-sungguh.

“Prinsip saya, lakukan apa yang ingin kamu lakukan, jangan tunda keinginanmu. Jadi saya selalu bersungguh-sungguh untuk melakukan apapun yang ingin saya capai,” tegasnya.

Selain bersungguh-sungguh, Ia juga kerap melaksanakan sholat sunah Tahajud dan Duha agar dimudahkan segala urusannya.

Sedangkan Dea yang kesehariannya banyak Ia habiskan di Ma’had al Jami’ah Walisongo mengaku sering kesulitan dalam hal ekonomi. Ayahnya rela menjual motor, harta keluarga satu-satunya untuk membiayainya kuliah. Ia sering tidak bisa membayar uang makan, maka ia kerap berpuasa.

Namun Ia tidak tinggal diam. Karena tidak mungkin mengandalkan biaya dari kedua orang tuanya, Ia rajin mencari beasiswa, menulis di media cetak atau online, dan menjadi guru les di salah satu bimbel demi mempertahankan hidup dan gelar sarjananya. Ia pun dipercaya menjadi musyrifah (pengurus) di Ma’had untuk membimbing ratusan mahasiswa baru agar menjadi mahasiswa yang berkarakter dan berpikiran hebat. Lalu uang yang Ia hasilkan ditabung untuk membeli buku.

Ketika ditanya resep khusus kesuksesannya, Ia hanya meyakini bahwa Allah akan mengabulkan apa yang benar-benar hamba-Nya inginkan.

“Tidak ada resep khusus. Allah mau apa yang kita mau kalau kita benar-benar mau,” jelasnya kepada kru lpminvest.com.

Kedua wisudawati terbaik tersebut sama-sama meyakini bahwa cita-cita akan dapat dicapai jika prosesnya dijalankan dengan sungguh-sungguh. Diiringi doa dan restu orang tua, serta percaya akan kemurahan Allah dengan keyakinan penuh. (Ari/Yeni/Hasna-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayahku Sang Patriot

    Ayahku Sang Patriot

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 981
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul Buku                    : Sebelas Patriot Penulis                         : Andrea Hirata Penerbit                       : PT. Bentang Pustaka Tahun Penerbit              : 2011 Ukuran Dimensi Buku     : 20,5 Tebal Buku                   : xii + 112 hlm Jumlah Bab                  : 14 Bab Harga Buku                  : Rp. 20.000,00 Perensensi                    : Ade Fitrianingsih […]

  • MABA dan Kebingungannya Untuk Memilih

    MABA dan Kebingungannya Untuk Memilih

    • calendar_month Ming, 28 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Foto bersama Kru LPM Invest Rasa-rasanya sudah lama saya vakum dari dunia tulis menulis dengan gaya tulisan ngepop, malam ini adalah malam minggu, yang sebagian orang (yang berpasangan) keluar memadu kasih (aku rak popo). Dari kegelisahan malam minggu ini aku nyoba buka-buka medsos. Eh, ternyata rame mahasiswa maupun mahasiswi (belum bisa dipastikan jomblo apa nggak) membicarakan soal […]

  • Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 683
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Karang Taruna “Karya Bhakti Patemon”  mengadakan kegiatan Camp Fest 2022 Karya Bhakti Patemon untuk pertama kalinya. KKN Reguler  Kelompok 50 UIN Walisongo Semarang ikut serta meramaikan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan diikuti pemuda-pemudi Karang Taruna Dusun Patemon yang bertempat  di lapangan Patemon selama dua hari Sabtu-Minggu ( 15-16/10/2022). Dalam acara malam pembukaan, dihadiri oleh Kepala […]

  • Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 802
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Nia Riska Rahmawati, gadis tangguh asli Semarang berhasil menyabet gelar juara pertama lomba cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori lead pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) 2019. Dengan perolehan poin 30 dengan durasi waktu 04.41, ia berhasil mengalahkan 17 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Meskipun menjadi juara satu, ia […]

  • Mahasiswi FEBI Sabet Juara di Jambore Ekonomi Syariah Internasional

    Mahasiswi FEBI Sabet Juara di Jambore Ekonomi Syariah Internasional

    • calendar_month Sab, 29 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 704
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dina Rosyida, mahasiswi semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI-red) UIN Walisongo Semarang berhasil membawa pulang trofi dalam kompetisi Jambore Ekonomi Syariah (JES) Internasional di Banten. Sabtu (29/9/2018). Dina, sapaan akrabnya, berhasil menyabet juara dua lomba Karya Cipta Puisi dalam JES-Internasional yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Muhammad Hasanuddin  Banten. Tidak hanya berhasil mengalahkan […]

  • Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    • calendar_month Kam, 5 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 740
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka purnabakti Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI menggelar dialog publik Mengeja Arah Bangsa dengan tajuk “Pemuda Hari Ini Wajah Bangsa Esok Hari” di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Kamis, (5/12/2019). Selain diisi oleh Akademisi UIN Walisongo, Imam Yahya, acara ini […]

expand_less